
"Sebenarnya Keluarga Kertajaya sudah dibunuh oleh pangeran Singoyudo dengan kekuatan gaib." bisik Batari Durga.
"Tapi bukankah kekuatan gaib itu adalah keberadaan Muninggar di dalam keris Nogososro?"
"Tidak. Dia membunuh tidak dengan keris Nogososro, melainkan pedang yang diisi roh jahat dari Calonarang." kata Muninggar.
Berarti benar kata Suro Gendeng bila kekuasaan Calonarang sudah melebar sampai seluruh kerajaan di tamah Jawa. Gumam Wiro Sabrang dalam hati.
"Hiiiiiaaaaaaatttt!!"
Kertajaya yang sudah tua itu kini punya kekuatan lipat ganda dari yang sebenarnya. Ia mampu mengangkat meja kayu jati yang sangat besar dan berat itu dilemparkan ke tubuh Wiro Sabrang.
"Uhhh..hhheeeaaaaa"
"Brakk !"
Meja besar yang biasa digunakan untuk pesta itu hancur berkeping setelah berbentur dengan pilar istana. Wiro Sabrang mengelak dengan bersalto dan kembali berdiri di depan Kertajaya.
"Ayahanda!!"
"Mampus kamu!!"
__ADS_1
Benar juga kata Batari Durga jika Kertajaya telah mati. Yang ada sekarang hanyalah jasad yang diisi roh iblis. Terbukti tidak mendengar panggilan Wiro Sabrang, tapi malah marah dan liar ingin membunuh.
Melihat raut muka Kertajaya yang sudah tua itu Wiro Sabrang tidak sampai hati untuk membunuh. Tapi jika itu adalah yang terbaik, setidaknya ia bisa melihat siapa dibalik keruntuhan Singosari. Apakah masih ada kekuatan lain setelah Singoyudo mati selamanya.
Wiro Sabrang terpaksa kerahkan Bayugeni untuk menghancurkan jasad Kertajaya dan keluarganya.
" Hiiiiaaaaahhhh!!"
"Bluuuaaaaarrrr!!"
Ledakan dahsyat itu terdengar sangat menggetarkan bila tubuh manusia2 mati itu akhirnya hancur dan lenyap dari pandangan mata lecuali suara- suara roh halus yang kabur melarikan diri. Kini jasad dari keluarga Kertajaya telah mati selamanya tidak akan bisa bangkit hidup lagi selain ada makhluk halus yang tidak terlihat kasat mata.
***
Benar apa yang dikatakan Suro Gendeng bila kerajaan Mojopahit telah menjadi semakin besar dan kuat karena keberadaan raja iblis Calonarang yang telah mengusai seluruh wilayah sepanjang pantai timur tanah Jawa. Suro Gendeng ternyata hampir keteter ketika berhadapan dengan WAROK dan Gumarang yang bukan manusia biasa.
Wiro Sabrang adalah pendekar yang mampu membinasakan semua makhluk halus atau iblis yang memusuhi manusia. Sedang Suro Gendeng hanya mampu bertarung dengan manusia yang berilmu iblis menggunakan kapak Naga emas jelmaan dari ular naga raksasa seperti golok Setan.
Warok dan Gumarang yang terlihat jelas Dimata Wiro Sabrang sebagai siluman celeng menyerang Suro Gendeng tanpa ampun. Kapak Suro Gendeng tidak akan mampu melukai binatang itu selain serangan dari Wiro Sabrang melalui bumi saketi yang membakar habis ujud binayang siluman itu hingga lenyap tak terlihat kasat mata.
"Wuuuuuuzzzzzz!!"
__ADS_1
"Bluuuuaaaaarrrr!!"
Ledakan yang sangat dahsyat terdengar hingga memecah keheningan dalam istana Mojopahit yang kini hanya dihuni oleh para manusia siluman.
"Ha ha ha ha..hebat kalian..ternyata kalian memang pendekar sakti mampu masuk ke dalam istanaku" kata Calonarang yang ternyata masih hidup.
"Calonarang!" gumam Wiro Sabrang.
"Heran kan? ternyata aku tidak bisa mati. Sudahlah Wiro..lebih baik engkau bergabung dengan aku saja, aku jadikan engkau Senopati di istana Mojopahit. Bagaimana?"
Wiro Sabrang tidak menjawab selain matanya menatap tajam ke wajah Calonarang. Ia minta bantuan Antaboga untuk melenyapkan raja iblis yang satu ini dengan tenaga gaib tentunya. Wiro Sabrang bersiap kerahkan tenaga gaib Bumi saketi dan bantuan gurunya Antaboga.
"Hhhiiiiiaaaaattt!!!"
"Bluaaaaarrrrr"
"Ha ha ha ha ha!"
Serangan Wiro Sabrang yang sangat dahsyat itu telah meledakkan tubuh Calonarang. Tapi sekejap kemudian makhluk iblis itu telah kembali muncul lebih dekat dengan Wiro Sabrang yang menjadi sangat terkejut.
"Hua ha ha ha.. percuma saja engkau kerahkan semua ilmumu tidak akan mampu membunuhku Wiro.." kata Calonarang.
__ADS_1