
Tubuh Burisrawa yang kembali hidup itu melompat dan menerjang punggung Wiro Sabrang yang sedang berpelukan dengan ayahanda Kertajaya. Itulah yang mengejutkan begawan Sentanu serta putra pangeran Singojati. Tapi Wiro Sabrang hanya miringkan tubuh saja ketika serangan itu meluncur dengan sangat cepat menembus tubuhnya.
"Wiro Sabrang !!"
"Wuuuuuzzzz"
Wiro Sabrang tetap tenang karena yang menembus tubuhnya bukanlah Burisrawa yang masih hidup melainkan arwahnya yang masih gentayangan di dalam istana Singosari. Arwah seorang pendekar yang belum disempurnakan oleh kekuatan dari dewa Brahma.
Suasana istana Singosari kembali normal setelah para pengawal serta prajurit yang terluka telah disembuhkan oleh Surogeni dan Wiro Sabrang.
"Kalian tidak akan kubunuh asalkan kalian berjanji mau bergabung menjadi tamtama kerajaan Singosari"
"Terima kasih Gusti, kami berhanji akan setia menjadi prajurit Singosari, dan kami serahkan jiwa raga kami untuk Singosari"
"Berjanjilah, jika kalian berkhianat siap menerima hukuman mati dari Singosari"
"Yah. Kami berjanji akan patuh kepada Gusti raja, dan siap dihukum mati bila berkhianat!!"
"Pengawal, bawa mereka ke dalam dan ganti pakaian dengan seragam prajurit Singosari" kata Kertajaya.
***
Begawan Sentanu menyembah kepada Gusti Kertajaya karena mendapat firasat buruk tentang impian raja yang kejatuhan bulan.
"Kejatuhan bulan bukannya mendapatkan Wahyu dan berkah besar dari sang hyang Wenang Bopo?"
"Tapi impian itu ada di bulan suro, artinya terbalik akan mendapat cobaan yang besar." kata Sentanu.
__ADS_1
"Bukankah kita sudah memiliki pusaka Nogososro untuk kewibawaan kerajaan Singosari Bopo"
"Harusnya demikian, tetapi pusaka ini kan .milik seorang wanita, yang tidak dapat menjadi kekuatan paduka."
"Trus apa yang harus kita lakukan Bopo?"
"Keris pusaka itu harus diruwat. Dimandikan air kembang tujuh sumur "
Kertajaya dan Sentanu memeriksa peti emas yang tersimpan di gudang untuk mengambil keris pusaka Nogososro. Kanjeng Gusti Kertajaya sendiri yang memegang kunci gembok peti itu. Namun betapa sangat terkejut ketika peti dibuka telah kosong. Keris pusaka Nogososro hilang.
"Keris pusakaku hilang Bopo.." pekik Kertajaya sedih
.
"Carilah pengeran Singoyudo, barangkali dia yang mencurinya."
"Wiro Sabrang!! Bagapati, dimana pengeran Singoyudo berada? Panggil dia menghadap aku."
"Maaf Gusti, pangeran Singoyudo tidak ada di istana. Begitu pula Wiro Sabrang!!" kata Bagaspati.
"Wiro Sabrang juga tidak ada? Cari sampai ketemu!!"
***
Ternyata Singoyudo sudah berada di kadipaten Mojosongo melanjutkan meminang putri Kencana. Mojosongo yang sudah ditinggalkan pasukan iblis Gendir Bumi tak lagi punya kekuatan, sehingga menerima lamaran Singoyudo yang kini menjelma menjadi pendekar yang sangat sakti memegang pusaka Nogososro.
"Ha ha ha..kutuk marani sunduk. Musuh masuk perangkap kalau kamu datang ke Mojosongo. Tunjukkan kesaktianmu melawan pendekar Mojosongo!!" kata Ridegso yang masih punya nyali.
__ADS_1
Kalau bukan Gendir Bumi masih ada Jurang Grawah yang jadi Beteng istana Ridegso. Singoyudo yang sudah menggenggam pusaka Nogososro merasa besar nyali dan sangat kuat. Ia dengan keris pusaka yang memancarkan cahaya merah dan bergetar itu mulai diayunkan ke arah lawan. Jurang Grawah yang merasa bukan sembarang manusia tentu tertawa saja melihat gerakan Singoyudo yang seolah paling sakti.
" Hiiiiaaaahhh!!"
"Heit Heit Heit Yaaah!!"
Jurang Grawah terdesak oleh serangan seorang wanita yang membayangi tubuh Singoyudo. Jurang Grawah membulatkan mata mengawasi terus bayangan wanita yang memainkan pedang, bukan keris yang digenggam Singoyudo.
"Hiiiiaaahhh!!"
Singoyudo melompat dan mengayang mengikuti gerakan wanita yang memimpin serangan kepada Jurang Grawah.
"Kurang ajar!!"
Jurang Grawah terlempar dan jatuh ketika pedang wanita tanpa wajah itu membabat tubuhnya dengan pedang. Ridegso tertegun melihat kehebatan Singoyudo yang bisa mengalahkan Jurang Grawah. Pertarungan dihentikan ketika pedang wanita itu sudah menempel di leher Jurang Grawah. Hanya pendekar siluman itu yang bisa melihat wujud dari wanita dibalik gerakan Singoyudo.
"Oke..stop stop!!"
"Begini Singo, aku terima lamaranmu, tapi mulai hari ini engkau harus mau bergabung dengan pasukan Mojosongo untuk balik menyerang Singosari istana ayahmu.Bagaimana?"
"Hamba siap ayahanda"
"Bagus. Mulai esok hari Mojosongo akan mengadakan sayembara pertarungan di alun- alun untuk memeriahkan pernikahan putriku dengan pendekar sakti Singoyudo"
Ternyata Mojosongo memang sudah jadi istana terbesar ditepi kali Brantas yang mulai akan invasi ke istana sekitar gunung Timur.
Singoyudo yang sudah terikat keluarga jadi menantu Ridegso siap melakukan apapun untuk kejayaan istana Mojosongo. Termasuk menyerang balik istana Singosari yang telah kehilangan wibawa karena pusaka Nogososro dipegang Singoyudo.
__ADS_1
Ia bahkan sekarang telah bertekad ingin melengserkan Kertajaya yang ayah kandungnya sendiri demi membela mertuanya Adipati Ridegso.