
Perguruan Elang Putih yang dipimpin suhu Zui Shen mengadakan pertemuan dengan tamu undangan dari Sekte Naga Putih dari Benua Besar.
Sekte Naga Putih (白龙) yang diketuai oleh Swan Bu membawa lebih seratus orang datang ke pendopo istana Salaka Nagara untuk membicarakan masalah pengbangan sekte aliran putih di tanah Jawa dan benua Selatan yang banyak dikuasai oleh sekte gelap.
Wiro Sabrang yang sudah dikenal oleh kalangan suhu senior dari kota terlarang, tentu sangat dibutuhkan untuk memberi nasehat kepada anggota baru. Swan Bu yang sudah datang lebih awal duduk pada deretan kursi paling depan bersebelahan Zui Shen. Semua anggota sekte Naga putih berpakaian serba putih dengan ikat kepala bertuliskan Bai Long.
Tidak lupa Zui Shen juga menyediakan makanan dan tarian Jaipong yang disukai oleh anggota sekte karena tarian itu bernuansa bela diri yang diajarkan oleh Zui Shen.
Pencak silat adalah seni bela diri yang asalnya dari benua Besar yang diajarkan para suhu yang berdagang di tanah Jawa.
Sesaat kemudian Wiro Sabrang duduk di singgasana berhadapan dengan para tamu. Tetapi Swan Bu kemudian melirik kepada seorang pendekar yang duduk lebih dekat dengan Baginda raja. Dia adalah Kalingga pendekar yang telah hilang pada jaman ratusan tahun silam.
"Selamat datang tuan- tuan yang terhormat." sambut Wiro Sabrang sambil membungkukkan badan. Begitu pula para tamu undangan yang bersama- sama membubgkukkan badan.
"Terima kasih, terima kasih. Kami semua adalah sekte Naga Putih dari benua Besar ingin bertemu dengan paduka raja Wiro Sabrang."
"Dan perkenalkan sebelah saya adalah pendekar Bambu Kuning Kalingga dari Tibet."
"Pendekar Bambu Kuning!" gumam Swan Bu yang seperti teringat pada cerita kuno jaman moyangnya. Betulkah ia seorang pendekar yang bertongkat Bambu Kuning yang sangat sakti itu?
"Maaf Gusti, sebenarnya kedatangan tuan Swan Bu di istana ini ingin minta ijin mengajarkan jurus - jurus putih untuk para tamtama istana Salaka Negara." kata Zui Shen.
__ADS_1
"Bagus! Itu sangat bagus aku senang menerimanya."
"Kalau begitu ijinkan kami memberi contoh dari anggota kami melakukan jurus- jurus itu Gusti"
"Silahkan..silahkan"
Sesaat kemudian dua orang pelayan mengantar makanan dan minuman untuk para tamu dan untuk raja Wiro Sabrang.
Lima orang anggota sekte maju ke hadapan raja dan memberi hormat kepada Wiro Sabrang serta Kalingga. Lalu mereka saling berhadapan dan mulai melakukan bertarungan dari awal hingga tingkat 3 kukus aliran putih.
"Hiiiaaahh!!"
"Heit Heit Heit !"
Tepuk tangan meriah ketika lima anggota sekte selesai melakukan atraksi. Kini gantian Jiu Long yang melompat ke hadapan para suhu untuk bertarung melawan anggota sekte lain.
"Perkenalkan saya Jiu Long anggota sekte Elang Putih di tanah Padundan"
Jiu Long yang telah mulai melakukan jurus mabok untuk pemanasan dinilai sangat menarik. Kemudian maju seorang anggota sekte Bai Long yang bertarung dengan Jiu Long.
"Hiiiiaaaattt!!"
__ADS_1
"Hop hop hop !"
"Hihihihi hahaha"
Semua pengunjung tertawa melihat gerakan Jiu Long yang lentur saat mabok. Tapi mereka sangat mengapresiasi jurus yang dikembangkan Zui Shen di tanah Jawa.
"Begini Gusti Wiro Sabrang, kami sangat senang bisa bekerja sama dengan rakyat tanah Jawa untuk memerangi para iblis yang menguasai kehidupan manusia."
" Itu yang kamu harapkan tuan- tuan."
Namun ketika para tamu undangan dan raja sedang menikmati hidangan, tiba- tiba terdengar ledakan yang sangat dahsyat.
"Bluaaaaarrrrrr!!"
"Glegerrrrrrrkkk"
Disusul dengan gomcangan tanah yang membuat suasana jadi kacau dan panik. Terutama para tamu yang terbiasa di benua besar sering gempa bumi. Semua tamu dari sekte Naga Putih berdiri dan melihat kiri kanan. Tapi Wiro Sabrang tersenyum karena itu ulah Kalingga yang sedang menunjukkan kekuatan gaibnya.
"Tenang tuan- tuan. Tidak ada gempa di tanah ini"
Tetapi Swan Bu berdiri dan sangat panik ketika sebagian atap pendopo mulai jatuh kelantai. Bumi seakan berderak dan terbelah.
__ADS_1
Kalingga kemudian melompat ke hadapan mereka dan menghentak bumi dengan tongkat bambu kuning di tangannya.
"Jlegg!!"