PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 50


__ADS_3

Wiro Sabrang terjaga dari tidurnya ketika ia melihat ada seorang wanita prajurit berpakaian lengkap dengan dua tangan menggenggam pedang. Wanita itu sangat muda dan cantik seperti bidadari saja tanpa cacat. Seumur hidupnya baru kali ini Wiro Sabrang bergetar melihat kesempurnaan wanita. Tidak hanya cantik, wanita itu kelihatan ada garis bangsawan sehingga tutur kata dan sifatnya sangat anggun. Tapi Wiro tetap ingin pertahankan sikap dan bahasanya menghadapi wanita berkasta tinggi seperti dia.


"Namaku Jian Ling, Engkau Wiro Sabrang kan?"


Wiro Sabrang masih ingat saat dalam mimpi, gadis itu memperkenalkan namanya, aneh dia tahu nama Wiro. Wiro jadi penasaran dan mengingat- ingat siapa ya..wanita itu?


Bagaimana mungkin jika dalam pertarungan ini ada seorang gadis cantik datang ikut bertanding?


     Pengunjung yang kebanyakan laki- laki tentu saja bersorak senang memandang kehadirannya. Wiro Sabrang takut bila gadis itu akan terluka jika bermain dengan pedang.


      "Baiklah aku yang akan melawan MU sayang." kata seorang pemuda yang sudah siap berdiri di depan wanita itu. Si gadis yang tidak tampak ramah dan tersenyum itu membuatnya anggun menakutkan. Tapi tetap saja menarik perhatian bagi para petarung laki- laki.


       Ketika gadis itu mulai bergerak menggeser kaki dan menatap tajam ke arah mata lawan, semua mata fokus memandang wajahnya yang cantik.


      "Hiiiiaaaaatttt!!"


      "Hep Hep Hep  brukk!!"


     Gerakan gadis itu sangat cepat dan berbahaya bagi lawan yang sembrono. Pemuda yang tidak serius itu roboh dan tak berkutik ketika sabetan pedang singadis telah merobek dadanya sambil menyikut rahang.


   "Gong!!"


    Ronde pertama sudah dimenangkan si gadis karena si pemuda sudah menyerah kalah tak berdaya tertusuk pedang dan kepalanya sulit digerakkan terkena siku si gadis.

__ADS_1


      " Waaah sadis tuh pendekar." kata pengunjung.


     Suasana jadi tegang ketika kontestan ada yang melompat di depan si gadis lagi sambil demo cara main pedang yang baik.  Tampaknya pemuda yang terakhir bukan pendekar sembarangan dilihat dari gerakan pedangnya yang sangat mahir. Pastilah lawan akan mudah menyerah bila terkena sabetan pedang pendekar itu. Tetapi si gadis yang tidak menyebut namanya itu tetap tenang dan tidak merespon gerakan pedang seperti seorang pendekar. Tetapi matanya tetep fokus mengawasi gerak lawannya yang tengil.


      "Hiiiiaaaaatttt!!"


     Gerakan pedang gadis itu sangat cepat melayang diatas kepala lawan setengah bersalto kemudian berbalik menikam punggung lawan dari udara. Tanpa ampun pemuda tengil itu roboh ke papan panggung sambil merintih.


"Gong!!"


Jaka Gedug langsung memukul gong pertanda ronde diputus karena dianggap si gadis menang K.O.  Tetapi takkan ada yang menduga ketika gadis itu tiba- tiba melompat tinggi dan menyerang Wiro Sabrang yang saat itu mengawasi jalannya pertarungan.


     "Hiiiiaaaattt  hiiiiaaatt"


     Melihat serangannya yang tidak main- main, Wiro Sabrang melayaninya dengan serius sehingga gadis itu terpental dan bersalto mundur hingga lima meter. Seluruh pengunjung jadi sangat tegang melihat betapa pendekar pedang itu sangat lihay memainkan pedangnya. Untung Wiro Sabrang adalah seorang pendekar yang mumpuni sehingga ia walau sekarang menjadi raja, tidak gentar bertarung dengan pendekar sekelas kaisar Naga Emas.


     "Wuuuussss!!"


     Wiro Sabrang jadi teringat seseorang pendekar wanita yang pernah ditemuinya dalam mimpi. Benarkah dia Jian Ling yang sangat sempurna itu? Tanya Wiro Sabrang dalam hati. Pedang gadis itu memancarkan sinar biru yang menyilaukan mata. Gerakannya tidak terlihat kasat mata, tetapi mampu melukai laean jika Wiro tak memiliki golok setan yang juga memancar sinar kuning aura mistik.


     "Jlegg!!"


     "Jlegg!!"

__ADS_1


    Kedua pendekar itu kemudian bersalto dan kembali berdiri saling berhadapan.


     "Wiro Sabrang!!"


    "Batari Durga!!"


    Wiro Sabrang sudah menduga pasti pendekar legenda ini yang datang dalam mimpinya. Ratu pedang yang konon dicari Muninggar karena dulu pernah merebut suaminya selama 100 tahun dan mengembalikan setelah renta hingga dibunuh di istana Lemah Putih.


      "Bagaimana bisa menemui ku?" tanya Wiro Sabrang.


      "Bukankah engkau yang memanggil aku? Siapa yang selalu kau ajak kemana engkau pergi?"


       "Pertanyaanmu itu!!"


       "Ayahku Antaboga!"


       "Oh my God!! Tak kusangka!!"


       "Kalau begitu kita harus segera berangkat menemui Muninggar."


       "Dia sudah kubunuh!"


       "Mati ? Bukankah kita juga sudah mati?" sambung Batari Durga sambil tersenyum. Wiro lupa jika yang bertanya itu juga pendekar reborn. Wiro Sabrang teringat pada Singosari yang terakhir memegang keris pusaka Nogososro itu yang menuntut ingin membalas dendam kepada Batari Durga. Yah pantas saja kalau gadis cantik ini meminta mempertemukan dengan Muninggar yang ada di tangan pengerah Singoyudo.

__ADS_1


      Kedua pendekar itu sudah masuk ke dalam istana untuk memadu kasih. Wiro Sabrang baru pertama kali ini jatuh hati kepada seorang Batari atau Dewi Durga. Walau usianya sudah lebih 600 tahun, tapi masih tampak muda seperti 17 tahun saja.  Wiro Sabrang juga sudah seumuran dengan gadis itu kalau dihitung sejak jaman kejayaannya.


      Pertandingan tetap berlanjut diwakili pengawal tua Zui Shen dan Jiu Tong si dewa Mabok. Jiu Tong yang suka berjoget bila sedang bertarung itu membuat pengunjung tertawa.


__ADS_2