PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 64


__ADS_3

"Ha ha ha ha.. kau pikir aku bisa mati Wiro.. harus kau ingat bila aku adalah pendekar langit yang tidak mungkin bisa kau bunuh." kata Gendir Bumi yang mendadak telah kembali hidup turun dari langit.


Wiro Sabrang yang berdiri di depan setinggil sudah dipagari para pengawal istana Salaka Negara saat berhadapan dengan para musuh dari Pakuaji. Zui Shen yang melihat sendiri betapa gagah pendekar dari benua Utara yang sangat sakti itu akhirnya tumbang oleh serangan Wiro Sabrang. Bajul Segara bukan sembarang pendekar di mata Zui Shen yang sama-sama punya kampung halaman di Benua Utara. Bajul Segara terlihat sebagai turunan dari kaisar ke 3 dinasti Xian. Keluarganya bukan cuma turunan bangsawan besar akan tetapi juga pendekar abadi dalam dunia persilatan.  Seperti khayalan saja bila pendekar sehebat Bajul Segara bisa tumbang di tangan Wiro Sabrang. Gumam Zui Shen dalam hati.  Walau begitu tetap saja Zui Shen dan para pengawal istana sudah bersiaga untuk menghadang Kedatangan pasukan Pakuaji. Ia dengan jurus- jurus maut dewa mabok sudah menghalangi prajurit dari Pagar Nyawa dari Pantura. Pakuaji tidak bisa meremehkan kekuatan dari Zui Shen beserta muridnya yang rata- rata punya skill dewa dalam dunia kungfu.


      "Hiiiaaattt!!"


      "Hep Hep Hep !!"


      "Wuaaahhhh!!!"


     Pakuaji yang tadinya nekat merangsek masuk ke dalam alun- alun harus mundur ketika mendapat perlawanan dari Jiu Tong. Pakuaji merasa heran jika Wiro Sabrang ternyata juga memiliki pasukan kungfu dari Benua Utara. Jurus- jurus kungfu Zui Shen cukup membuat pasukan Pakuaji harus mundur dan menyingkir keluar dari Beteng. Sedang Gendir Bumi yang kembali bertatap muka dengan Wiro Sabrang mulai trauma.


      "Keluar loe semua!"

__ADS_1


      Pakuaji dan para pengawal sudah terlempar oleh tendangan Zui Shen serta Jiu Tong yang sangat dahsyat. Gendir Bumi yang sebenarnya trauma ketika berhadapan dengan Wiro Sabrang jadi beringas ketika melihat Putri Domas yang sangat cantik.


      "Hiiiiaaaaatttt!!!!"


     Ternyata Gendir Bumi masih bernyali mengerahkan tenaga dalam menghantam golok Setan di tangan Wiro yang berkelebat.


      "Gkreepyek!!"


      "Blamm!!"


       "Bluaaaaarrrrr!!'


       Ular naga raksasa yang sangat berkuasa di samodra Selatan itu jelas membuat Pendekar Raja Naga terkesima.

__ADS_1


      "Antaboga" gumam Pendekar Raja Naga yang sangat alergi bila bertemu dengan naga pengusa samodra Selatan. Begitu pula Pendekar Raja Naga yang telah hampir. berhasil merayu Putri Domas. Pendekar muda itu sangat kagum dengan kecepatan bermain pedang Putri Domas. Ia sama sekali tidak menyangka bila putri Domas adalah seorang pendekar pedang.


      "Aku penasaran jika putri Domas bisa bermain pedang sehebat itu." gumam Pendekar Raja Naga ketika hampir terpojok dan.dipenggal pedang wanita itu. Pendekar Raja Naga yang merasa pernah bertanding dengan seorang putri pedang dari gunung Utara tentu teringat gaya bermain Putri Pedang sangat mirip dengannya. Bisa jadi jika ia pernah bertemu atau berperang melawan Batari Durga.


      "Hiiiiiaaaaatttt!!!"


      "Wuuuuuzzzzz!!!"


  .   "Aaaaacccckkk!!"


     Ajian Bumi Saketi yang dikerahkan Wiro Sabrang dibarengi dengan sabetan golok Setan tentu sangat akurat menghancurkan Gendir Bumi. Itu semua tidak lepas dari bantuan ular naga Raksasa Antaboga yang dengan kekuatan dewanya meremukkan tubuh iblis Gendir Bumi.


     Dua pendekar langit telah roboh di atas tanah alun- alun sehingga para pengawal dan prajurit Salaka Negara bersorak kegirangan. Mereka bersorak dan berbaris di sepanjang Beteng sambil mengacungkan pedang kemenangan.

__ADS_1


      "Hidup Gusti Wiro Sabrang!!"


      Pendekar Raja Naga yang akhirnya merobah dirinya menjadi seekor naga raksasa dengan mulut yang menyemburkan api dan hembuskan angin badai. Beruntung Antaboga  yang berujud ular naga lebih besar dari raja Naga tentu punya kekuatan yang sangat dahsyat. Antaboga juga adalah dewa Laut Selatan yang ditakuti oleh semua naga dari Lautan Utara. Dua ular naga sebesar bukit itu bergulat diatas langit saling menggigit dan saling menyemburkan api racun hingga membuat langit menjadi terang dan berasap.


__ADS_2