PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 70


__ADS_3

Singoyudo terlihat lebih liar dan gesit tidak seperti seorang pangeran yang bodoh seperti saat pertama kali bertemu Wiro Sabrang. Pastilah karena pusaka Nogososro itu yang memberinya energi kekuatan dan gairah bertarung melawan Wiro Sabrang. Tatapan mata Singoyudo telah berubah seperti tatapan mata Muninggar yang penuh dendam kepada Wiro Sabrang, bukan kepada Batari Durga, karena sejak pertemuannya di Lemah Putih itu sudah bersumpah ingin mengikuti pendekar yang telah mengalahkan wanita pendekar itu. Kalau akhirnya Wiro Sabrang malah meninggalkan keris pusaka pindah ke tangan Kertajaya, kemudian kini dipegang Singoyudo.


       "Hiiiiiaaaaatttt"


       "Hop hop Hep hep."


       "Heeeeaaaahhh "


        Wiro Sabrang merasa sedang berhadapan dengan seorang wanita cantik yang lemah gemulai sehingga tidak tega untuk menyakiti gadis itu. Sedang ia terdesak hingga berpuluh langkah mundur. Singoyudo dan dua sahabatnya yang tidak lain adalah Parikesit dan Joko Lelur putra dari Patih Bagaspati. Wiro Sabrang sempat heran kenapa dua anak dari Bagaspati itu ikut serta dengan Singoyudo yang inginkan kekuasaan di Singosari. Seperti yang Wiro Sabrang duga sebelumnya jika Singosari telah hancur sebelum kedatangan raja iblis Banaspati. Walau ia telah menyelamatkan kerajaan itu, toh iblisnya masih ada pada dua pangeran dan anak dari Bagaspati.


      "Kau tidak akan kubiarkan hidup Wiroo.. ha ha ha ha  hiiiaaattt!"


      Saat itulah Wiro baru merasakan getaran pada pusaka golok Setan yang telah diikuti Batari Durga yang sekarang adalah istri dari Wiro Sabrang.


      "Hiiiiiaaaaatttt!!!"


      Dendam Muninggar belum terbalas karena ia memang tidak mampu mengalahkan putri pedang itu. Dulu ketika masih menjadi istri raja pedang Senopati,sudah diselingkuhi oleh Batari Durga, dan kini setelah 500 tahun menjanda, bertemu dengan Wiro Sabrang, ia sudah memutuskan ingin ikut bersama pendekar tampan yang bisa mengalahkannya. Toh akhirnya Wiro Sabrang berkhianat karena keris pusaka itu diberikan kepada Kertajaya yang sudah tua renta. Kini saatnya ia ingin membalas dendam kepada Wiro Sabrang. Wiro Sabrang tidak sampai hati untuk menandingi wanita cantik itu kecuali Batari Durga yang inginkan suaminya selamat dari kemarahan Muninggar.

__ADS_1


       "Hiiiiaaaaatttt!!"


      "Crass Crass crass."


       Parikesit dan Joko Lelur yang sebenarnya hanya terbujuk oleh Singoyudo akhirnya roboh setelah lehernya tertebas pedang Batari Durga. Dalam bayangan yang terlihat oleh Wiro Sabrang tampak Muninggar terus menyerang ke tubuhnya dan Batari Durga terus pasang badan melindungi suaminya dengan permainan pedang yang sangat heboh. Wiro Sabrang merasa serba salah karena kedua wanita pendekar itu pernah menyatakan jatuh hati kepada Wiro Sabrang.


      "Hiiiiaaaaatttt!!"


      "Aaaaaaacccckkk!!"


      "Sudahlah yayi..  tidak usah bertarung, kalian bisa kan berdampingan menjadi istriku?" kata Wiro Sabrang.


      "Aku sih gakpapa dimadu. Gak tahu diajeng Muninggar." kata Batari Durga.


       "Kalian kan tetap bersamaku kemana aku pergi. Kalau di rumah gantian masuk dalam tubuh Putri Domas."


       "Putri Domas? Siapa itu putri Domas.?" tanya Muninggar.

__ADS_1


       "Dia adalah putri dari raja Pejajaran yang kini sudah jadi istri kangmas Wiro Sabrang."


      "Okelah kalau begitu aku setuju lah menyatu dalam tubuhmu kakang Wiro Sabrang."


      Saat itu pula bayangan dua pendekar wanita itu lemyap dari pandangan mata. Wiro Sabrangpun melanjutkan masuk ke dalam istana.


      Istana yang tampak kosong dari luar itu ternyata masih ramai di dalamnya. Masih ada Gusti Kertajaya yang duduk diatas singgasana. Dan para pengawal serta ibu suri dan Singojati.


      "Ada perlu apa kamu datang ke istana Wiro? Ini sudah bukan urusanmu lagi." kata Kertajaya.


      "Ayahanda bukan rindu kepadaku?"


      "Rindu? Ha ha ha.. rindu ingin membunuhmu Wiro.."


      Sangat terkejut hati Wiro mendengar ucapan Kertajaya yang bermusuhan dengannya. Namun ada bisikan dari Muninggar kepada Wiro Sabrang.


      "Seluruh keluarga Kertajaya sudah mati, mereka hanyalah mayat hidup yang diisi roh iblis dari raja Mojopahit."

__ADS_1


__ADS_2