PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 26 BERBURU PUSAKA


__ADS_3

Istana Lemah Putih tampak sangat angker dilihat dari depan. Wiro Sabrang yang sudah berdiri diatas benteng setinggi 10 meter itu mengawasi pepohonan liar yang menyelimuti bagian atas istana Lemah Putih. Sedang Maeso Danu memperhatikan bagian depan istana yang seharusnya alun- alun yang luas itu tidak tampak selain sebuah hutan kecil yang liar dan menyeramkan


"Kita lewat jalan dibawah ini Wiro." kata Maeso Danu menunjuk ke bawah dimana ada jalan berbatu menuju pintu gerbang yang terlindung oleh ranting pohon liar di kiri dan kanan nya. Wiro dan Maeso Danu melompat turun dari pagar tembok Beteng setinggi 10 meter itu.


"Jlegg!!"


"Ggggeerrrrrkkkkrrr!!"


Tiba - tiba mereka mendengar suara binatang buas seperti harimau yang menggeram dari dalam pintu gerbang yang sangat gelap itu. Wiro Sabrang tidak takut bila yang keluar dari dalam istana cuma seekor harimau. Karena itu ia langsung melangkah santai menuju pintu gerbang yang terbuka menganga.


"Ggggrrrrraaaaauuuum"


"Wuuuussss!!!"


Tak disangka sebuah bayangan batu sebesar gubug terlempar dari dalam gerbang hampir menabrak tubuh Wiro Sabrang kalau tidak kayangkan tubuh kebawah. Ternyata bayangan hitam itu seekor harimau purba yang sangat besar menerkam tubuh Maeso Danu yang dengan gesit pula miringkan badan dan memukul binatang itu dengan cincin pusakanya.


"Haaaauuuumm!!"

__ADS_1


Wiro Sabrang baru sadar jika binatang itu cepat berbalik masuk ke dalam pintu gerbang sambil menyerang Wiro. Harimau sebesar gubug itu menyerang dengan kukunya yang tajam menerkam Wiro.dan Maeso Danu. Untung mereka bukan manusia biasa yang tidak berilmu. Harimau itu seperti bukan binatang yang sebenarnya. Ketika menyerang secepat angin dan menerjang dengan bobot tubuh yang sangat berat tentu membuat siapapun yang diterjang akan hancur.


"Wuuuuzzzz!!"


Wiro Sabrangpun tak luput dari kecohan itu hingga ia terpaksa mengayunkan goloknya membabat tubuh binatang itu dengan sangat dahsyat.


"Bluuuaaaaarrr!!"


Ledakan yang sangat dahsyat terdengar hingga keluar dari Beteng istana ketika tubuh binatang iblis itu berbentur dengan golok pusaka milik Wiro Sabrang.


Kemudian binatang iblis itu lenyap dan menjelma puluhan zombie yang keluar dari dalam ruangan gelap.


" Hiiiiaaaaatttt!!"


"Wuuuzzzz wuuuzz!!"


Golok setan milik Wiro Sabrang yang memancarkan sinar kuning keemasan mengobarkan api yang sangat dahsyat mbakar mayat hidup itu satu persatu hingga habis dan lenyap ke dalam gelap. Maesa Danu baru tahu jika Wiro Sabrang memiliki golok pusaka yang sangat sakti hingga mampu mengusir lelembut atau zombie.

__ADS_1


Akhirnya Wiro dan Maeso memutuskan untuk berpencar lewat pintu kamar di dalam istana yang sangat luas dan banyak ruangan itu. Di dalam ruang bekas istana itu tak ditemukan barang apapun selain sarang laba- laba dan debu yang berserak dan tumbuhan liar di bagian ruang yang beratap langit.


Namun, ketika mereka mulai menginjak lantai bagian tengah mencium bau wangi yang menyengat hidung. Wangi seperti parfum yang biasa dipakai seorang gadis. Kemudian mereka mulai mendengar tawa kecil dan langkah lembut wanita Kraton.


"Hi hi hi hi..hi hi hi"


"Wuuuussss!!"


Tak disangka oleh Wiro dan Maeso Danu tiba -tiba serangan pedang datang dengan sangat cepat menebas tubuh Wiro. Wiro Sabrang baru kali ini merasa pedih lengannya dan robek bajunya tembus oleh serangan pedang lawan.


"Gila" gumam Wiro Sabrang sambil mengusap lengannya yang luka tergores pedang.


Begitu pula Maeso Danu yang terkejut ikat rambutnya terlepas kena sabetan pedang lawan yang tak terlihat.


"Hi hi hi hi.. selamat datang tuan." suara seorang wanita asing yang belum pernah dikenal baik oleh Wiro Sabrang maupun Maeso Danu.


Wanita yang berdiri tegap dibalik cahaya bulan yang tiba-tiba menerangi bagian punggungnya, adalah seorang pendekar pedang yang pernah didengar dalam dunia persilatan.

__ADS_1


"Muninggar" gumam Wiro Sabrang. Tetapi wanita itu mendengar suara lirih Wiro.


"Ya,aku Muninggar. Tuan - tuan ini siapa?"


__ADS_2