
Kelahiran bocah pendekar yang luar biasa itu telah didengar oleh seluruh pendekar dan anggota sekte baik Naga Putih maupun Sekte Naga Hitam.
Telah lahir seorang pendekar REINKARNASI GOLOK SETAN di benua Selatan. Hal itu telah didengar oleh mereka lewat impian dan juga firasat atau Wahyu yang datang saat orang bertapa.
Sangat bersenang hati dan bersenangat bagi anggota Sekte Naga Putih karena pendekar yang baru lahir itu berasal dari sekte Naga Putih. Tetapi di lain pihak, Kelompok sekte Naga Hitam pasti sangat geram dan penasaran ingin menghabisi pendekar dan keluarganya yang adalah kelompok sekte Naga Putih.
Walau mereka belum tahu siapa pendekar yang dimaksud, tetapi para pendukung dan musuh mulai bersiap memburu lokasi keberadaan pendekar itu.
Wiro Sabrang sangat bahagia mendapat momongan seorang bocah laki- laki yang pastinya kelak bisa menyambung keturunan anak pendekar yang sangat sakti dan berjiwa ksatria. Semenjak kelahiran Anom Wiro Sabrang, tanah Pasundan mulai tentram dan damai karena para pasukan iblis telah dikalahkan dan lenyap dari bumi. Tapi tantangan baru mulai menghadang ketika gerombolan sekte Naga Wulung berdatangan ke tanah Jawa untuk menyerang sekte Naga Putih yang dipimpin oleh pendekar Anom Wiro Sabrang. Bagaimana mungkin bayi yang baru lahir itu telah dikenal namanya sampai benua Besar dan Lautan Utara.
"Mereka sudah mendapat firasat itu lewat mimpi dan Wahyu dari dewa, Raden." kata Sentanu ketika dipanggil Wiro Sabrang menghadap ke istana.
__ADS_1
Antara senang dan susah
karena pertumbuhan Anom Wiro Sabrang sangat pesat setelah usia 10 tahun sudah setinggi tubuh dan ilmu ayahnya. Sementara suasana damai yang terbangun di tatar Pasundan mulai resah semenjak kedatangan para pendekar asing yang mulai merusak dan menghantui kegiatan sekte Naga Putih.
"Ampuun Gusti. Istana sudah dikepung pasukan dari Lautan Utara." kata seorang pengawal Salaka Negara yang datang sangat panik.
"Siapkan pasukan kungfu Elang Putih. Katakan pada Zui Shen untuk mengatur barisan depan Beteng"
"Sendika Gusti."
Benar juga kata pengawal jika istana telah dikepung musuh dari semua sudut sehingga sulit untuk bisa keluar tanpa bertarung dengan musuh.
__ADS_1
Ketika gerbang kayu setebal 30 cm itu dibuka, pasukan asing sudah masuk dengan senjata siap di tangan. Zui Shen bersama Jiu Tong dan para anggota kungfu Elang Putih bersiaga menghadapi serangan lawan yang sudah membabi buta. Tak mudah bertarung dengan pasukan asing yang rata- rata pinter kungfu. Dengan tangan kosong saja mereka sangat hebat sehingga prajurit dari dalam Beteng kewalahan dan terdesak mundur. Namun pasukan asing tidak memiliki ilmu sihir seperti yang dikembangkan oleh Zui Shen yang mampu membuat senjata musuhnya lembek seperti pisang goreng. Bahkan aji rawarontek yang disegani para pendekar asing itu dimiliki prajurit Zui Shen.
"Mana Wiro Sabrang?"
Lima orang pendekar bertubuh kekar dengan rambut panjang dan brewokan melompat masuk ke dalam garis belakang garda kuat istana. Wiro Sabrang dan Gagak Putih melompat menghadang ke hadapan mereka.
"Akulah Wiro Sabrang" kata Gagak Putih yang mencoba mengaku sebagai raja Salaka Negara.
Tentu saja para pendekar itu sangat terkejut ketika melihat yang maju berhadapan adalah seorang pengawal yang bertubuh kurus tinggi tak tampak aura pendekar langit seperti yang mereka cari.
"Ha ha ha kamu? Wiro Sabrang? hiiiiaaaattt!!"
__ADS_1
Pendekar Brewok itu adalah gerombolan Brewok iblis yang telah lama menjajah bumi Jawa dan sekitarnya. Melihat yang bernama Wiro Sabrang cuma seorang pengawal Gagak Putih, langsung menggebrak dengan pukulan mautnya.
Gagak Putih yang juga punya ajian Sapujagad tidak gentar mendapat serangan dari mereka. Bahkan Sapujagat yang dikirim lewat pukulan angin telah menjatuhkan pendekar Brewok hingga terperosok. Sapujagat adalah ajian paling dahsyat untuk ukuran manusia biasa, sehingga mampu melemparkan tubuh pendekar itu sejauh puluhan meter. Sayang sekali para pendekar itu juga memiliki kekebalan tubuh seperti setan.