PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 52


__ADS_3

Zui Shen atau Dewa mabok itu julukannya karena ia tukang membuat arak untuk mengobati orang patah tulang atau sakit malaria. Tapi Zui Shen juga seorang suhu dalam perguruan bela diri Elang Putih yang sudah menelorkan banyak pendekar di tanah Pasundan. Zui Shen yang bekerja sama dengan pesantren untuk mendidik bela diri kepada para santri agar kuat iman dan kuat tubuh bila menghadapi kedzoliman. Karena itulah kerajaan Salaka Negara mskin maju sejak dijaga oleh pengawal yang sakti seperti keluarga Zui Shen dan Jiu Tong.


Istana sedang didatangi pendekar dari Pantura Cirebon yang ingin menakhlukkan kerajaan Pasundan Salaka Negara. Kala itu Wiro Sabrang sedang pergi ke tanah Kulon atau Banten.


Rangga Lawe yang sebagai maha Patih Salaka Negara tentu saja menjadi panik menghadapi banyaknya pasukan dari Sultan Cirebon yang punya prajurit gabungan dari para pelaut Malaka yang jumlahnya sangat banyak.


"Bagaimana ini begawan Sentanu, paman yang sudah pernah mengabdi Kertajaya?"


"Sebaiknya paduka percayakan saja kepada Zui Shen, dia kan sudah banyak pelanggan dagangan dari para pelaut yang singgah ke pantai Utara."


"Masalahnya sultan Jaka Baron itu menyewa pendekar yang sangat sakti berjuluk pendekar golok emas, sedang Gusti Wiro Sabrang sedang bepergian ke Ujung Kulon"


"Ya sudah bersabar saja, hamba akan panggil Gusti Wiro Sabrang" kata Sentanu.


"Ampuun Gusti, pintu gerbang sudah kemasukan orang dari Pantura." kata seorang prajurit yang baru datang ke setinggil.


Mentri Ekapati menghela nafas dan panik melihat prajurit istana yang berlari masuk lewat alun- alun. Pasukan dari kesultanan Pantura sudah masuk menguasai Beteng depan.


"Itu dia prajurit dari Jiu Tong yang menghadapi pasukan Pantura. Hampir tidak percaya Ekapati melihat bagaimana prajurit yang baru masuk dari perguruan Elang Putih telah dengan tangkas melawan pasukan Pantura.


"Hhhhiiiiaaaattt!!"


"Buk buk buk!!"


"Aaaaaccckk!!"

__ADS_1


Pasukan Pantura yang bersenjata pedang dan tombak harus roboh sebelum masuk Lawang gapit karena disergap anak buah Jiu Tong yang bela diri sambil berjoget karena mabok. Baru kali ini pasukan dari Pantura yang terkenal pelaut itu harus ketakutan dan kalang kabut berhadapan dengan pasukan mabok asuhan Zui Shen.


Ekapati yang awalnya tidak suka warganya ikut mabok seperti Jiu Tong, kini kaget setengah mati melihat jurus dewa mabok yang mereka mainkan.


"Ha ha ha..ayo..lawan aku si dewa mabok" kata Jiu Tong yang berjungkir balik menghindari serangan pasukan Pantura sambil menyerang dengan pukulan beraura miras.


Tapi itu tidak berarti ketika seorang pendekar bertubuh tinggi besar dengan pakaian mewah seperti bangsawan dari Tibet dengan mahkota menyerupai harimau dan topeng penutup wajah yang kuat seperti logam.


Pendekar naga Hitam yang disewa sultan Baron untuk menumpas habis seluruh raja di tanah Pasundan untuk dikuasai sultan muda itu.


Zui Shen yang sudah memenangkan pertarungan dengan seratus pasukan dari Sultan Pantura tak mampu menahan serangan dari pendekar Naga Hitam yang hanya menunjukkan pedang ke arahnya, maka terlihat pancaran sinar biru gelap yang mbakar dan melelehkan pedang di tangan Zui Shen. Zui Shen yang sangat digjaya ketika bergulingan badan saat mabok bertarung dengan pasukan manusia biasa unggul, berhadapan dengan makhluk asing itu harus menghindar.


"Hiiiiaaaaatttt!!"


"Bluuuaaaaarrr!!"


Ledakan dahsyat terdengar di langit ketika Zui Shen mulai menyatukan telapak tangan dan memejamkan mata seraya membacakan mantra memanggil "dewa mabok" dari langit.


"Greeeegggeerrrrkkk"


Guncangan bumi yang sangat dahsyat telah membuat seluruh istana berderak dan sebagian runtuh. Itulah serangan dahsyat dari pendekar naga Hitam saat memijak bumi dengan telapak kakinya.


Zui Shen sudah mengerahkan tenaga peringan tubuh sehingga terlihat naik terbang ke angkasa saat guncangan terjadi. Zui Shen yang sudah mendapat ijin dari dewa mabok untuk menggunakan jurus dewa mabok mulai meloncat menerkam tubuh lawannya yang sekuat robot itu.


"Wuuuuuzzzzz!!!"

__ADS_1


"Hiiiiaaaaatttt!!!"


Serangan pendekar naga Hitam yang hanya mengandalkan sihir dan pusaka pedangnya tentu berbeda dengan kekuatan tenaga murni dari Zui Shen yang diisi oleh tenaga gaib dari dewa mabok.


Gerakan Zui Shen yang sangat cepat itu mampu menghindari serangan berupa sinar laser yang terpancar keluar dari mulut dan pedang pendekar Naga Hitam.


"Hhhiiiiiaaaaattt!!"


"ZJleggk!!


"Jzlegggk!!"


Setelah guncangan bumi yang sangat dahsyat itu meluncur dari langit sosok makhluk yang sama besarnya dengan pendekar naga Hitam. Zui Shen Dibantu putranya Jiu Tong sudah bekerjasama dalam melawan makhluk asing itu. Mereka berdua tetap solid pasang kuda- kuda adu punggung mengawasi makhluk asing yang mulai menunjukkan kehebatannya dengan mengacungkan pedang dan mengirim sinar laser.


"Wuuuuuzzzzz!!"


Jiu Tong tak punya ilmu sihir dan ajian iblis sehingga ia pilih mundur sebelum dihancurkan oleh serangan gaib dari pendekar Naga Hitam. Ziu Shen yang bertahan dengan jurus dewa mabok tak berdaya ketika 3 pendekar naga Hitam itu mengayunkan pedang gaib ke tubuhnya.


"Bluaaaarrrr!!!'


"Aaaaaascccchh!!"


Kembali terdengar ledakan yang sangat dahsyat disusul dengan hembusan dahsyat badai api ketika pedang gaib dari pendekar naga Hitan berbenturan dengan Golok Setan.


"GOLOK SETAN" gumam pendekar naga Hitam yang tubuhnya terlihat mengelupas tanpa rompi kulit buaya dan mahkota kebesaran kepala naga. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat Golok Setan yang diimpikan semua pendekar dalam dunia persilatan. Ia bersumpah ingin memiliki Golok Setan dengan cara apapun.

__ADS_1


__ADS_2