Pendewaan

Pendewaan
#68 Kembali Ke Sekte


__ADS_3

Satu minggu berlalu, setelah melakukan perjalanan yang Panjang, Yun Tianxie akhirnya sampai di tempat Tujuannya.


“Tempat ini tidak banyak berubah.”


Dari atas sebuah bangunan, Yun Tianxie melihat bangunan sekitarnya. Ada perasaan nonstalgia di dalam dirinya, rasa rindu akan kampung halamannya.


Yun Tianxie segera turun dan mendatangi sebuah gerbang yang besar. Itu adalah gerbang istana kerajaan. Dengan statusnya yang sekarang, Yun Tianxie tidak bisa masuk begitu saja. Dia adalah orang yang telah mati, orang yang telah di anggap tidak ada.


Yun Tianxie menutupi wajahnya dengan jubah yang baru dia beli, mendekati penjaga yang ada di sana.


“Tolong sampaikan kepada rajamu, pemuda yang telah mati datang untuk berkunjung. Datang untuk melihat abu bekas bakaran.”


Pada awalnya para penjaga itu tidak terlalu mengerti, mereka tidak ingin menyampaikan pesan itu. Tetapi mereka merasa takut, mereka sama sekali tidak bisa melihat ranah Yun Tianxie. Rasa takut akan kematian membuat para penjaga segera pergi untuk menyampaikan pesan.


Butuh waktu beberapa saat hingga akhirnya penjaga itu Kembali, dia terlihat kelelahan. Membiarkan Yun Tianxie untuk masuk kedalam istana sambil terus menjaganya.


Mereka berjalan hingga sampai di sebuah pintu besar, penjaga itu membiarkan Yun Tianxie masuk sedangkan dia tidak berani untuk masuk.


Di dalam ruangan terdapat dua orang pria, yang satunya adalah Yun Lao, ayah dari Yun Tianxie, sekaligus raja dari kerajaan ini.


Yang satunya lagi adalah Yun Xiao, adik dari Yun Tianxie. Dia adalah adik dari ibu yang berbeda. Meski begitu hubungan mereka tidaklah buruk.


Yun Tianxie membuka penutup kepalanya dan langsung tertunduk.


“Putramu ini durhaka, hanya bisa melihat sang ayah setelah sekian lama.”


Ada kesedihan dari suara itu, Yun Tianxie memang ingin mencapai puncak dunia, tetapi dia tetap saja seorang pria yang hidup di dalam sangkar. Dia telah mencicipi madu dalam waktu yang lama, setelah pertemuan Kembali dengan ayahnya membuat Yun Tianxie sedikit sedih.


“Kau adalah orang yang telah mati, orang mati tidak bisa mengunjugi mereka yang hidup. Sejak awal, kematianmu adalah sesuatu yang telah aku setujui!”


Kata kata yang berat keluar dari mulut Yun Lao, dia bukan ayah yang dingin. Dia sayang dengan Yun Tianxie. Namun, putranya ingin pergi kedunia luar. Yun Lao tidak bisa menolaknya, dia telah memutuskannya.

__ADS_1


Tidak masalah jika putranya tidak mengunjungi dirinya, tetapi berdasarkan apa yang dia putuskan, putranya telah mati. Tidak mungkin untuk mengunjungi dirinya, karenanya orang yang ada di hadapannya sekarang bukanlah putranya, melainkan seorang pria yang datang untuk berkunjung.


“Iya, saya tau itu.”


Yun Tianxie melihat Yun Xiao dan berkata, “Maaf ya!”


Hanya satu kalimat pendek, tetapi baik Yun Lao ataupun Yun Xiao mengerti maksudnya. Sebelumnya Yun Tianxie adalah putra mahkota, dan Yun Xiao adalah adik yang tidak menginginkan tahta. Mencoba untuk selalu menghindar dari politik.


Dengan kepergian Yun Tianxie, Yun Xiao harus maju sebagai pewaris. Melakukan apa yang selelu dia hindari sejak dulu.


Yun Xiao adalah saudara yang baik, dia hanya tersenyum kecil. Dia tidak bisa menyalahkan kakak laki lakinya, dia hanya bisa terus hidup dengan menjalankan tugasnya.


“Kalau begitu saya akan undur diri.”


Setelah mengatakan itu, Yun Tianxie mengeluarkan pil dalam jumlah yang cukup banyak. Dia sendiri tidak membutuhkan pil itu, tetapi saudaranya mungkin membutuhkannya.


Yun Tianxie berjalan meninggalakan ruangan itu, keluar dari istana dan menuju sebuah tempat yang Bernama kota Dragon.


Satu bulan kemudian Yun Tianxie sampai di kota dragon, dia ingin menggunakan saluran teleportasi. Namun, dia lupa satu hal. Dia tidak memiliki banyak uang. Uang yang dia miliki tidak cukup untuk membayar biaya.


Yun Tianxie mengeluarkan beberapa hartanya dan menjualnya. Kebanyakan adalah harta yang di dapatkan dari tanah terlarang vajra, meski tingkatannya tidak terlalu tinggi tetapi tetap berguna untuk beberapa orang.


Dalam waktu tiga hari, Yun Tianxie telah berhasil mengumpulkan uang. Dia langsung membayar dan menggunakan saluran teleportasi.


Saluran itu terhubung dengan kota Teng di benua dewa. Begitu Yun Tianxie sampai dia dapat melihat ada banyak ranah bencana. Sangat berbeda dengan kota Dragon yang kebanyakan hanya ranah peningkatan jiwa.


“Sekarang ke mana arah Sekte bulu kaisar berada.”


Ini adalah pertama kalinya Yun Tianxie mendatangi kota Teng, dia secara alami tidak memahami daerah sekitar.


Seperti biasa Yun Tianxie memasuki sebuah penginapan, mengumpulkan informasi dari sana. Untuk mendapatakan informasi Yun Tianxie mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun itu sebnading dengan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Yun Tianxie sekarang tau di mana sekte bulu ilahi berada. Dibutuhkan waktu satu minggu untuk sampai ke sekte.


Yun Tianxie segera pergi, kali ini dia cukup berhati hati. Benua dewa berbeda dengan benua lainnya. Tidak akan mengherankan jika ada bandit yang berada di ranah hidup dan mati..


Jika dia bertemu dengan bandit, itu bisa menjadi akhir yang buruk untuk dirinya. Kali ini Yun Tianxie tidak memaksakan dirinya, dia akan beristirahat sesekali.


Satu minggu kemudian, Yun Tianxie sampai di gerbang sekte. Ada dua murid yang menjaga, Yun Tianxie menujukkan tokennya dan di persilahkan untuk masuk. Begitu Yun Tianxie masuk ada seorang perempuan yang memanggilnya.


“Apa anda yang Bernama, Yun Tianxie?”


Yun Tianxie melihat perempuan itu, wajah perempuan itu ditutupi oleh cadar. Namun, Yun Tianxie tau kalau perempuan itu terlihat sangat tenang. Sama sekali tidak terlihat seperti perempuan yang ceroboh.


“Iya. Ada apa?”


Yun Tianxie tidak tau alasan perempuan itu menemuinya, ini adalah pertama kalinya dia melihat perempuan itu.


“Senior aku menyuruhku untuk membawamu ke hadapannya.”


Yun Tianxie menjadi semakin binggung, dia bahkan tidak kenal dengan perempuan itu. bagaimana bisa dia mengenal seniornya? Lagi pula Yun Tianxie belum lama berada di sekte ini, dia tidak mengenal banyak orang kuat yang ada.


“Siapa seniormu?”


“Senior Luo Yan!” Jawab perempuan itu dengan tenang.


“Kalau begitu kau dari aula phoenix?”


Perempuan itu mengangguk, di sekte ini hanya ada satu orang yang Bernama Luo Yan. Dia adalah orang yang berkuasa di aula phoenix. Di mata semua orang, Luo Yan adalah seorang gadis kecil dengan kekuatan yang sangat besar.


“Tunjukkan jalannya.”


Perempuan itu mulai berjalan, menuju aula phoenix. Di belakangnya, Yun Tianxie berfikir fikir. Untuk apa Luo Yan mencari dirinya. Yang lebih mengherankan lagi, bagaimana Luo Yan bisa tau kalau dirinya akan Kembali?

__ADS_1


Apakah dia bisa melihat masa depan? Jika Yun Tianxie memikirkannya lagi, itu terlihat bukan sesuatu yang mustahil. Mengingat ada banyak misteri tentang Luo Yan yang dia tidak ketahui.


__ADS_2