
Sentanu sudah dimintai ijin oleh Wiro Sabrang untuk pergi meninggalkan istana sebentar mengantar Batari Durga bertemu dengan Muninggar. Hanya kepada Sentanu Wiro Sabrang berterus terang perihal skandal Muninggar atau keris pusaka Nogososro yang hanya mau ikut kepada Wiro Sabrang. Bukan malah dipegang oleh raja Singosari. Itulah sebabnya Singosari jadi kisruh dan tidak pernah damai.
"Hamba mengerti yang Raden maksud.Selamat bertugas. Hati- hati Raden"
***
Singosari telah runtuh. Kertajaya dan keluarga telah mengungsi atau disembunyikan oleh Singoyudo putranya. Sedang seluruh ponggawa istana telah diganti pasukan dari Mojosongo atau Mojopahit baru. Karena itu kedatangan Wiro Sabrang tidak dikenal dan harus bertarung dengan para pengawal kerajaan yang memang didoktrin untuk ketat menerima tamu tak diundang.
Jika bukan Wiro Sabrang tidak mungkin bisa menerobos barisan tamtama yang berlapis itu. Tapi Wiro cukup melompat dan terbang diatas kepala mereka hingga mampu menggapai singgasana dimana pangeran Singoyudo bertahta. Siapa yang mengantar Wiro Sabrang datang ke dalam istana Singosari kalau bukan Batari Durga yang masuk ke dalam tubuhnya atau bersemayam di dalam pusaka golok setan.
"Singoyudo, dimana ayahanda Kertajaya?"
"Wiro Sabrang!! Kau pikir Kertajaya itu ayahmu? Bukan ya. Beliau adalah ayahku yang sah. Tapi kalau engkau mau menuntut balas karena ibuku yang pernah membunuhmu saat kamu kecil, lawanlah aku!!"
"Aku ingin keris pusaka Nogososro kuambil "
"Apa? Ini keris pusaka Nogososro adalah nyawaku akan kau ambil? Baik. Terimalah ini. Hiiiiaatt!!"
Wiro Sabrang sudah menduga bila keris pusaka Nogososro memberi aura mistis pada pemakainya sehingga Singoyudo seperti iblis yang sangat ganas ketika berhadapan dengan Wiro Sabrang. Wajahnya yang berubah menjadi sangat garang menerkam Wiro dengan keris pusaka di tangannya.
"Hiaaaaaatttt!!"
__ADS_1
"Trang Trang Trang !!"
Benturan keris ke tubuh Wiro Sabrang yang kenal itu menimbulkan suara yang gemrincing. Logam ketemu logam. Tapi Singoyudo sangat bernafsu ketika terbawa aura iblis keris pusaka itu hingga menggeram dan menikam tiada lelah. Wiro Sabrang melayani tanpa menggunakan pusaka golok setan karena menggap lawannya adalah manusia biasa. Namun ketika Singoyudo perlihatkan ilmu kanuragannya dengan mengerahkan Aji Boyoputih, baru Wiro cabut pusaka golok setan yang pancarkan aura magis sangat tinggi. Golok setan yang sensitif itu diayunkan menebas keris pusaka Nogososro di tangan Singoyudo.
"Hiiiiaaaaatttt!!!"
"Gluaaaarrrr!!!"
Singoyudo langsung melompat dan jatuh tersungkur karena keris pusaka ditangannya telah menjelma menjadi seorang pendekar wanita yang sangat legend. Muninggar si ratu pedang. Begitu pula seorang putri cantik yang melompat dari tubuh Wiro Sabrang.
Kedua putri pedang itu saling berpandangan dan mengacungkan pedang masing - masing ke arah tubuh lawannya.
"Saat yang indah yang kutunggu ratusan tahun"
" Hiiiiaaaaatttt!!"
"Heeeaaaaahhh!!!"
Dua pendekar pedang itu saling serang dengan kecepatan tinggi dan suara gemericik benturan pedang dan ilmu tingkat dewa sehingga tak satupun dari mereka yang mudah jatuh kalah. Keduanya bergerak sangat cepat dan berbahaya jika dilawan manusia biasa. Mungkin beda bila yang menandingi adalah Wiro Sabrang.
Pertarungan yang sangat hebat sehingga para ponggawa Singoyudo hanya berdiri termangu saja. Baru pertama kali ini Singoyudo melihat kecantikan dari ratu pedang bertanding. Muninggar yang adalah ratu dalam istana Lemah Putih yang dulu ditemui Wiro Sabrang, adalah jelmaan dari keris pusaka Nogososro yang menjadi kekuatan jiwa raja Singosari. Sedang Batari Durga adalah putri pedang yang Masyur awet muda dan cantik bekas pelakor keluarga Muninggar yang tidak diketahui oleh Singoyudo. Kini kedua pendekar cantik itu bertanding sangat memukau di hadapan Singoyudo dan ponggawa kerajaan.
__ADS_1
"Hiiiiaaaattt!!"
Serangan Muninggar terakhir harus mengakui keunggulan pedang Durga sehingga ia kabur masuk ke dalam pusaka Golok Setan, disusul bayangan Durga. Tinggallah kini Wiro Sabrang yang berdiri tegak di hadapan Singoyudo.
"Dimana kerisku?"
"Mana kutahu?"
"Heh pengawal, tangkap Durjana ini." kata Singoyudo yang telah kehilangan kekuatan dan pusakanya keris Nogososro yang pindah tempat ke dalam tubuh Wiro Sabrang.
Tak seorangpun yang mampu menangkap, apalagi mengalahkan Wiro Sabrang. Singoyudo yang sudah tidak menggenggam keris pusaka Nogososro telah lumpuh kehilangan kekuatan jiwa.
"Tangkap Durjana itu!!" teriak Singoyudo sambil menunjuk Wiro Sabrang. Sedang para ponggawa sudah roboh tak berkutik melawan Wiro Sabrang yang sangat sakti itu.
"Sadarlah Singo, kekuatan pusaka itu ada pada jiwamu sendiri. Bukan pada benda. Pusaka itu dulu kuambil dari Lemah Putih, kenapa tidak kau ambil sendiri.? Sekarang kau urus lah ayah dab ibumu, jangan terburu nafsu ingin kekuasaan." kata Wiro Sabrang sambil melangkah pergi meninggalkan istana Singosari yang telah runtuh oleh ulah anak- anak Kertajaya.
"Wirooo..tolonglah aku"
Singoyudo menangis dan menyesal bila kerajaan Singosari telah dikuasai kerajaan Mojosongo. Dan ia tidak beeguna lagi ketika keris pusaka Nogososro telah terlepas dari tangannya.
"Hiiiiaaahhh!!"
__ADS_1
"Crasss!!"
Ridegso telah memenggal kepala Singoyudo yang dirasa telah tak berguna lagi.