
Maesa Danu" Gumam Wiro Sabrang dalam hati. Laki- laki bertubuh tegap dengan baju rompi terbuat dari kulit sapi dan berpakaian bawah kain batik bersulam sutra menampilkan bahwa ia adalah orang bangsawan dari Monggolia. Logat bahasanya yang campur aduk itu tidak bisa ditangkap oleh prajurit Singosari. Tapi Kebo Marcuet mempersilahkan dengan bahasa isyarat yang sopan sebagai guru sekte putih.
"Apa keperluan kisanak mencari aku?" tanya Kebo Marcuet yang mengaku sebagai Kertajaya.
"Aku ingin mencoba kesaktian mu sebagai pimpinan perguruan harusnya kamu seorang jago kungfu hebat."
"Bolehlah kalau kamu ingin mencoba, kita sama- sama berlatih."
Namun baru saja Kebo Marcuet pasang kuda- kuda dan memulai gerakan jurus awal, tiba- tiba Maesa Danu sudah menyerang dengan gerakan sangat cepat.
"Hiiiiaaaaattt!!!"
"Heit.. heit Heit yaaah"
"Glasaaarrr!!"
Kebo Marcuet jatuh ke belakang membentur pagar setinggil yang terbuat dari tembok besar.Tapi kemudian bersalto dan siap menghadapi serangan berikutnya. Maesa Danu yang bergerak sangat cepat hampir tak memberi kesempatan lawan untuk membalas serangan.
"Hiiiiaaaattt Hiiiiaaaatt"
"Wuuuuusssss!!"
Terpaksa Kebo Marcuet menangkis dengan tongkat kayu yang adalah senjatanya dalam bermain jurus Kun tauw. Kali ini tenaga Maesa Danu yang luar biasa dahsyat itu merebut tongkat kayu dan memukulnya dengan tenaga dalam sehingga tongkat terpotong menjadi beberapa bagian. Kebo Marcuet kembali menerima tendangan dari Maesa Danu bagian kepala.
"Hiiiiaaaattt!!"
__ADS_1
"Bukkk Bukk Glasarr!!"
Kebo Marcuet terkapar dan Maesa Danu bersama lima pengawalnya langdung melompat sambil menghunjamkan pedang ke dada Kebo Marcuet.
"Mampus kau!!"
"Heeeeaaaahhh!!"
Wiro Sabrang tidak tinggal diam melihat kecurangan seorang pendekar dengan menyerang disaat lawan sedang terjatuh tak berdaya bahkan dengan senjata tajam. Wiro Sabrang dengan jurus Cimande yang dipadu dengan tenada dalam berhasil menahan tubuh Maesa Danu melayang di udara tidak tersentuh tubuh Kebo Marcuet.
"Main yang benar!!"
"Huh apa perdulimu. Kamu mau cari mampus ya!"
Suasana istana Singosari jadi ramai ketika pengunjung di luar arena sudah banyak ingin mendaftar tamtama sambil menonton pertunjukan adu kesaktian antara Wiro Sabrang yang dijeroyok oleh gerombolan Maesa Danu.
"Heit Heit Heit!!"
"Yaaaahhh."
Satu persatu anak buah Maesa Danu berjatuhan ditendang dan dipukul Wiro Sabrang tanpa menggunakan senjata tajam. Sebaliknya Maesa Danu yang terbeliak matanya menyaksikan betapa sangat cepat serangan tangan Wiro Sabrang menjatuhkan semua anak buahnya. Bahkan senjata pedang ditangannya tak mampu melukai punggubv dan tangan Wiro.
"Hmm, dia kebal" gumam Maesa Danu yang mulai menggunakan pukulan tenaga dalam dan ajian Waligeni. Sambil dorongkan telapak tangan ke depan perlahan Maesa Danu menyalurkan tenaga dalam.
"Hiiiiaaaattt!!"
__ADS_1
"Bluaaaarrr!!"
Rentetan sinar biru yang sangat terang terpancar dari telapak tangan Maesa Danu, bertemu dengan sibar kuning yang terpancar dari telapak tangan Wiro Sabrang. Ledakan dahsyat itu membuat kedua pendekar terlempar ke belakang. Namun Wiro Sabrang bersalto dan kembali berdiri pada posisi semula. Wiro baru kali ini tenaganya tertandingi oleh lawan seperti Maesa Danu.
Maesa Danu kemudian mencabut pedang di pinggang yang mungkin pusaka yang jadi andalannya ketika ia merasa terdesak oleh serangan Wiro Sabrang.
Kedua pendekar itu saling tunjukkan pusakanya yang bersinar kemilau pertanda punya aura magis yang sangat menggetarkan.
Baru pertama kali ini Wiro Sabrang berhadapan dengan seorang pendekar sakti yang berjiwa ksatria berani adu kekuatan imbang dengannya. Wiro Sabrang ayunkan pusaka golok setan ketika pedang Maesa Danu lebih dulu meluncur ke dadanya.
"Trang !! Trang!!"
"Blaaarrr!!"
Dua senjata pusaka itu saling berbentur dan timbulkan ledakan yang sangat keras dan bercahaya sangat terang. Pengunjung yang awalnya hanya mendaftar tamtama yang diurus Kebo Marcuet, kini malah menonton pertarungan yang sangat hebat dari dua pendekar sakti. Pusaka golok setan yang sangat dahsyat itu sampyuh ketika beradu dengan pedang Maesa Danu.
Iblis Klabang Geni sampai Gendir Bumi saja ketakutan bertarung dengan golok setan, kini Maesa Danu tenang- tenang saja dengan pedang pusakanya.
Akhirnya Maesa Danu hanya berdiri tegap sambil membungkukkan badan memberi hormat kepada Wiro Sabrang.
"Kalau boleh tahu siapa nama kisanak?" tanya Maesa Danu seraya mengulurkan tangan dan tersenyum.
"Aku Wiro Sabrang, Maesa Danu."
"Wiro Sabrang?" Maesa Danu terkejut mendengar jawaban Wiro.
__ADS_1