
Singoyudo sudah sampai ke Singosari tempat ayahanda Kertajaya bertahta. Tapi Kini Singoyudo datang bukan untuk berbakti kepada orang tuanya melainkan untuk menyerang dan merebut kekuasaannya. Karena Singoyudo sekarang sudah memegang keris pusaka Nogososro yang memberinya kekuatan dan kesaktian yang luar biasa. Dendam roh ratu pedang Muninggar telah memotivasi Singoyudo menjadi pendekar sangat sakti yang haus kekuasaan. Bahkan ia bisa bergabung dengan pasukan laut dari Mongolia yang bersandar di pelabuhan Tanjung Perak. Dengan kekuatan yang bertambah besar, ia didukung kerajaan Mojosongo tempat dimana ia nikahi putri dari raja Ridekso untuk merebut kekuasaan Singosari.
Kebo Marcuet dan Bagaspati yang dulu menghormati pangeran Singoyudo, kini ditantang perang oleh bocah ingusan itu. Untung masih ada Surogeni yang memperkuat Beteng Singosari jika ada musuh yang hendak menggoyahkan istana itu.
Siapa yang melawan jika Singoyudo datang ke istana memimpin pasukan sebanyak itu masuk ke dalam istana. Sekalipun para pengawal Singosari berada di garis depan. Tapi pangeran kurang ajar itu sudah berani menjebol pintu gerbang dan merobohkan penjaganya.
Kertajaya yang merasa kehilangan pusaka dan curiga kepada putranya yang satu ini tentu sudah geram ingin menangkapnya. Beliau sudah perintahkan kepada Kebo Marcuet dan pengawal lain untuk menangkap Singoyudo hidup atau mati.
"Jangan dibunuh ayah, dia kan juga masih putra paduka" kata Singojati mengingatkan.
"Dia itu sudah makar mau merebut kekuasaan ayah"
Begawan Sentanu yang bisa diajak bicara malah sudah mendahului kabur dari istana. Kertajaya seperti sedang memikirkan impian buruk yang dialaminya. Benarkah Singosari akan runtuh?
"Hiiiiaaaattt!!"
"Heit Heit Heit !!"
__ADS_1
" Buk buk buk!!"
Pasukan yang dibawa Singoyudo sangat banyak dan terdiri dari banyak pendekar dari luar tanah Jawa. Prajurit Singosari yang bertahan dan melawan banyak yang mati. Sehingga Kertajaya sangat galau dan bingung akan berbuat apa.
Singoyudo sudah mengajak ayahanda dan Singojati UU ntuk berembug ke dalam kamar.
"Ayahanda tidak perlu keluar dari kamar, cukup diam dan menunggu bersama dimas Singojati. Saya tidak akan membunuh keluarga, hanya ingin mengosongkan istana dari ponggawa. " kata Singoyudo.
"Terus aku tidak lagi jadi raja,kan? Lalu Singosari akan jadi apa?"
"Singosari telah direbut kerajaan baru yang sangat besar Mojopahit. Ayah lihat pasukan yang saya bawa sangat banyak. Daripada direbut oleh mereka, biar saja saya yg akan menggantukan jedudukan ayah sebagai sultan."
Singoyudo menghela nafas bingung memutuskan.Tetapi pasukan yang dibawa dari Mojosongo sudah menghabiskan prajurit Singosari. Dan ketika Singojati hendak menikam kakaknya sudah lebih dulu dibabat pedang pengawal Singoyudo.
"Hiiiiaaaahhh!!"
"Aaaaaccchhh!!"
"Singojati anakku!!"
__ADS_1
Kertajaya menjerit sedih saat melihat putranya roboh bermandikan darah meregang nyawa di hadapan matanya. Kertajaya harus minta tolong kepada siapa kalau Begawan Sentanu sudah pergi, sedang Surogeni bukan ponggawa Singosari, dia hanya pendekar sahabat atau darah Wiro Sabrang yang telah meninggalkan istana sejak kepergian Singoyudo. Diluar setinggil sudah berserakan prajurit yang tewas kalah bertarung melawan par iblis pasukab Singoyudo. Bahkan Bagaspati harus menyerah untuk jadi tawanan prajurit Mojopahit.
"Ayah tidak mengerti, cepat atau lambat kita akan jatuh ke tangan Mojopahit. Karena itulah lebih baik saya yang menggantikan tahta ayah bergabung dengan kerajaan besar. Kerajaan Mojopahit itu sangat besar ayah." kata Singoyudo lagi.
***
Kehancuran Singosari bukan tanggung jawab Wiro Sabrang walau masih ada silsilah keluarga. Tetapi.semua tergantung penguasanya. Dari awal Wiro Sabrang sudah merasakan ada iblis yang menyatu dengan jiwa Kertajaya yang waktu itu sedang dalam pengungsian. Dia ingin berkuasa lagi dan mendapatkan tidak sekedar pertolongan, tetapi ambisi menjadi raja terkuat dengan ikut mencari pusaka yang akhirnya dicarikan oleh Wiro Sabrang. Nasi telah menjadi bubur, Wiro bukan mau cuci tangan meninggalkan tanggung jawab. Wiro tetap akan membersihkan iblis yang bercokol dalam tubuh manusia tidak harus dalam kerajaan keluarganya. Wiro Sabrang tetap akan berkelana membasmi kekuatan iblis yang dibawa oleh manusia.
Dari istaba Salaka Negara Wiro Sabrang bisa melihat apa yang terjadi di Singosari. Bukan lewat Sentanu, melainkan lewat telepati indera keenam Wiro. Wiro bukanlah manusia biasa, akan tetapi setengah dewa yang masuk ke dalam raga atau tubuh bocah yang terbunuh belum waktunya. Wiroso yang mati dibunuh ibu tirinya saat masih usia 10 tahun.
"Aku sudah melihat peperangan itu paman Sentanu. Biarlah Singosari jatuh ke tangan Mojopahit, jika kerajaan itu lebih baik" kata Wiro Sabrang.
"Mojopahit?"
"Iya. Kerajaan terbesar yang akan muncul menguasai seluruh pulau Nusantara.Termasuk Singosari dan lainnya"
Sentanu yang kaget mendengar istilah Mojopahit yang belum tertulis dalam sejarah itu disebut Wiro Sabrang. Karena Wiro Sabrang bukan sembarang manusia. Dia lebih tua usianya daripada begawan Sentanu. Kalau dia berkenan menerima Sentanu ikut bergabung dalam kerajaan besar di tanah Pasundan, kenapa tidak? Rajanyapun ia kenal dan sangat hormat kepada orang tua.
Acara sayembara pertandingan bela diri masih berlangsung dan tidak ada kekacauan. Karena semua jago atau pendekar akan diangkat menjadi pengawal istana.
__ADS_1