PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 56


__ADS_3

Wiro Sabrang yang sudah membaca kekuatan lawan kali ini terlalu besar dibandingkan dengan semua prajuritnya, tentu tidak bisa mbiarkan begitu saja. Bumi terasa terguncang hebat ketika kaki pendekar itu berpijak pada tanah ini.


Wiro Sabrang sudah merasakan di dalam detak jantungnya ketika pendekar Golok Emas atau Jaka Bledek berhadapan dengan Zui Shen yang sangat diandalkan itu. Bukan salah Zui Shen, dan bukan salah Rangga Lawe jika berani bertarung melawan Jaka Bledek. Wiro Sabrang memandang mata pendekar itu sangat tajam. Mengawasi maniknya yang tenang bergerak ke kanan dan kekiri mengikuti gerak kaki Wiro Sabrang. Dari sinar yang terpancar oleh senjata pusaka yang digenggam pendekar itu, sudah terbaca kehebatan Golok Emas. Tetapi pendekar itu sangat tenang berhadapan dengan Wiro Sabrang.


"Heaaaaaatttttt!!"


"Bluaaaaarrrrrrr!!"


Pertemuan sinar kuning emas dan kuning muda menimbulkan kilatan yang sangat terang dan ledakan yang sangat dahsyat sehingga langit menjadi bening dan Tubuh kedua pendekar itu terpental berpuluh .meter ke belakang. Wiro kemdian bersalto dan kembali berdiri di hadapan lawan. Begitu pula yang dilakukan Jaka Bledek yang melompat sangat cepat kemudian berdiri tegak didepan Wiro Sabrang. Mata mereka saling beradu pandang seperti hendak mengerahkan tenaga batin lewat pandangan mata.


Degub jantung Wiro tetap tenang setenang air telaga. Sedang Jaka Bledek mulai memompa nafasnya karena panik. Itulah energi dari kekuatan pusaka Golok Setan yang sangat Masyur bila berhadapan dengan sesama pusaka mumpuni.


"Greeeerrrrggggrrrkk"


Bumi kembali berderak dan merekah hingga tubuh kedua pendekar itu tersedot kekuatan dahsyat ke dalam tanah ini. Dan kaki Wiro Sabrang takkan amblas ke dalam tanah karena telah ditopang tubuh Antaboga yang melingkar menyangga dibawahnya. Tidak untuk Jaka Bledek yang menggunakan golok Emasnya menahan rengkahan bumi hingga tak menenggelamkan tubuh ke dalam tanah. Kemudian terjadi lagi ledakan dahsyat yang menggelegar.

__ADS_1


"Bluaaaaarrrrrr!!"


Wiro Sabrang terpental diatas bumi yang terbelah sehingga tersembur air yang melimpah ruah dari dalam bumi. Wiro Sabrang tidak ingin melibatkan Antaboga ketika ia harus mengakui kehebatan pendekar yang bertarung dengannya. Jaka Bledek memang sangat sakti. Diatas air telaga itu mereka sana- sama berdiri dan membungkukkan badan.


"Wiro Sabrang, engkau memang hebat." kata Jaka Bledek mengakui Wiro sebagai ksatria.


"Engkau juga hebat saudaraku."


"Engkau pantas memimpin kerajaan bagi rakyatmu Wiro Sabrang."


"Kalau boleh tahu, dengan siapa aku bicara?"


Wiro Sabrang terharu mendengar pernyataan Jaka Bledek yang ternyata sangat baik dan ia yakin pendekar itu dari aliran putih.


"Tapi bukankah engkau telah dibayar untuk bertarung? Ya sebaiknya ikuti saja aturan mainnya"

__ADS_1


"Tidak. Aku akan pergi jauh tidak akan kembali ke Jaka Baron. Banyak orang baik yang membutuhkan aku. Tanpa harus membayar uang. Selamat tinggal sahabat." kata Jaka Bledek yang kemudian melompat terbang ke atas awan dan lenyap dari pandangan mata Wiro Sabrang. Memang hidup atau mati itu pilihan. Tetapi sebelum memilih hendaknya dipikirkan lebih dulu, mana yang terbaik untuk dijalani.


*Selamat jalan saudaraku. Semoga engkau menemukan jalan hidupmu yang lebih baik" Kata Wiro Sabrang dalam hati.


"Zui Shen, sepertinya pendekar Golok Emas tidak jadi bermusuhan dengan kita."


"Bagaimana maksud Raden ?"


"Jaka Bledek sudah bertarung denganku, akan tetapi tidak mau melanjutkan, karena kita memang bukan musuh yang dicarinya. Dia itu beraliran putih Zui Shen"


***


Wiro Sabrang akan mengadakan pesta sukuran kebangkitan kembali kerajaan Salaka Negara yang kini dipegang. Tentu saja rakyat Pasundan sangat bersuka ria memiliki seorang raja yang amanah dan melindungi rakyat kecil. Zui Shen telah mengundang semua pendekar dan suhu dari sekte putih di tanah Pasundan meliputi Banten sampai batas dataran Timur dan Pantura. Sultan Rangkas Dengklok Mahesa Wardana dan sultan dari Pajajaran diundang sebagai tamu agung. Semua pendekar dari tanah Sunda berkumpul untuk mendukung persatuan sekte putih.


Tentu saja para ketua sekte termasuk begawan Pradipta dan Sentanu yang ikut meramaikan acara itu.

__ADS_1


Putri Domas adalah putri dari Sultan Pajajaran yang sangat ingin berkenalan dengan Wiro Sabrang karena bujukan ayahanda ikut datang.


"Maafkan hamba Gusti prabu Wira Kusumah( julukan Wiro Sabrang sebagai raja) hamba akan merasa terhormat jika paduka Sudi menerima pinangan putri hamba kepada Gusti prabu " kata sultan Pajajaran.


__ADS_2