
Steven dan Kate masuk melalui pintu belakang. Di sana, mereka di sambut dengan tembakan dari anak buah Leo. Steven menarik Kate untuk bersembunyi. Dia mengeluarkan senjata dari balik punggungnya dan mulai menembaki anak buah Leo. Begitu juga dengan Kate dan anak buah Steven. Mereka melakukan hal yang sama.
"Ck.. Aku tidak menyangka Leo mempunyai anak buah yang banyak." seru Steven
"Apa kau baru saja mengeluh?" tanya Kate
Steven berdecak kesal. Dia terus menembaki anak buah Leo dan mulai bergerak maju. Dia meminta anak buahnya untuk melindunginya dan Kate, karena mereka akan mencari sandera.
"Jika begini terus, kita tidak akan bisa menemukan Mommy." teriak Kate
"Kita berpencar. Kau kekiri, aku akan melindungi mu. Dan ingat!! Jangan gegabah dan berbuat nekat. Kau mengerti?"
Kate mengangguk cepat. Kate berlari sambil terus menembak. Begitu juga dengan Steven yang menembak anak buah Leo yang mencoba membidik Kate.
"Baiklah, mari kita selesaikan ini dengan cepat." Steven bergerak maju dengan terus menembaki anak buah Steven menggunakan senjata di kedua tangannya. Bahkan saat pelurunya habis, dia bersembunyi dan dengan cepat mengeluarkan selongsong kosong dari kamar peluru dari magazen. Dia memasukan selongsong yang terisi peluru penuh kedalam kamar peluru dan mulai menembaki anak buah Leo lagi.
"Ck.. Kenapa tidak ada habisnya? Aku harus segera mencari Ibu Kate." Steven berguling berpindah tempat untuk bersembunyi. Samar-samar dia melihat seseorang dengan perawakan yang sangat dia kenal.
"Leo!!"
...****************...
__ADS_1
Sementara itu, Kate terus berlari dan bersembunyi dari tembakan. Dia melihat kesana-kemari mencari keberadaan Ibunya. Tapi sayangnya, dia tidak menemukan nya.
"CK.. Dimana sebenarnya pria itu menyekap Mommy?" Kate melihat kelantai atas. Mungkin dia harus naik dan mencarinya di sana. Tapi dengan begitu banyaknya anak buah Leo membuat Kate berfikir keras.
Tidak ada cara lain, dia akan mempertaruhkan keberuntungannya. Dan berharap Dewi Fortuna masih berpihak padanya.
"Demi Mommy. Aku harap kau melindungi ku, Dewi." Kate berdoa dalam hati. Dia berlari sambil terus menembak. Dia melompat ke tangga dan bergelantungan untuk mencapai lantai lantai atas. Tapi dari arah atas, ada anak buah Leo siap untuk menembak Kate.
Kate tersentak dan mulai melemparkan belatinya dan tepat sasaran.
Kate menghela nafas panjang dan mencoba untuk naik dan berhasil. Dia mencabut kembali belati miliknya dan bergegas mencari Ibunya.
Tapi lagi-lagi dia bertemu dengan anak bua Leo. Mereka yang berjumlah tiga orang, menodongkan senjata pada Kate. " Angkat tangan!!" teriak anak buah Leo .
"Berbalik!!" titah mereka
Kate melakukan apa yang meraka inginkan. Dia mengatur nafasnya saat mendengar derap kaki mendekatinya. Dan saat mereka sudah berada tepat di belakang Kate, Wanita itu dengan cepat menendang kepala salah satu anak buah Leo dan membuat anak buah Leo meluncur terjun dari lantai dua. Dia mengeluarkan belati dan menusukan nya tepat di jantung anak buah Leo yang lain. Dan dengan cepat dia melakukan sliding tackle pada anak buah Leo yang tersisa. Dia menjepit leher pria itu mengunakan kedua kakinya dan....
Krekk Kretaak
Tulang leher pria itu patah dan membuatnya tewas seketika.
__ADS_1
Kate mengatur nafasnya yang terengah-engah. Dia berdiri dan mencabut kembali belatinya. "Kau memang senjata yang paling mengerti diriku." Kate menyimpan belatinya dan kembali mencari keberadaan Ibunya. Dia memeriksa satu persatu ruangan di lantai atas. Bahkan lagi-lagi dia bertemu dengan anak buah Leo. Tapi kali ini, Kate menghabisi mereka dengan senjata api.
"Maaf, aku tidak ingin berlama-lama bermain dengan kalian." Kate mengarahkan senjatanya dan menembak mereka satu persatu. Dia kembali maju dan sampai di depan pintu terakhir sebuah ruangan yang belum dia periksa.
"Semoga kau di sini, mom." Kate membuka perlahan pintu tersebut dan mulai masuk. Ruangan ini sedikit berbeda dengan ruangan yang lain. Ini lebih luas dan berantakan. Persis seperti gudang. Banyak barang-barang berserakan di sana.
Kate menyingkirkan benda yang menghalangi jalannya. Dia merasa sangat waspada karena tempat itu sangat sepi. Hingga dia melihat seseorang yang dia cari terikat dengan posisi berdiri dengan seorang pria.
"Mommy!!!" teriak Kate
"Kate, Kau kah itu?" Jully melihat putrinya yang berlari menghampirinya. Dia begitu senang bisa melihat putrinya. Tapi tidak seharusnya putrinya berada di sini.
"Pergilah Kate!! Tempat ini tidak aman untukmu." seru Jully
"Apa maksudmu, mom? Aku datang untuk menyelamatkan mu."
"Jully benar, Kate. Pergilah!! Jika tidak, kita akan mati terkubur di tempat terkutuk ini." seru Robert
"Apa maksud mu?" tanya Kate
Robert menunduk melihat kebawah diikuti Kate yang mengikuti arah pandang Robert.
__ADS_1
Deg