Pendewaan

Pendewaan
#39 Mata Hitam Ketakutan


__ADS_3

Baik kebenaran ataupun Tao tersembunyi di dalam Bahasa sanskerta. Ada banyak tingkatannya, bahkan Lin Feng hanya memahami dasar dari Bahasa Sanskerta.


Lin Feng bisa membaca tulisan yang ada pada dinding, Setiap Tao yang ditulis dengan Bahasa Sanskerta pasti memiliki arti, tetapi dia sama sekali tidak mengerti artinya.


Yun Tianxie terus berjalan, seperti yang Lin Feng katakan semua huruf itu sama.


“Apa kau bisa menebak apa yang ada di sana, Liu Yu?”


“Sama sekali tidak. Tidak ada informasi apapun.”


Sejak dia Kembali dari tanah terlarang Vajra tahun lalu, Liu Yu mencoba untuk mencari tahu mengenai tempat ini, akan tetapi hingga sekarang dia masih tidak mendapatkan informasi apapun.


Mereka terus berjalan, Lorong ini besar, hanya ada jalan lurus ke depan. Tidak ada mahluk apapun, Lorong itu terlihat terang karena batu yang mengeluarkan cahaya.


Rasa gelisah mereka samakin kuat, rasa itu terasa sangat menakutkan. Diantara mereka bertiga, Xia Shuang adalah yang terlihat paling buruk.


Dia jelas tidak bisa menyembunyikan rasa gelisan dan takutnya, Liu Yu melihatnya, dia dengan cepat memegang tangan Xia Shuang. Berharap bisa sedikit meredakan rasa gelisahnya.


Mereka sampai kesebuah pintu, pintu yang sangat besar. Bahkan jika mereka bertiga masuk secara bersamaan, masih ada celah pada pintu itu.


Mereka semua terdiam, rasa gelisah dan takut semakin kuat. Siapa yang akan membuka pintu itu? mereka saling memandang. Hingga akhirnya, Yun Tianxie memutuskan untuk membukanya.


Yun Tianxie memegang pintu, tiba tiba rasa gelisahnya menjadi lebih besar. Wajahnya menjadi pucat, dia ingin segera pergi. Namun, pergi kemana?


Meski jalan Kembali terbuka dengan sangat lebar, apa dia akan melewatkan kesempatan ini? kesempatan untuk bisa melihat hal yang membuatnya ketakutan. Dengan semua keberaniannya, dan tubuh yang sedikit gemetar, Yun Tianxie membuka pintu itu.


“TIDAKKK!”


Begitu pintu terbuka, Xia Shuang langsung berteriak dengan keras. Dia sangat ketakutan, tentu saja baik Yun Tiaxnie ataupun Liu Yu juga merasa sangat ketakutan. Hanya saja mereka masih mencoba untuk menahan rasa takut itu.

__ADS_1


Liu Yu dengan cepat memeluk Xia Shuang, mencoba untuk menenangkan nya. Yun Tiaxnie melihat ke dalam ruangan, meski jaraknya masih cukup jauh, Yun Tianxie dapat melihat sebuah mata hitam.


Mata hitam besar, dengan pupil berwarna merah darah. Mata itu terus melihat mereka, sama sekali tidak berkedip. Yun Tianxie tau, mata itu adalah alasan mengapa mereka merasa takut.


Di bawah mata itu terdapat sebuah kerangka yang terlihat sedang bermeditasi. Yun Tianxie tidak tau, apakah kerangka itu masih hidup atau tidak.


Setelah beberapa saat, Rasa takut Xia Shuang telah sedikit tenang. Dengan terus memegang lengan Liu Yu, dia bisa berjalan dengan pelan.


Mereka bertiga mendekati mata itu, rasa takut menjadi lebih kuat. Hingga akhirnya mereka sampai di depan kerangka itu. itu adalah kerangka kosong, tidak ada jejak kehidupan di dalamnya.


Kerangka itu jelas seperti telah mati dalam waktu yang tak terhitung jumlahnya, akan tetapi masih belum menjadi abu. Dengan melihat itu, Yun Tiaxnie merasa kerangka itu dulunya mungkin jauh lebih kuat dari ranah dewa.


Mengingat Tanah terlarang Vajra adalah bekas medan perang, jadi tidak akan aneh jika ada kerangka mahluk kuat yang masih belum hancur.


Yun Tianxie melihat ada sebuah kalung di leher kerangka itu, dia mencoba untuk memegangnya. Tiba tiba mata besar itu bergerak. Sebelumnya mata itu terus melihat arah pintu, sekarang mata itu dengan sangat jelas terus menatap Yun Tianxie.


“Hahaha.” Tiba tiba terdengar suara


Kalung yang ada pada kerangka itu mengeluarkan asap hijau, asap itu lalu berubah menjadi seorang pria.


“Kau mencoba menyentuh aku, secara alami dia tidak akan membiarkannya.” Kata pria itu


Pria itu hanyalah tubuh spiritual, dia lalu memasuki kerangka itu. Tulang tulang putih itu mulai memiliki daging, kulit, rambut, dan hingga akhirnya sepenuhnya berubah menjadi penampilan pria itu.


Dengan rambut biru Panjang yang diikat, wajah seorang pria yang dipenuhi wibawa.


Mata hitam itu berkedip, dia berhenti menatap Yun Tianxie. Ukuran mata itu secara perlahan mulai mengecil, hingga akhirnya hanya sebesar bola baseball. Mata itu bergerak menuju bahu kanan pria itu.


Dengan cepat rasa takut dan gelisah yang mereka bertiga rasakan menghilang, sekarang terasa seperti mereka tidak takut sedikitpun.

__ADS_1


“Mata Hitam ketakutan. Selama orang itu berada di ranah dewa ke bawah, tidak mungkin untuk bisa menahan rasa takunya.” Kata pria itu dengan sedikit tersenyum


Ke tiga orang di depannya sangat luar biasa, mereka bisa menahan rasa takut mereka dengan baik. Meski mereka merasa takut, mereka tidak pergi meninggalkan tempat itu. ini secara alami membuat pria itu merasa senang. Setelah sekian lama, akhirnya ada orang yang berhasil melewati ujian darinya.


“Dua ras elf dengan kutukan, dan satu manusia.”


Pria itu adalah orang yang kuat, dia bisa melihat dengan jelas kalau ada kutukan yang menempel pada tubuh Xia Shuang dan Liu Yu.


“Kutukan bersyarat, meski itu bukan hal yang langka tetapi sangat jarang untuk bisa melihatnya.”


Kutukan bersyarat memang tidak langka, itu adalah Teknik yang mudah untuk dipelajari. Tetapi sangat jarang untuk melihat orang dengan kutukan itu. Karena syarat kutukan ini hanya berlaku untuk yang lebih lemah dari sang pengguna.


Apa gunanya menggunkan kutukan itu pada mahluk yang lebih lemah? Karena itu selain untuk beberapa situasi tertentu, sangat jarang untuk menggunakan Teknik itu.


“Kutukan itu mengikat kamu di tempat ini. Tidak peduli sekeras apa kamu berlatih, kamu tidak akan akan bisa meninggalkan tempat ini.”


Ada sedikit kesedihan diwajah Liu Yu, dia berharap untuk pergi dari benua ini dan menjadi kuat. Namun, sekarang pria kuat itu mengatakan semua kerja kerasnya sama sekali tidak berguna, selama kutukan itu masih ada pada dirinya.


“Namun… aku bisa memberitahu kamu cara melepaskan kutukan itu.”


“Apakah senior serius?”


Wajah Liu Yu menjadi tampak senang, jika ada cara untuk bisa lepas dari kutukan itu, dia secara alami bersedia untuk membayar harganya.


“Tapi kekuatan kamu saat ini masih belum cukup. Ketika kau mencapai ranah hidup dan mati, kembalilah ketempat ini. Aku akan membantu kamu untuk melepaskan kutukan itu.”


Wajah Liu Yu terlihat rumit, “Tapi senior, hanya ranah bencana yang bisa memasuki tanah terlarang Vajra.”


Pria kuat itu salah perkiraan, di tanah terlarang Vajra ini ranah dewa bisa hidup, akan tetapi dia tidak memperkirakan kalau pada pintu masuk hanya ranah bencana yang diizinkan untuk lewat.

__ADS_1


__ADS_2