
Gusti Pakuaji telah mendengar kesaktian Wiro Sabrang semenjak menguasai istana Salaka Negara. Karena itulah ia mengumpulkan semua anggota sekte hitam di seluruh tanah Jawa untuk menangkap hidup atau mati pendekar Golok Setan yang tak terkalahkan itu.
Gendir Bumi,Banaspati dan Pendekar Raja Naga berkumpul dalam satu ruangan tertutup istana Pagar Nyawa. Mereka sedang berembug strategi perang untuk membunuh Wiro Sabrang yang legend karena ia adalah pendekar purba yang tidak bisa mati atau abadi.
"Mustahil makhluk hidup diatas bumi tidak bisa mati." kata Lembu Adus yang seorang pendekar paranormal yang mampu menangkap setan.
"Masalahnya Wiro Sabrang adalah pendekar yang jadi korban bencana alam dimasanya yang kemudian dihidupkan kembali oleh sang Hyang Dewanata penguasa kehidupan."
"Kamu tahu darimana?"
"Aku telah pergi ke Lemah Putih waktu berburu pusaka, dan ketika itu aku harus bertanding dengan ya tetapi aku dikalahkan"
"Nah itu hanya kekalahanmu, bukan fakta riwayat Wiro kan?"
Lembu Aduspun diam karena argumentasinya ngawur. Sekarang Pakuaji yang tunjuk jari untuk usul.
"Menurut aku, Wiro Sabrang adalah manusia biasa sama seperti kita, buktinya baru saja dia dilamar Salokantara raja Pejajaran untuk nikah dengan putri Domas. Bagaimana mungkin seorang pendekar langit nikahi manusia?"
__ADS_1
"Betul sekali kakang. Aku setuju dengan usulmu. Mulai sekarang kita mesti menyerang Wiro Sabrang ke istananya, tidak perlu bawa pasukan."
"Caranya?"
"Kamu Gendir Bumi dan Pendekar Raja Naga yang menyerang Wiro, aku akan mengambil putri Domas." kata Pakuaji.
"Bagus. Aku juga inginkan gadis cantik itu kangmas, Biar bekas Wiro Sabrang aku siap kok menjadikan dia selirku"
"Ha ha ha ha..ayo kita minum ciu cap kambing ini. " kata Lembu Adus.
Ada lebih seratus anggota sekte hitam yang datang dalam acara itu. Tetapi mereka tidak ikut bicara dalam rencana penangkapan Wiro Sabrang dan istrinya.Karena mereka bukan pendekar langit yang kebal dan tidak bisa mati. Para pendekar itu sudah disediakan hiburan berupa penari jaipong yang masih remaja dan cantik- cantik. Penari jaipong dari tanah pegunungan Selatan yang terkenal berkulit putih dan cantik- cantik tentu menambah gairah para pendekar sebelum bertarung.
"Glegerrrrrrrkkk"
Tanahpun berderak dan berguncang hebat hingga duduk mereka terusik, tergoyah dan jatuh ke lantai istana Pagar Nyawa. Hanya pendekar Raja Naga yang peka terhadap tanda- tanda musibah itu. Gendir Bumi yang telah nonaktif sebagai iblis karena pernah dibunuh oleh Wiro Sabrang tak berani komentar. Sekalipun kini ia berharap dari kebaikan dewa Yamadipati.
"Jlegg!!"
__ADS_1
Sosok bayangan makhluk besar berkepala buaya itu telah datang berdiri di depan mereka. Bajul Segara. Pendekar langit yang juga menjadi utusan dewa Laut karena ingin menuntut balas kematian ayahnya oleh Wiro Sabrang.
"Akhirnya engkau juga datang sahabatku" kata Pendekar Raja Naga.
"Aku hanya akan bertemu dengan calon istriku putri Domas." kata Bajul Segara sambil tertawa. Pakuaji benar- benar sangat cemburu jika semua anggota sekte Hitam inginkan putri Domas yang konon kecantikannya telah viral ke Benua Utara dan Timur.
"Ha ha ha..putri Domas itu hanya satu dan telah menjadi istri Wiro Sabrang, bagaimana mungkin kalian semua ingin merebutnya?"
"Lalu siapa yang inginkan Putri Domas itu selain aku?"
"Raden Pakuaji yang telah membayar kita untuk merebut wanita cantik itu dari Wiro Sabrang." kata Lembu Adus.
"Kalau begitu lebih baik aku sendiri yang datang kesana, merebut calon istriku dari Wiro Sabrang " kata Bajul Segara yang tubuhnya menjulang ke langit dan kedua kakinya tertancap di bumi.
"Hiiiiiaaaaattt!!!"
"Wuuuuuuzzzzz!!"
__ADS_1
Pendekar Naga Raja sudah mulai emosi kepada Bajul Segara yang tidak mau bekerja sama.