PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 38


__ADS_3

Burisrawa yang mengawasi dari garis belakang itu merasa khawatir ketika melihat ada serangan badai api dan ajian Bumi saketi yang dikirim dari dalam istana. Hanya orang- orang kuat yang bernyawa serep yang mempunyai ilmu itu. Burisrawa turun lapangan untuk melihat siapa yang telah mengerahkan ajian yang menghancurkan kehidupan dedemit itu. Sejak Maespati disokong oleh raja demit dari lereng Lawu, menjadi kerajaan yang sangat kuat yang ditakuti seluruh Kraton di kaki Merapi. Lalu siapa yang mendukung Singosari hingga berani menantang Maespati. kata Burisrawa dalam hati. Saat raja iblis itu menyipitkan mata ke arah Kraton Singosari untuk menyisir setiap sudut istana, mendadak terdengar gerakan tanah yang sangat dahsyat.


"Glegerrrrrkkk"


"Bluaaaarrrr!!"


Ledakan yang sangat dahsyat itu terasa telah mengguncang bumi yang dipijak Burisrawa. Sedang kilatan cahaya yang berkembang seperti bunga matahari di langit itu adalah ajian Bumi Ajurr milik seorang pendekar yang asing bagi Burisrawa. Wiro Sabrang melompat ke tengah alun- alun dikelilingi 10 pendekar andalan Maespati. Burisrowo terbeliak melihat seorang pemuda gagah sedang mengerahkan tenaga dalam dan ajian Kanuragan.


"Hiiiaaatttt!!"


"Wuuuussss!! Wuuuzx!!"


"Aaaacchhh!!"


Wiro Sabrang yang melihat betapa hebat para pendekar dari Maespati yang telah merobohkan beberapa pengawal Singosari tak tega membiarkannya.


Bumi berguncabg hebat manakala Wiro Sabrang telah mengacungkan pusaka golok setan ditangannya yang bercahaya terlihat oleh mata Burisrawa


. Tak satupun dari pengawal Maespati yang bisa bergerak ketika golok di tangan Wiro membabat leher mereka putus satu persatu. 10 pendekar andalan Maespati seperti kena sihir kekuatan magis dari golok setan hingga mereka membiarkan tubuhnya dibabat tajamnya golok setan dan roboh bermandikan darah.


"Tidaaaaakkk!!"


Turonggo dan Burisrawa seperti kehilangan tenaga dan nyali begitu melihat betapa hebat golok ditangan Wiro Sabrang telah dengan mudah merobohkan puluhan pendekar Maespati.

__ADS_1


"Munduuuurrr!!"


Suara itu datangnya dari mulut Turonggo yang sudah gemetaran melihat banyaknya darah Maespati yang terbuang sua - sia di tanah Singosari.


"Wiro Sabeang!!" Gumam lirih mulut Burisrawa yang mengenal bentuk dan rupa pakaiannya berupa kulit binatang purba dan ilmu gaib yang dimilikinya bukan


milik manusia biasa.


Prajurit Singosari hampir habis oleh keganasan tentara Maespati kalau tidak keburu diselamatkan Wiro Sabrang.


Turonggo yang sudah kepalang basah maju di depan Wiro Sabrang siaga dengan jurus tapak setan andalannya. Kalau Kebo Maecuet saja sudah berhasil dirobohkan dengan jurus tapak Setan andalannya, kenapa harus mundur melawan Wiro Sabrang .


"Hiiiiaaaaahhhh!!"


"Gluaaaarrrr!!"


"Bluaaaarrrr!!"


"Reketeekkkrekk"


"Waaaaaccchh"


Ternyata Burisrawa tidak kuat melihat betapa tangan dan tubuh Turonggo telah hancur pepes tulang- tulangnya terbentur dengan daya magis golok setan.

__ADS_1


"Wiro Sabrang!! Terimalah keris Nogogini !!"


" Hiiiiaaaaatttt!!"


"Trang Trang Trang!!"


"Glegerrrrrkkk*


Kertajaya gemetaran menyaksikan betapa Wiro Sabrang telah berjuang mati- matian menghadapi kesaktian Burisrawa yangbtwlah mengerahkan ahiab bumi saketi sama seperti yang dimiliki Wiro Sabrang. Tanah yang dipijak kedua pendekar itu bukan saja berguncang seperti gempa bumi, melainkan terbelah hingga kaki Wiro maupun Burisrawa tenggelam dan sana- sama merentangkan kedua tangan ke depan hingga beradu.


"Bluaaaarrrr!!"


Sinar kuning dan biru terpancar menfurung tubuh dua pendekar itu. Tanah terguncang hingga meruntuhkan sebagian istana Singosari. Sedang tubuh Burisrawa makin tenggelam kerika kepala pendekar hebat itu terdorong oleh gagang ekor ular naga yang sangat besar Antaboga. Bumi kembali tenang setelah menelan habis seluruh tubuh Burisrawa. Wiro Sabrang tetap berdiri tegak diatas tanah yang dipijaknya saat semua telah hancur. Tubuh yang bergelimpangan di alun - alun dengan menyisakan duka yang amat dalam.


Sekalian pasukan Maespati yang masih hidup tidak bisa kabur keluar dari Beteng yang tertutup. Mereka berlutut di kaki Wiro Sabrang untuk berpasrah jiwa raga karena telah tak memiliki pimpinan yang telah terbunuh oleh Golok setan.


"Ampuun Gusti..jangan bunuh kami.." kata para prajurit Maespati yang telah menjadi tawanan perang.


Di dalam keraton Singosati juga banjir kesedihan karena hampir seluruh prajurit telah terbunuh gugur dalam peperangan. Bagaspati dan Kebo Marcuet yang terluka segera dievakuasi ke dalam setinggil. Ada lebih tujuh pengawal Singosari yang gugur termasuk guru beladiri Cocak Anggoro dan Barongan.


"Wiro Sabrang putraku" kata Kertajaya seraya memeluk pendekar sakti yang hari itu sangat lelah telah beradu sakti dengan Burisrawa.


Saat yang tegang penuh haru itu dikejutkan oleh munculnya kembali Burisrawa dari dalam tanah yang kembali terbuka. Burisrawa kembali hidup dan melompat menterang Wiro Sabrang yang sedang berpelukan dengan Kertajaya.

__ADS_1


"Hiiiiaaaaatttt!!"


"Wiro Sabrang!!!!"


__ADS_2