
Kerajaan Kahyangan yang sebenarnya tidak besar itu berada di pulau kecil yang hampir bersatu dengan semenanjung Rangkas. Namun letak geografisnya sangat potensial di tepi samodra Kidul dan selat Sunda yang menjadi lalu lintas kapal dari benua Barat ke Benua Utara yang makmur itu. Dari sana pula pendekar sakti tanpa Tanding Kebo Kuning berasal. Melihat tanah subur yang terletak sangat strategis, Kebo Kuning tertarik dan akhirnya menduduki wilayah kekuasaan Salaka Negara yang berpenduduk para petani yang polos dan lemah. Adipati Klabang Bodas terbunuh dan istana kecil itu dikuasai Kebo Kuning.
Saat Martani dan Jiu Tong tiba di pantai barat tanah Jawa, sudah dijemput dua buah perahu yg dikemudikan prajurit dari Kahyangan. Tentu saja para prajurit atau penduduk asli pulau itu yang sudah menjadi antek Kebo Kuning curiga dengan kedatangan prajurit berkuda dari Salaka Negara. Juru mudi perahu pun bertanya kepada rombongan yang hendak menyebrang selat Sunda dengan bahasa yang penuh curiga.
"Maaf tuan- tuan ini hendak kemana ya? Kelihatannya tuan- tuan ini prajurit dari kerajaan."
"Betul paman, kami dari kerajaan Salaka Negara hendak berkunjung ke istana Adipati Klabang Putih."
"Maaf tuan, Klabang Putih sudah mati, yang ada sekarang adalah Gusti Kebo Kuning. Sebaiknya tuan- tuan tidak perlu melanjutkan perjalanan ke pulau Rangkas. Karena Gusti Kebo Kuning tidak mau menerima tamu dari orang Pasundan."
"Kenapa tidak bisa, kan Adipati Rangkas itu masih dibawah kekuasaan Salaka Negara." jawab Jiu Tong yg mulai emosi.
"Tidak bisa tuan, kalau tuan nekat kami akan melakukan kekerasan." kata Juru mudi yang mulai naik dari perahu ke darat. Jiu Tong kepalang marah akhirnya melayani niat buruk juru mudi yang mengajak bertarung. Gila tuh Martani perlihatkan ilmunya berjalan diatas air dengan sangat mudah. Hal itu jadi menyulitkan Jiu Tong yang belum memiliki ilmu setinggi itu. Tapi ia berhasil merebut satu perahu yang bisa untuk mengangkut beberapa kuda untuk menyebrang.
Namun Martani dengan sangat lincah terbang setengah berlari diatas permukaan air laut ketika para Jurumudi itu telah berhasil dikalahkan. Pukulan Martani yang juga mempunyai ajian Sapujagat sangat dahsyat menghantam kepala Juru Mudi itu. Sedang Jiu Tong yang sangat lentur tubuhnya bila menenggak miras yang dibawanya. Sampai para juru mudi itu sangat kagum karena di selat Sunda itu ia tak pernah melihat orang minum miras. Hanya pendekar langit yang mampu melakukannya berlari diatas permukaan air laut! Para Jurumudi itu harus mengakui kehebatan Martani dan Jiu Tong yang berhasil membawa pasukannya tanpa membayar kepada juru mudi.
__ADS_1
***
Kebo Kuning sedang menghukum warga yang tidak mau patuh kepada perintahnya dengan menggantung tubuh mereka ke atas batang pohon kelapa yang diikat sejajar. Kemudian membakar api unggun dibawahnya.
Prajurit Kebo Kuning ternyata terdiri dari bermacam suku bangsa yang datang dengan berlayar. Para nelayan asing itu dikalahkan kemudian dijadikan prajuritnya. Mereka tentu saja sangat kuat dan kejam menyiksa tawanan yang membangkang. Termasuk warga Ujung Kulon dan pantai Banten.
"Ha ha ha..ayo bakar mereka sampai gosong" kata Kebo Kuning sambil menunjuk ke arah deretan manusia yang digantung kakinya berada diatas, sedang kepalanya dibawah.
Martani yang datang melihat itu tentu saja langsung marah dan menghentikan kobaran api itu dengan badai es yang dikirim melalui pukulan Bayubodro.
"Hiiiiaaaaatttt!!"
Seketika kobaran api unggun yang membakar tubuh para tawanan itu padam dan bahkan badai dahsyat itu menyerang Kebo Kuning.
Namun pendekar sakti dari benua Utara itu masih tegak berdiri tak goyah mendapat serangan dari Martani. Malah ia menggerakkan kedua tangannya sambil memberi aba- ke belakangnya.
__ADS_1
"Ayo..serbuuuu !! Musuh datang !!!!"
Martani tidak menyangka bila yang dihadapi ternyata bukan Klabang Bodas. Adipati yang memmbangkang itu ternyata telah terbunuh oleh Kebo Kuning.
Jiu Tong sudah sampai di wilayah istana Kahyang yang masuk wilayah kekuasaan Salaka Negara. Pasukan kungfu yang terdiri dari sepuluh orang tentu tidak imbang menghadapi ratusan prajurit dari Kebo Kuning yang juga prajurit kungfu dari benua Utara.
Martani terdesak mundur ketika Kebo Kuning sudah mulai menyerang dengan tenaga dalam dan jurus tingkat 3 dewa. Jurus 3 Dewa yang sangat dahsyat itu belum pernah dilihat Martani sebelumnya.
"Heeeeaaaaahhhh!!"
Sebuah pukulan yang sangat keras dan cepat yang dilakukan Kebo Kuning ke tubuh Martani sehingga ia terlempar sejauh 50 meter dan jatuh terkapar ke tanah.
"Brukk!!"
Jiu Tong dan pasukan dari Elang Putih tak kuasa ketika berhadapan dengan pasukan dari SAOLIN yang punya jurus sama.
__ADS_1
Jiu Tong tertangkap oleh salah satu prajurit lawan karena gerakan jurusnya sama dengan mereka.
"Apakah kisanak juga dari tanah Utara ?" tanya prajurit dari Kebo Kuning.