
Wiro Sabrang kini tengah melepas rindunya bersama Kalingga yang berpisah lebih 1000 tahun. Kalingga yang kembali menjelma menjadi manusia setelah kematian jasadnya terkubur didasar lautan es yang kemudian diberi kehidupan oleh sang hyang Brahma penguasa kehidupan seperti juga Wiro Sabrang. Berdua mereka melesat bagai angin lalu dan dengan sangat cepat telah sampai di kerajaan Salaka Negara dimana Wiro Sabrang menduduki tahta. Tentu saja begawan Sentanu.dan para ponggawa tanah Padundan merasa sangat senang. Terutama putri Domas Pitasari yang sedang hamil muda.
"Selamat datang Gusti Panembahan Wira Kusumah."
"Terima kasih paman Sentanu telah ikut menjaga keamanan negeri Salaka Negara. Ini adalah saudaraku dari langit paman. Perkenalkan.." kata Wiro Sabrang yang bisa memahami kenapa baru sekarang ia tunjukkan wujud dan wajah Kalingga. Karena antara Wiro Sabrang dan Kalingga adalah sama- sama pendekar purba yang diutus dewa Brahma..
"Hamba sudah mendapat firasat dari Dewata bila paduka akan mendapatkan sahabat dalam memerangi para raja iblis yang ingin mengusai kehidupan manusia Gusti." kata Sentanu.
.. " Benar paman, aku memang diutus dewa Brahma untuk menemani saudaraku Wiro Sabrang."
"Mangga Raden.. sudah hamba siapkan semua hidangan untuk menyambut kedatangan Gusti dan Raden Kalingga" kata dayang yang sudah menyiapkan makanan dan minuman di meja panjang.
Kalingga yang sudah tidak pernah menikmati hidangan seperti manusia, kembali teringat masa lalu. Minum anggur merah dan makan nasi dengan lauk ikan bakar. Tubuh yang lama terasa dingin bak es kini kembali terasa hangat setelah ada pembakaran dalam darah. Wiro Sabrang sangat senang bisa bertemu dengan sahabatnya yang dulu ikut berperang melawan pengembara dari Afrika dan kalah karena tidak punya ilmu gaib. Ternyata setelah hidup kembali di tanah subur ini Kalingga bisa berjumpa dengan seorang suhu ahli ilmu supranatural Kiageng Watujagad yang penguasa kehidupan diatas bumi.
"Kita harus waspada Wiro, mungkin dalam waktu dekat akan datang para iblis pengembara yang memburu manusia untuk dijadikan budak."
"Sangat betul yang Raden katakan . Hamba sudah mendapat firasat dalam mimpi jika ada air bah yang akan melimpah dan bumi akan tenggelam."
"Itu berarti akan ada kebaikan datang paman" kata Kalingga. Tentu saja Sentanu heran kenapa banjir itu diartikan kebaikan.
__ADS_1
"Iya paman bukankah api panas itu lambang dari kekuatan iblis?" kata Wiro Sabrang. Sentanu akhirnya membenarkan kata Wiro Sabrang dengan menganggukkan kepala.
Saat yang sangat bahagia itu mendadak tergoyah oleh guncangan bumi yang menggetarkan istana. Lampu gantung pun jatuh dan pecah di lantai. Semua berdiri dan berusaha untuk memegangi pilar kayu istana.
"Greeehgggkk"
Gempa yang sangat dahsyat itu disertai angin yang berhembus kencang menggetarkan atap istana.
"Glegerrrrr!!"
Kalingga langsung melompat keluar dari istana melihat ke atas langit yang mulai gelap dan hujan turun disusul kilatan petir dan Bledek.
"Wuuuuuuzzzzz!!"
Tiga sosok makhluk berkepala buaya yang punya tanduk sudah menancapkan kaki diatas bumi. Makhluk yang sangat besar dan berwajah seram itu tentu bukan manusia. Wiro Sabrang sudah tanggap apa yang terjadi.
"Tiga Iblis Benua Utara dengan Godam pusakanya" gumam Kalingga sambil menatap wajah mereka.
"Ha ha ha..kaukah itu Wiro Sabrang?" tanya makhluk aneh itu.
__ADS_1
"Ya aku Wiro Sabrang!! Siapa kalian?"
"Aku Dragon Api dari benua Utara. Senang bisa bertemu denganmu Wiro, pastinya aku inginkan kematianmu ha ha ha."
"Baiklah kalau itu yang kau minta, bersiaplah untuk membunuhku!!"
"Hiiiiaaaaaaaahhhhh"
" Hiiiiiaaaaaahhh"
"Gelgeerrrrrrr!!"
Ledakan dahsyat itu berasal dari dasar bumi hingga terbelah dan menenggelamkan kaki Wiro Sabrang. Tapi Kalingga dengan cepat menghentakkan kaki ke bumi hingga ketiga makhluk besar itu terangkat ke atas langit.
Wiro baru melihat betapa sahabatnya memiliki tenaga dalam sangat kuat dan ilmu gaib. Buktinya dengan menghentak bumi dengan satu kaki saja sudah mampu merapatkan belahan tanah yang menganga seperti jurang.
"Hiiiiiaaaaaaatttt!!"
"Brukkk!!"
__ADS_1
Tapi Wiro Sabrang yang lengah tertimpa tubuh ketiga monster aneh yang jatuh dari langit. Wiro baru kali ini merasa tak mampu menghindar dari serangan lawan.