
Wiro Sabrang kembali kena batunya berhadapan dengan tiga raja iblis Dragon Api dari benua Utara. Untung sekali ada Kalingga yang sudah mengerahkan ilmu Totok Darah Dewa yang bisa digunakan untuk menghentikan aliran darah manusia sehingga tidak bisa menggerakkan anggota badannya. Tapi tiga iblis Dragon bukanlah manusia. Dragonpun tak perlu dilempar bisa terbang untuk menyiasati lawan. Satu- satunya cara untuk mengalahkan hanyalah pusaka Golok Setan yang juga berisi tiga roh setan pendekar. Tentu saja Kalingga belum tahu apa yang dilakukan Wiro Sabrang tanpa kehadiran sahabatnya itu.
Ketika Wiro Sabrang mencabut Golok Setan dari sarungnya, ketiga monster Dragon itu membelalak matanya kerena pusaka itulah yang diinginkan..
Betapa tidak, pusaka Golok Setan ditangan Wiro Sabrang ketika diangkat ke atas kepala akan memancarkan sinar kemilau berwarna kuning kebiruan yang sangat terang dan membias menembus langit. Dragon dengan sangat cepat menggerakkan tangan dan menyedot Golok Setan ke telapak tangan menggunakan ilmu sihir.
"Wuuuuuussss!!"
"Jlepp!!"
Taj disangka oleh Dragon bila golok setan yg diinginkan itu bukan sembarang senjata. Ia bisa berubah menjadi seekor ular naga Raksasa yang mampu mempunuh iblis.
Dragon terbelalak natanya ketika usahanya gagal terhalang sinar putih yang terpancar dari mata Kalingga hingga membuat monster itu terbakar hebat. Namun begitu Wiro tetap ayunkan golok Setan menebas gerakan tubuh Dragon.
"Krakk!"
"Bluaaaaarrrrr!!"
__ADS_1
Dragon yang telah berulang kali diserang dengan jurus gaib Kalingga dan Wiro Sabrang masih kuat bertahan dan malah tertawa meremehkan lawan. Wiro Sabrang akhirnya sepakat menyerang mereka secara bergabung sambil kerahkan jurus maut dari pusaka mereka.
"Hhhiiiiiaaaaahhh!!"
Wiro Sabrang yang pusatkan pandangan ke gerakan kaki lawan yang bila salah pukul berakibat fatal. Sedang Kalingga yang punya kekuatan sihir sangat mumpuni menyatukan telapak tangannya seraya melompat menampar kepala dua Dragon yang berkulit buaya itu.
"Duaaaarrrrr!!"
Ledakan dahsyat kembali terdengar saat telapak tangan Kalingga beradu dengan kepala Dragon Api hingga pecah. Sedang Wiro Sabrang menggempur dengan Golok Setan yang berujud bayangan ular naga raksasa. Dragon Api yang berkulit buaya itu tak berarti bagi naga Antaboga yang bersembunyi di dalam mata golok Setan.
"Bluaaaaarrrrr!!"
"Sebenarnya mereka hanyalah bentuk dari sifat sifat manusia yang hidup diatas bumi ini Wiro"
"Betul sekali. Seperti yang aku alami ketika aku berada di gunung Timur tepatnya di Kraton Singosari, raja iblis itu memang diundang sang raja untuk ikut membantu menindas manusia lemah"
"Karena itulah aku diberi tugas oleh sang Hyang Dewanata untuk mengusir para lelembut jahat yang bermukim dalam jiwa manusia."
__ADS_1
"Ayoh..kita lenjutkan makan- makan di dalam istanaku." kata Wiro Sabrang.
Kedua sahabat itu kembali melangkah memasuki pendopo istana untuk bersenang- senang dengan ponggawa. Zui Shen masih melatih para prajurit bela diri kungfu di alun,- alun. Para putri dayang istana sudah membenahi makanan raja dan ponggawa. Bagaspati dan Jaka Gedug sudah meramaikan gamelan atau musik jaipong dengan penari yang cantik- cantik.
"Apakah wanita- wanita itu istrimu semua Wiro?"
"Bukan, mereka adalah pelayanku. Pelayan istana. Sedang istriku itu yang sedang hamil." kata Wiro Sabrang. Wiro jadi terbayang betapa sahabatnya itu telah lama tidak bersentuhan dengan wanita.Jaman mereka dulu kan hampir tidak pernah bertemu dengan wanita karena pengembara itu semua laki- laki.
"Aku boleh minta seorang dari dayangmu untuk menemaniku tidur?"
"Boleh..boleh. Pilih yang mana yang kau suka"
"Dayang, tolong semua menghadap aku, dekat kesinilah." kata Wiro memanggil para dayang berkumpul.
"Sendika dawuh Gusti"
Dayang yang masih remaja dan berkulit kuning itu berpakaian kain batik sampai dada yang diikat bagian perut dengan kain selendang. Sehingga dada yang putih dan segar itu dipandang Wiro atau Kalingga sangat indah. Dayang- dayang itu dulu bekas dikuasai raja iblis yang telah ditumpas Wiro Sabrang. Tapi Wiro tidak begitu bernafsu dengan menikahi para wanita itu karena ia seorang ksatria dari langit yang jauh dari hawa nafsu.
__ADS_1