
"Apakah Gusti ingin Singosari diduduki raja iblis Gendir Bumi seperti Banaspati yang telah membuat sengsara seluruh rakyat,?" tanya Sentanu.
"Itu tidak mungkin Bopo. Sekarang ada Wiro Sabrang putraku."
Wiro Sabrang telah berhasil mengusir seluruh pasukan Gendir Bumi. Tapi lebih dari separoh prajurit dari Singosari mati dalam peperangan melawan pasukan dari kerajaan Mojo Songo.
"Bagaspati.. bagaimana dengan pasukan yang kau bawa? Kemana mereka pergi? Kenapa kau biarkan bala tentara Singosari gugur dalam pertempuran, sedang kamu selamat?"
"Ampuun Gusti, hamba sebenarnya juga sudah hampir mati kalau tidak ditolong Wiro Sabrang."
"Semua sudah digariskan penguasa kehidupan alam semesta. Seperti burung gagak yang tiba -tiba terbang dari Utara ke langit selatan" kata Sentanu mengingatkan peristiwa sebelum mendengar berita duka ini"
"Ohh..Seluruh kekuatan Singosari telah lenyap. Tolong aku Bopo Sentanu Wiroo.. bagaimana ini pendapatmu?"
"Sesungguhnya kekuatan Singosari ada pada Gusti Kertajaya. Kebijakan seorang raja itu menentukan jalan hidup istana dan rakyatnya." kata Sentanu.
"Apa maksudmu Bopo?"
"Betul sekali yang paman Sentanu bilang. Jika ayahanda punya putusan untuk berperang, berdamai atau peri kemanusiaan, tentu menentukan wibawa kerajaan"
"Dua putraku ikut jadi korban. Lalu apa lagi yang akan aku hadapi jika Singosari selalu mendapat musibah diserang kekuatan iblis dari luar?" keluh Kertajaya.
__ADS_1
"Sudahlah ayahanda, mulai harl ini jangan rusaukan serangan dari Mojosongo lagi. Hamba yang jadi panglima bersiap jiwa raga untuk membela kebenaran. Besok dibuka lagi lowongan tamtama."
Memang tidak mudah bagi manusia hilangkan sifat iblis yang masuk ke dalam jiwa. Apalagi manusia sudah diberi anugerah kekuatan dan kekuasaan oleh yang maha agung dewa Brahma, tentu bukan khilaf tetapi disengaja. Saat manusia kalah atau dalam kondisi tertekan, maka ia selalu berdoa untuk bisa terlepas dari kepedihan hidup, tapi ketika manusia sedang dipuncak kemenangan maka ucapannyapun akan dijadikan hukum. Kertajaya sebenarnya pernah mengalami penderitaan ketika dalam tekanan raja iblis Banaspati. Tetapi ketika ada pertolongan dari Wiro Sabrang hingga ia kembali terbebas dari jajahan, ia mulai keras kepala dan arogan. Sifat itulah yang sesungguhnya menjadi musuh besar bagi manusia.
****
Ketika acara pembukaan lowongan tamtama dimulai, ada seorang guru bela diri yang datang membawa 20 muridnya untuk ikut bergabung dalam kerajaan Singosari. Nama guru itu Kebo Marcuet. Pengawal sudah mempersilahkan Kebo Marcuet menghadap Wiro Sabrang untuk dilihat kemampuannya dalam melatih murid.
"Pertama - Tama aku mau tanya, apa tujuanmu mendirikan perguruan silat?"
"Hamba ingin mendidik anak muda menjadi manusia yang tangguh dan kuat membela keadilan dan kebenaran melawan Angkara murka."
"Bagus. Itu adalah misi manusia yang baik. "
"Aliran putih itu apa?"
"Aliran putih adalah jiwa ksatria yang berpihak kepada yang benar dan suka menolong orang lain yang kesusahan. Tidak suka bermusuhan." jawab Kebo Marcuet.
"Itu baru manusia yang benar pilihan dewa Brahma"
"Bagaimana paman Sentanu? Kalau Singosari bisa mengembangkan perguruan aliran putih, semoga akan menjadi kerajaan yang besar dan disegani dunia" kata Wiro Sabrang.
__ADS_1
"Ya sudah mulai sekarang kamu kuangkat jadi pengawal dan pelatih prajurit Singosari." kata Kertajaya.
Kertajaya sangat senang menerima kedatangan guru bela diri Kebo Marcuet bersama muridnya. Mereka segera dibegi seragam prajurit dan senjata pedang serta perisai atau tameng.
Di depan Wiro Sabrang guru bela diri itu memperlihatkan jurus - kurus andalannya dan mencoba berlatih dengan Cocak Anggoro. Wiro Sabrang hanya mbetulkan gerakan yang berlebihan dan mengatur trik - trik menyerang.
"Seorang pendekar itu harus kuat pada fisik dulu sebelum mendapat ajian. Kekuatan badan adalah dasar dari kesaktian." kata Wiro Sabrang.
Bagaspati ikut membantu pelatihan dan perekrutan bersama Singoyudo yang sekarang cacat kaki.
Pada saat mereka berlatih berlari dan memukul diatas pagar bambu, tiba- tiba datang serangan dari segerombolan musuh yang langsung menyerang para murid baru.
"Hiiiiaaaaatttt!!!"
"Bukk Bukk!!!"
" Aaaaaaccckk"
Murid dari Kebo Marcuet yang sedang berlatih itu tertunda karena serangan mendadak dari luar pagar.
"Mana Kertajaya rajamu?"
__ADS_1
Orang itu bertanya sambil menendangi para murid yang tengah berlatih. Kebo Marcuetpun turun tangan dengan menerjang orang itu.
"Aku Kertajaya" kata Kebo Marcuet sambil melompat menghadang tamu tidak sopan itu.