PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 94


__ADS_3

Pasukan Kebo Kuning yang telah berada didalam Beteng karena telah berhasil melumpuhkan penjaga garis depan istana Salaka Negara. Kebo Kuning bersama para pengawalnya yang merupakan pendekar sakti dari Benua Utara sangat ingin bertemu dengan Wiro Sabrang yang mereka kenal dari para leluhur di benua itu. Kini mereka telah berhasil membunuh utusan dari Selaka Negara. Tapi Kebo Kuning sangat penasaran ingin melihat langsung dan bertarung melawan pendekar sakti Wiro Sabrang. Walau kedatangannya telah terlambat karena Wiro Sabrang telah wafat dan sudah dimakamkan.


      "Mana Wiro Sabrang!"


     Puluhan pengawal yang maju menghadang di garis depan tidak dihiraukan karena para prajurit dari Kahyangan mampu melumpuhkan kekuatan dari prajurit Salaka Negara. Sedang Kebo Kuning dan Maeso Gilang yang melompat sangat cepat diatas kepala prajuritnya hingga berdiri tegak didepan seorang bocah remaja Anom Wiro Sabrang.


      "Aku Wiro Sabrang!!" kata Anom tegas. Pantas kalau bocah sakti itu menyebut dirinya sebagai Wiro Sabrang, karena tubuh dan wajahnya tidak berbeda jauh dari ayahnya.


     Matanya yang cekung menyipit memandang Kebo Kuning yang tidak dikenal dalam dunia ayahnya di masa silam, berarti ia adalah pendekar masa kini yang sombong. Tapi Kebo Kuning melihat pusaka dalam genggaman tangan remaja itu yang memancarkan sinar dan kewibawaan yang luar biasa. Golok Setan telah berada di tangan Anom.


      "Bahagia sekali aku bisa bertemu denganmu Wiro. Sayang ini hari terakhir dalam hidupmu bertemu dengan aku. Ha ha ha ha"


      Wiro Sabrang muda tidak bergeming dengan ucapan sombong pendekar itu. Ia tetap tegar berdiri dan tanpa emosi ia gerakkan tangan perlahan di depan dadanya ketika ia lihat gerakan dari kaki Kebo Kuning yang mulai menggeser.

__ADS_1


       *Hiiiiiaaaaahhhh"


      Kebo Kuning langsung menyerang dengan pedang di tangan ke arah bagian kepala Wiro Sabrang.Tapi serangan itu tertahan oleh hawa panas yang memancar dari dada Wiro Sabrang sehingga tubuh besar Kebo Kuning terpental jatuh ke belakang lebih dari 20 meter hingga tubuhnya terhempas ke tanah sangat keras.


       "Brukk!!"


     Maeso Gilang berganti maju dengan serangan aji Sapugerang. Serangan yang sangat dahsyat membabi buta menghantam sisi kiri dan kanan kepala Wiro Sabrang agar tak mampu menghindar. Sayangnya Maeso Gilang ikut teepwntal ke belakang karena pertahanan Wiro Sabrang sangat kuat. Aura kekuatan berupa hawa panas yang melindungi tubuh Wiro Sabrang bak Beteng yang sangat keras dan panas telah membuat pendekar sombong itu terkapar.


     Maeso Gilang langsung bersalto dan kembali berdiri pasang kuda- kuda seperti yang dilakukan Kebo Kuning. Nafasnya tersengal- sengal seperti dikejar anjing liar.Dalam hati pendekar itu mulai mengakui betapa yang dilihatnya adalah seorang pendekar yang sangat sakti. Mereka sangat kagum sekaligus gemetar pada gerakan yang kedua.


      "Hiaaaaaatttt!!"


      Dua pendekar itu seperti kehilangan rasa percaya diri ketika melompat dan mengayunkan pedang pusaka secara bersamaan ke tubuh Wiro Sabrang. Sedang Wiro Sabrang kini meliukkan tubuh hingga kepala menyentuh tanah saat kedua lawan itu melintas diatas tubuhnya sangat cepat meluncur.

__ADS_1


     "Crass! Crass!"


     Dua kali sabetan golok sakti dari tangan Wiro Sabrang telah memberi pelajaran yang sangat berharga bagi lawan- lawannya. Dua tangan dan kaki Maeso Gilang putus terbabat golok setan di tangan Wiro Sabrang.


     Tubuh yang sudah terpotong itu jatuh didepan mata Wiro Sabrang yang dengan cepat menyudahi dengan ilmu Rogopecat yang sangat dahsyat mengusir kekuatan setan dari Maeso Gilang. Tertegun Kebo Kuning harus mengakui kehebatan Wiro Sabrang. Bukan sekedar bermain pedang, melainkan kekuatan mistis dari tubuh pendekar masa lalu itu yang tak tertandingi.


      "Kakang Maeso" pekik Kebo Kuning ketika melihat tubuh tanpa kaki dan tangan itu tersuruk bersimbah darah. Ilmu rawaronteknya tidak sanggup menyatukan tubuhnya yang terpotong karena sudah dihalau ajian  Rogopecat dari Wiro Sabrang. Kebo Kuning sangat heran ketika pertama mendengar pendekar muda itu menyebut dirinya Wiro Sabrang karena wajahnya sangat imut seperti remaja usia 15 tahun saja. Tapi melihat ilmunya yang sangat tinggi membuat kedua pendekar Utara itu akhirnya mengakui jika yang dilihat adalah benar Wiro Sabrang.


     Kebo Kuning seketika gemetaran dan menggigil ketika ingin menyerang ketiga kalinya. Ia benar- benar panik karena tak lagi dibantu sahabatnya yang telah terkapar tak berdaya.


      "Hiiiiiaaaatttt!!"


     Dengan penuh percaya diri akhirnya Kebo Kuning meluncur ke depan menikam pedangnya ke dada Wiro Sabrang yang lengah.

__ADS_1


      "Clepp!"


     Puas sekali hati Kebo Kuning setelah gerakan terakhirnya berhasil menikam dada Wiro Sabrang muda. Kebo Kuning lalu mencabut pedangnya dari tubuh Wiro Sabrang yang membiarkan saja raganya terkoyak. Tapi betapa Kebo Kuning sangat terkesima ketika menyaksikan dengan mata kepala, jika luka di tubuh Wiro Sabrang kembali pulih seperti sedia kala. Malah pendekar muda itu berbalik menyerang dengan Golok Setan di tangannya. Kebo Kuning panik.


__ADS_2