
Istana Lemah Putih adalah peninggalan raja Maeso Seto 500 tahun yang lalu yang telah mati dibunuh oleh istrinya sendiri yaitu Putri pedang masyur Muninggar. Muninggar adalah pendekar wanita yang Masyur dengan julukan Putri Pedang karena ia sangat mahir mamainkan jurus pedang sehingga tidak terkalahkan. Namun nasibnya tidak sehebat namanya. Muninggar yang sangat mencintai suaminya yang bernama Maeso Seto yang dikenal sebagai Dewa Mabok dalam dunia persilatan karena setiap jurus silatnya diiringi dengan minum tuak dan mabok yang membuat tubuhnya makin kuat dan sakti. Maeso Seto yang tampan itu adalah putra raja di gunung Timur yang suka berkelana ke seluruh jagad untuk mencari ilmu bela diri. Setelah bertemu dengan Muninggar yang awalnya adalah putri raja Mongolia Kaisar Xien yang menyerbu istana Lemah Putih. Tetapi Muninggar yang ratu Pedang itu jatuh cinta kepada Maeso Seto dan tak kuasa untuk membunuhnya. Akhirnya Maeso Seto malah menikahi Putri Pedang itu.
Dalam pernikahan Muninggar dengan Maeso Seto, adalah seorang ratu Pedang yang sangat cantik bernama Batari Durga menjadi duri di dalam daging ketika tercium ada hubungan dekat dengan Maeso Seto. Bahkan Maheso Seto pergi meninggalkan istana karena mengikuti jejak ratu Pedang Batari Durga.
Ketika Maeso Seto pulang ke Lemah Putih 100 tahun kemudian, sakit hati istrinya tidak tertahankan hingga harus membunuh Maeso Seto dan menguburkan di dalam istana itu.
Setelah lebih 500 tahun, istana Lemah Putih menjadi kosong bak rumah hantu. Beberapa orang pendekar pemburu pusaka yang datang ke dalam istana itu selalu gagal dan mati karena tak mampu menghadapi penunggu istana itu yang terdiri dari banyak siluman dan arwah keluarga Muninggar.
Wiro Sabrang dan Maeso Danu yang bergerak sangat cepat sampai juga ke lokasi yang disebut prasasti istana kosong Lemah Putih.
"Muninggar" gumam Wiro Sabrang dalam hati.
"Istana jaman Syailendra dari Hindustan" kata Wiro Sabrang.
"Bukankah ini milik Putri pedang terkenal dalam dunia persilatan itu Wiro?"
__ADS_1
"Yah. Putri Pedang itu menantunya yang berkuasa"
"Bagaimana kakang Wiro mengetahuinya?"
"Aku dibesarkan di pulau Jawa dan berkelana ke seluruh benua."
Yah,walau mereka masih bersaudara tetapi orang tua Wiro adalah keluarga pengembara yang selalu berkelana keluar hingga menyebrang lautan. Sedang Maeso Danu lebih lama tinggal di pegunungan Himalaya sampai akhir hayatnya ketika terjadi bentrokan dengan sekte hitam dan gempa dahsyat di benua ini.
Sudah terlihat dari tepi lembah Naga Hijau bangunan istana yang sudah ditumbuhi semak belukar di puncak tebing di depan mata Wiro.
Sekejab saja Maeso dan Wiro Sabrang terbang melintasi jurang dan ngarai hingga tiba diatas tebing yang bersebelahan dengan lokasi kerajaan. Namun tidak ada satwa yang tampak mengantar seseorang untuk melihat tempat itu, artinya tidak ada jalan. Biasanya tempat angker yang kedatangan pengunjung selalu disambut oleh seekor burung gagak atau jalak yang terbang rendah menunjuk ke arah istana.
Namun itu tak penting bagi kedua pendekar purba yang memiliki indera keenam yang sangat tajam.
Saat melangkah ke sebatang pohon kering yg menjadi jembatan diatas jurang dalam penghubung Beteng Lemah Putih, terci yg m bau bangkai manusia di sekutar itu. Wiro melihat di dasar jurang yang berada tepat dibawah Beteng istana, berserak tubuh manusia yang telah tak bernyawa.
__ADS_1
"Hhiiiiaaaaattt!!"
Serangan itu secara tiba- tiba menghantam kepala Wiro dari atas pohon durian. Untung Wiro dengan reflek melompat ke sisi jembatan yang hanya sebatang pohon kering diatas jurang.
"Jlegg!"
Dua orang pendekar dengan kepala diikat kain putih sudah berdiri menghadang langkah Wiro Sabrang. Tapi mereka cukup terkesima melihat Wiro dan Maeso Danu yang mampu berdiri tegak diatas ranting sebesar jempol kaki diatas jurang dalam.
"Kalian pasti mau ke Lemah Putih.Tidak bisa!!"
"Kenapa?"
"Istana ini sudah menjadi milikku.Kecuali jika kalian ingin mati seperti yang dibawah itu" kata orang itu sambil menunjuk ke bawah jurang dimana bangkai manusia berserakan.
"Hmm" deham Wiro sambil tersenyum sinis melesat keatas tembok Beteng yang ada diatas tebing curam itu. Dua pendekar itu hadusnya bisa heran melihat betapa Wiro Sabrang dan Maeso Danu sangat berilmu tinggi dengan tenaga peringan tubuh yang hebat. Pendekar itu menengadah keatas ketika Wiro dan Maeso sudah berada diatas Beteng Lemah Putih.
__ADS_1