Pendewaan

Pendewaan
#12 Segenap Kekuatan


__ADS_3

"Ini pedang yang bagus"


Jika dibandingkan dengan pedang milik Yun Tianxie, maka pedang ini ribuan kali lebih baik. Bagaimanapun pedang Yun Tianxie hanya senjata dewa tingkat 3, sedangkan pedang ini adalah senjata suci tingkat 1. senjata tingkat suci adalah sesuatu yang hampir mustahil untuk ditemukan di benua Dongchen, tentu saja senjata ini cukup biasa di benua dewa ini. meski biasa harganya juga bukan main mahalnya


"Baguslah jika kau menyukainya, sebelum kita mulai ada sesuatu yang harus kulakukan"


Mu Ning tau apa yang ingin Luo Yan lakukan, dia dengan cepat segera menjauh. Dibawah kaki Luo Yan terdapat sebuah tulisan Rune, Luo Yan menaruh tombaknya di atas tulisan itu. Seketika sebuah penghalang transparan mengelilingi tempat itu


"Dengan begini kita tidak perlu khawatir"


Tempat Latihan itu sama sekali tidak cocok untuk mereka berdua, dengan kekuatan penuh mereka yang sedang menggunakan senjata asli mereka bisa saja menghancurkan tempat itu. penghalang itu mencegah hal itu terjadi, jadi sekuat apapun mereka bertarung, dampaknya tidak akan mempengaruhi apapun yang ada diluar penghalang


"Sekarang seranglah aku" senyuman Luo Yan terlihat sangat licik


Sebelumnya Luo Yan selalu menyerang duluan, sekarang dia meminta Yun Tianxie untuk menyerang duluan. Yun Tianxie merasakan sesuatu yang cukup buruk, meski begitu dia tidak bisa ragu. Dengan cepat Yun Tianxie menyerang Luo Yan.


Itu adalah serangan tercepat Yun Tianxie, meski dibilang cepat tetapi dimata Luo Yan itu masih cukup lambat, Luo Yan dengan begitu mudahnya menahan serangan Yun Tianxie


"Apa hanya begini saja"


Senyuman meremehkan muncul diwajah Luo Yan. Senyuman itu tidak membuat Yun Tianxie kesal, dia tau kalau Luo Yan itu jauh lebih kuat dari dirinya, karena itu Yun Tianxie tidak merasa aneh jika Luo Yan meremehkannya


Yun Tianxie dengan cepat menarik Kembali pedangnya, dia lalu mengambil jarak beberapa Langkah dari Luo Yan. Yun Tianxie tau kalau serangan biasa tidak akan berguna untuk melawan Luo Yan.


'Bagaimana jika aku menggunakan Teknik pedang 9 jalan, aku yakin belum pernah menggunakannya selama berlatih dengannya'

__ADS_1


Yun Tianxie memutuskan untuk menggunkan Teknik pedang 9 jalan. Teknik ini adalah Teknik yang Lin Feng ajarkan, meskipun Yun Tianxie hanya bisa menggunkan 2 dari 9 jalan yang ada


Yun Tianxie mengangkat pedangnya, dengan cepat langsung menyerang Luo Yan. Yun Tianxie mengayunkan pedangnya kebawah, Luo Yan hendak menahan serangan itu, tepat sebelum pedang Yun Tianxie mengenai tombak Luo Yan, Yun Tianxie mengubah posisi pedang ke kanan dirinya, Yun Tianxie lalu mengayunkan pedang itu ke arah kanannya


'Tidak berguna ya' Yun Tianxie yakin kalau dia telah bergerak dengan sangat cepat, tetapi Luo Yan masih bisa menahan serangannya dengan begitu mudahnya


"Ini Teknik pedang yang cukup menarik, Teknik ini bisa membelokkan takdir"


Bukan Yun Tianxie, melainkan Lin Feng yang terkejut dengan perkataan Luo Yan. Seperti yang Luo Yan katakan, Teknik 9 jalan adalah Teknik yang bisa membelokkan takdir. Lin Feng memang mengajarkan Teknik ini kepada Yun Tianxie, tetapi dia tidak pernah memberi tahu Yun Tianxie tentang hal itu.


'Siapa sebenarnya gadis kecil itu?'


Lin Feng secara alami penasaran dengan identitas Luo Yan, bagaimanapun Luo Yan bisa mengetahui Teknik pedang 9 jalan hanya dari Gerakan saja, dan kedua Gerakan itu sendiri adalah Gerakan yang masih jauh dari kata sempurna


'Apa dia juga berasal dari sana?'


"Sepertinya kau binggung akan menyerang dengan Teknik apa lagi, kalau begitu bairkan aku yang menyerang sekarang'


Luo Yan dengan cepat menggerakan tombaknya, itu bukanlah sebuah Teknik melainkan hanya sebuah serangan biasa saja. Meski hanya serangan biasa tetap saja itu bukan serangan yang lemah, satu serangan itu membelah tempat itu menjadi dua.


Untung saja Luo Yan tidak menghancurkan penghalang yang ada disana, jika tidak bangunan yang ada disekitarnya mungkin akan hancur.


'Benar benar serangan yang kuat'


Tidak peduli bagaimana cara Yun Tianxie melihatnya, Yun Tianxie tetap akan melihat Luo Yan sebagai seseorang yang lebih kuat dari dirinya

__ADS_1


Dipuncak tertinggi sekte bulu ilahi, terdapat seorang perempuan muda dengan seorang lelaki tua. Kedua orang itu melihat apa yang sedang terjadi di asrama phoenix saat ini.


"Bukankah nona Luo Yan sedikit berlebihan? Lawannya adalah seseorang yang baru saja memasuki ranah bencana, tidak mungkin orang itu bisa menang. Bukankah anda setuju master?"


Perempuan itu adalah Liu Yu, dan pria tua itu adalah guru dari Liu Yu sekaligus master dari sekte ini


"Dari luar mungkin terlihat seperti Luo Yan sedang menindas pria itu, hanya saja sejak awal Luo Yan bukanlah orang yang akan melakukan hal itu. jadi dia pasti memiliki tujuannya sendiri."


"Begitukah? Saya sama sakali tidak pernah bisa menebak apa yang sedang nona Luo Yan pikirkan"


Hubungan Liu Yu dan Luo Yan tidaklah buruk, bisa dibilang mereka cukup dekat. Liu Yu juga sesekali bertindak sebagai teman Latihan Luo Yan, dari sekian banyak pertarungan Liu Yu belum pernah sekalipun mengalahkan Luo Yan


'Yah, Kuharap nona Luo Yan bisa sedikit lebih menahan diri'


Luo Yan adalah seseorang yang bisa bertindak berlebihan ketika sedang melakukan sesuatu yang menarik baginya.


Bahkan saat ini Luo Yan tanpa henti dan dengan sangat cepat mengayukan tombaknya, meskipun dia masih belum sepenuhnya serius tetapi itu sudah membuat Yun Tianxie merasa sangat kerepotan. Ada cukup banyak luka goresan disekitar tubuh Yun Tianxie, luka itu memang tidak terlalu bahaya, tapi tetap saja akan menimbulkan rasa sakit jika terlalu banyak.


'Masalahnya saat ini adalah bagaimana cara agar seraganku dapat mengenainya'


Yun Tianxie berfikir dengan sangat keras, dia lalu mengeluarkan pedang lamanya. Yun Tianxie melemparkan pedang itu, Luo Yan Tidak berniat untuk menahannya. Luo Yan dengan tenang menghindari pedang itu.


Siapapun yang melihat itu pasti akan mengatakan itu adalah Gerakan yang murahan, bagi Yun Tianxie tidak masalah meski itu adalah Gerakan yang murahan. Yang Yun TIanxie butuhkan adalah jeda waktu, saat dimana Luo Yan menjadi lengah meski hanya beberapa detik saja.


Sekarang momen itu telah muncul, ada jeda waktu tepat setelah Luo Yan menghindari pedang terbang itu. Yun Tianxie telah berada tepat didepan Luo Yan, dengan semua kekuatan yang dia miliki Yun Tianxie mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


Hanya saja itu semua tidak berjalan sesuai rencana, tanpa Yun Tianxie sadari ujung tombak Luo Yan telah menusuk bahu kanannya.


__ADS_2