PENDEKAR YANG HILANG

PENDEKAR YANG HILANG
BAGIAN 24


__ADS_3

Wiro Sabrang?" kata Maesa Danu sambil membulatkan mata terkejut mendengar jawaban Wiro Sabrang. Ada makna yang terkait dengan nama Wiro Sabrang dalam darah keluarga. 1000 tahun silam Wiro Sabrang adalah putra dari Suro Sabrang paman dari Maesa Danu yang kala itu diburu kelompok sekte Merah.


      "Kita bersaudara Wiro. Kalau begitu ijinkan aku bergabung denganmu."kata Maesa Danu sambil memeluk Wiro.


      "Baiklah kalau engkau ingin bergabung denganku. Kebetulan kerajaan Singosari butuh pengawal baru dan banyak tamtama."


       "Senang sekali mendengar katamu."


      "Bukankah engkau berasal dari Tibet Maesa?"


      "Iya. Orang tua kita berasal dari Tibet, tapi engkau yang lebih lama tinggal di tanah ini"


        Wiro mengingat- ingat masa silam ketika ia masih bersama orang tua dan rombongan sekte putih. Bisa jadi Maeda Danu masih keturunan dari kakeknya terlihat dari gerakan silatnya yang banyak berasal dari keluarga Sekte Putih. Sukurlah kalau ia mau bergabung dengan Kertajaya.


     Wiro Sabrang bergegas memberi tahu kepada Kertajaya dan Sentanu perihal keinginan Maesa Danu untuk bergabung dengan kerajaan Singosari.


      Kertajaya sangat senang menerima Maesa Danu serta murid perguruannya untuk bergabung dalam kerajaan Singosari. Pertarungan antara Kebo Marcuet dengan pendekar yang melamar jadi pengawal masih berlangsung ketika Wiro Sabrang membawa Maesa Danu masuk ke dalam pagelaran.


       "Ini Gusti, sahabat hamba dari Mongolia yang ingin bergabung bersama kita.Sekalian muridnya."


     Kertajaya jadi tidak fokus melihat cara Kebo Marcuet mengajarkan ilmu bela diri kepada calon tamtama di Singosari.

__ADS_1


      "Bukannya tadi kalian berseteru? Apakah benar niatmu akan bergabung dengan kerajaan Singosari atau malah akan memusuhi?"


        "Betul Gusti, hamba ingin mencari rumah, yang bisa hamba ikuti untuk mengembangkan sekte putih dalam rangka memerangi sekte hitam yang merajalela di atas bumi"


       "Bagus! Bagus! Bagus. kalau niatmu betul- betul ingin menegakkan keadilan dan melindungi kaum lemah"


       "Bagaimana Gusti?, apakah mereka diterima?"


      "Aku sudah melihat kehebatanmu dalam bermain silat saat bertanding dengan putraku Wiro Sabrang. Aku setuju sekali jika kalian kujadikan pengawal garis depan."


       "Tetina kasih Gusti Kertajaya. Hamba sedang mencari info adanya kerajaan kosong yang ditinggal pemiliknya yang meninggal 500 tahun silam. Di dalam kerajaan itu tersimpan ribuan pusaka yang sangat sakti." kata Maesa Danu sangat mengejutkan Kertajaya.


      Sentanu memandang ke wajah Maesa Danu sambil menyipitkan mata. Ada banyak pertanyaan yang akan diajukan kepada Maesa Danu.


      "Darimana kisanak dapat info?" tanya begawan Sentanu.


        "Dari dewa agung penguasa jagad."


        "Tahu nggak lokasinya atau ancer- ancer kerajaan kosong itu?"


        "Kerajaan Lemah Putih"

__ADS_1


    Lemah Putih? Sepertinya Wiro Sabrang pernah mendengar nama kerajaan itu entah dimana. Pastinya sekitar Gunung Bromo memang ada bekas bangunan yang terkubur oleh tanah dan batu kapur.


      Kertajaya sangat berharap memiliki pusaka yang diceritakan Maesa Danu. Jika putra- putranya ada yang bisa mendapatkan pusaka itu, alangkah srnang hatinya. Karena Singosari butuh memiliki sebuah pusaka untuk menjaga kewibawaan raja dari serang an lawan. Karena itulah ia membujuk Wiro Sabrang untuk mencari pusaka itu.


       "Kalau kakang Wiro Sabrang berangkat ke lokasi Kraton suwung, hamba ikut serta." kata Singojati.


      Kertajaya langsung mengajak Maesa Danu ke dalam untuk diberi pakaian pengawal dan pedang sebagai senjata. Begitu pula sepuluh orang murid pendekar sakti itu juga diperkenankan masuk berganti pakaian.


****


      Singosari sudah kembali bangkit setelah Wiro Sabrang dan Surogeni masuk menjadi panglima perang atau Senopati didukung pengawal  barisan Maeso Danu dan Kebo Marcuet yang sekarang menjadi kekuatan inti dalam menghadapi serangan dari luar Beteng.


      Maesa Danu sebagai ketua sekte putih yang akan membangun perguruan bela diri untuk keperluan perkumpulan aliran putih yang bermisi menegakkan keadilan dan membela kebenaran.


       Hari ini Kertajaya sudah bersiap melepas Wiro Sabrang dan Maesa Danu untuk berburu pusaka di Lemah Putih. Tentu saja Hanya Wiro Sabrang dan Maesa Danu yang pantas untuk berburu pusaka yang diinginkan Kertajaya karena kedua orang itu adalah pendekar yang sangat sakti di jaman purba. Mereka tentu mengetahui tempat atau lokasi yang sudah ratusan tahun terkubur tanah atau muntahan lava dari gunung meletus.


      "Jangan lupa, bawakan pusaka untuk kerajaan kalau ada banyak lebih baik" kata Kertajaya.


       "Hamba mohon pamit ayahanda." kata Wiro Sabrang seraya menghatur sembah. Begitu pula Maesa Danu juga berpamitan seraya menyembah. Kedua pendekar itu tidak membutuhkan kuda untuk tumpangan mencari lokasi Lemah Putih.


    

__ADS_1


__ADS_2