
Pendekar Brewok merasa terlalu kuat kalau hanya menghadapi Jiu Tong atau pasukan sekte Elang Putih yang tidak memiliki ilmu gaib sepertinya. Bahkan puluhan prajurit yang rata- rata memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi itu dengan mudah dikalahkan oleh prajurit Pajajaran yang telah menjadi bala tentara Brewok.
Hal itulah yang disampaikan oleh begawan Sentanu ketika menghadap di hadapan Gusti Anom Wiro Sabrang.Seperti yang telah diimpikan Wiro Sabrang jika Pajajaran akan tenggelam dalam banjir besar di tanah Pasundan. Tapi dalam mimpi itu Wiro mendapat Wahyu bila Salaka Negara akan berjaya karena ada bulan jatuh di atas langit kerajaan.
Hati itu juga Wiro Sabrang berangkat ke Pejajaran setelah beberapa prajurit datang dari Pejajaran melaporkan berita duka. Wiro Sabrang dengan tenaga batin beranjak terbang bersama angin lalu menuju Pejajaran. Impian banjir adalah firasat akan ada banyak kematian yang dialami ponggawa dan rakyat Pejajaran. Dan firasat itu sekarang sudah terbukti semenjak Gusti Salokantara pergi mengungsi ke istana Salaka Negara. Pejajaran telah dikuasai raja iblis yang telah menyengsarakan rakyat dan menghilangkan budaya dan agama tradisi.
Wiro Sabrang yang sudah tiba di depan benteng telah disambut oleh perlawanan dari prajurit Pejajaran yang kena sihir Pendekar Brewok. Bagi Wiro Sabrang tentu tidak ada artinya perlawanan para prajurit yang telah dimasuki roh jahat oleh Brewok. Tetapi kedatangan Wiro Sabrang ke dalam alun- alun tentu sangat mengejutkan bagi Brewok yang sudah bersiap hendak membuang sesaji ke kawah gunung Papandayan. Iring- iringan kuda dan pasukan dari pendekar Brewok seketika bubar dan berlarian tunggang langgang ketika diterpa badai dahsyat yang dikirim oleh tangan Wiro Sabrang.
"Wuuuuuzzzzz!!"
Barisan pengawal pembawa sesaji kocar- kacir hingga terjatuh dan tak bangun lagi terkena semburan badai api yang sangat dahsyat setelah Wiro Sabrang selamatkan dua orang gadis di dalam karung yang diikat akan dijadikan tumbal.
Brewok yang juga adalah seorang pendekar langit tentu saja sangat peka bila ada musibah yang sangat dahsyat datang secara tiba- tiba. Pastilah ada lawan yang sangat tangguh memiliki ilmu tingkat dewa datang kepadanya.
__ADS_1
"Glegeerrrrrkk!!'
"Bluaaaaarrrrr!!"
Kilatan cahaya biru yang makin gencar menerobos langit disusul dengan ledakan dahsyat petir yang bersahutan menandakan seorang pendekar yang sekelas dengannya telah tiba.
Brewok langsung menyambut dengan mengirim badai es yang sangat dingin hingga membuat semua benda akan beku dan mematikan semua makhluk hidup.
Bersamaan dengan pertarungan ajian yang sangat mistik itu Brewok melompat dan menghentakkan kakinya ke bumi seperti paku raksasa yang menikam bumi dengan sangat dahsyat.
"Wiro Sabrang! Hm." gumam Brewok sambil menancapkan tongkat pusakanya sejajar dengan tubuhnya yang berdiri tegak menjulang ke atas awan.
Mata kedua pendekar itu saling bertatapan dan nafas mereka terlihat memburu karena dipicu kemarahan yang sangat hebat. Wiro baru sadar jika yang sedang dihadapi adalah musuh bebuyutan sejak ia masih menjadi pasukan yang diburu sekte Naga Wulung. Pendekar Brewok adalah salah satunya yang menjadi target balas dendam atas kematian keluarga besar sekte Naga putih di jaman prasejarah.
__ADS_1
"Si Brewok ban***t" gumam Wiro Sabrang sambil ayunkan Golok Setan di tangannya dengan sangat dahsyat.
"Hhhiiiiaaaatttt!!"
"Trang Trang Trang !"
" Hiiiiaaahhh!!"
Wiro Sabrang terdesak oleh serangan tenaga dalam dan hawa dingin yang menusuk jantung. Wiro Sabrang bergeser posisi ke belakang setelah bersalto.
"Ha ha ha.. Mana lagi keluargamu Wiro.. ha ha ha sekte Naga Putih takkan mampu melawan dan lari dariku Wiroo."
"Hiiiiiaaaaatttt"
__ADS_1
Kembali lagi ayunan tongkat pusaka yang dipegang Brewok memancarkan sinar yang sangat kemilau dan dahsyat menghancurkan benda apapun yang menjadi sasaran.
"Aaacchh"