
Ya, aku Muninggar. Tuan- tuan ini siapa?" tanya pendekar wanita yang sangat cantik itu.
Seumur hidup baru kali ini Wiro Sabrang bertemu dengan wanita yang berparas cantik dan berilmu tinggi. Entah apa yang terjadi pada dirinya hingga merasa gugup ketika memandang Muninggar yang terlihat masih muda dan menggairahkan. Mungkin karena Wiro Sabrang masih bujangan, atau karena daya tarik yang luar biasa dari wajah pendekar pedang itu.
"Namaku Wiro Sabrang"
"Aku Maeso Danu"
Maeso Danu juga merasa panik karena baru pertama kali ini dikalahkan oleh seorang pendekar wanita. Walau baru dicolok pedang ikat kepalanya. Tapi itu pertanda ilmu pedang lawan lebih tinggi dari Maeso Danu.
"Hmm, lantas apa tujuan tuan Wiro Sabrang dan tuan Maeso Danu masukbke dalam istanaku?"
Wiro Sabrang makin gugup ketika mendengar pertanyaan dari Muninggar sambil tersenyum manis. Wiro seperti terbayang saat istana itu masih hidup ratusan tahun silam. Betapa cantik dan hebat ratu pedang Muninggar hingga dinikahi pendekar tampan. Sayang sekali kalau wanita secantik Muninggar ditinggal oleh suaminya yang selingkuh dengan Batari Durga yang terkenal awet muda dan cantik sepanjang masa. Kalau dilihat dari garis wajahnya, Muninggar adalah sosok wanita pecinta yang setia suami. Ah.. Wiro jadi halu menatap wajah pendekar pedang itu.
"Aku ingin mencari pusaka peninggalan raja dalam istana Lemah Putih"
"Pusakaku? Baiklah..jika kalian bisa mengalahkan aku, maka kalian berhak mendapatkan pusaka di dalam istanaku, Bagaimana?"
Wiro Sabrang dan Maeso Danu saling berpandangan bertanya pada diri sendiri, apakah mereka sebagai ksatria harus mengeroyok seorang wanita walaupun dia itu pendekar pedang yang hebat.
"Lee Hwa, keluarlah"
Sekejab kemudian muncul seorang wanita cantik yang berpakaian seperti prajurit dengan dua pedang di punggungnya. Wiro yang melihat ketika wanita cantik itu seperti turun dari langit, pastilah bukan manusia.
__ADS_1
Dua pendekar gagah itu sudah bersiap menunggu serangan Muninggar dan sahabatnya yang baru muncul. Namun gerakan itu sungguh tidak terlihat dan tak terasa oleh dua jantan itu.
"Wuuuss wuss wuuuss!!"
"Set set set set!!"
Untung Wiro Sabrang juga bukan manusia sembarang hingga dengan cepat pula mengelak dan menangkis serangan pedang Muninggar.
Ternyata putri pedang yang bernama Lee Hwa sangat mahir bermain pedang sambil memukul dengan tenaga dalam ke punggung Maeso Danu hingga terlempar ke dinding tempok istana yang sudah lapuk.
"Hiiaaahh!!"
"Brukk!!'
"Trang!! Trang!!"
"Wuuuuuzzzzz!!"
" Bluuuaaaaarrr!!"
Setiap golok setan di tangan Wiro Sabrang beradu dengan kekuatan lawan, maka akan terjadi ledakan yang sangat dahsyat dan memancarkan sinar gemerlap yang menyilaukan mata.
Muninggar melompat tinggi hingga kepalanya menyentuh langit- langit bangunan itu ketika mendapat tekanan gaib dari pusaka golok setan.
__ADS_1
"Golok setan" batin Muninggar ketika tubuhnya seperti kehilangan energi bertarung melawan Wiro Sabrang. Mungkin Wiro adalah lelaki yang disukai Muninggar bila dalam pertarungan ini bisa menakhlukkan dirinya.
"Hiiiiaaahhh!! Hiaaahh!!"
Sabetan pedang Muninggar yang sangat cepat dan beruntun sulit dihindari Wiro, akan tetapi golok setan yang ada di tangannya telah menghadang dengan kekuatan magis penghancur iblis
"Bluaaaarrrr!!"
"Aaaacchhh!!"
Ketika ledakan dahsyat yang kedua kali terdengar, maka tubuh Muninggar tak dapat bertahan dan lenyap menjelma gulungan asap putih yang beringsut masuk ke dalam ruangan belakang. Wiro Sabrang terus mengejar sampai gulungan asap itu musnah. Lalu terdengar suara dari atap istana yang gelap tak tersentuh cahaya.
"Terima kasih tuan telah mengalahkan aku. ambillah pusaka di dalam sumur tua, selain jiwaku yang akan mengikuti jejak mu menyatu di dalam pusaka golok setan."
Wiro Sabrang tertegun sejenak ketika mendengar suara gaib Muninggar yang telah dikalahkan. Wiropun bergegas melompat kedalam sumur mati di belakang istana itu. Sedang Maeso Danu yang sudah menjadi pemenang dalam pertarungannya melawan Lee Hwa mencari Wiro.
"Wirooo ..dimana kamu."
Wiro Sabrang sudah berada dibelakang istana mencari sumur mati tempat pusaka peninggalan raja dikuburkan.
"Awas Wiro..di belakangmu ada ular naga." kata Maeso Danu memperingatkan sahabatnya. Tetapi Wiro sudah masuk ke dalam sumur yang didalamnya ternyata sangat luas berkamar- kamar mirip bunker. Saat itulah seekor ular naga besar menghadang Wiro Sabrang dengan mulut menganga menjulurkan lidah merah dan semburkan api ke arahnya.
"Wuuuuuzzzzz" semburan api yang sangat dahsyat itu telah dipadamkan oleh ayunan golok Setan di tangan Wiro Sabrang.
__ADS_1