Pendewaan

Pendewaan
#57 Lantai Terakhir


__ADS_3

[Apa diluar sana ada dunia yang lain?] Yun Tianxie sama seklai tidak mengetahui tentang hal ini, hanya Lin Feng yang bisa di andalkan.


[Dunia? Hehehe.] Lin Feng sedikit tertawa. [Berapa banyak dunia di luar sana? Aku takut itu melebihi apa yang kau perkirakan, Yun Tianxie!]


[Apa itu berarti ada lebih dari seribu dunia?] Satu dunia saja sudah besar, bukankan seribu dunia sudah menjadi batasannya? Itu adalah apa yang Yun Tianxie pikirkan.


[Seribu? Itu terlalu sedikit.] Lin Feng tidak tau jumlah aslinya, tetapi seribu jelas sangat sedikit. [Era ini mungkin memiliki lebih dari satu juta dunia kecil!]


Seperti yang Lin Feng katakan, Jumlah itu melebihi dari yang telah Yun Tianxie pikirkan. Dunia kecil memiliki ukuran yang berbeda beda, ada yang kecil, ada yang besarnya setara dengan sepuluh dunia. Semua itu tergantung dari usia dunia. Ada Dunia yang memiliki sumber kekuatan yang berbeda dari dunia Yun Tianxie.


Pada kenyatannya satu juta dunia itu masih terbilang sedikit, karena tidak semua dunia itu hidup. Di Era sebelumnya ada lebih dari tiga juta dunia kecil.


“Dunia tempatku tinggal ada benua di sebut benua dewa, dan ada sekte yang Bernama sekte Bulu Ilahi.” Yun Tianxie mencoba untuk memastikannya.


“Di duniaku tidak ada yang seperti itu.” Kata An Ling’er.


“Bukankah sudah kukatakan, kita dari dunia yang berbeda. Apa gunanya mencoba untuk mencocokkannya?”


Lin Yuxi adalah yang paling kuat sekaligus paling memiliki banyak informasi, karena alasan itu dia secara alami memiliki pemikiran yang sangat berbeda dari yang lainnya.


Sekarang mereka telah memastikan kalau mereka dari dunia yang berbeda. Mereka lalu Kembali memperkenalkan diri masing masing.


Orang yang keenam adalah seorang perempuan, ranah hidup dan mati awal. Perempuan itu Bernama Bai YueRong, memiliki rambut biru dan mata hitam pekat.


Setelah saling kenal, mereka Kembali lanjut ke lantai selanjutnya. Lantai ketiga {Ketenangan di bawah tekanan!}.


Sejujurnya, meskipun ada tulisan itu, baik Yun Tiaxnie ataupun yang lainnya sama seklai tidak memperdulikannya. Mereka hanya membaca tanpa mencoba untuk menemukan artinya.


Mereka masuk kedalam aula yang sama seperti sebelumnya. Kali ini ada seekor banteng disana.


“Kali ini turun sangat jauh ya!” An Ling’er berkata dengan sedikit bingung.


Mereka semua tidak berharap kalau banteng itu hanya akan berada di ranah peningkatan jiwa awal. Sangat jauh lebih lemah dari lantai dua yang ranah dewa awal.

__ADS_1


“Siapa yang ingin maju?” Lin Yuxi melihat yang lain, dia sama sekali tidak tertarik untuk melawan banteng itu.


“Siapapun yang ingin maju maka majulah, dan lakukan dengan cepat!” Tentu saja Leila juga sama sekali tidak tertarik.


“Aku yang akan maju!”


Berbeda dengan Leila, Lucas ingin melawan Banteng itu.


Dia maju sendirian, menghilangkan semua auranya hingga pada titik yang tidak berbeda dengan manusia biasa. Banteng itu melihat Lucas, sama sekali tidak ada aura. Dengan sangat berani banteng itu menuju Lucas dengan menyodorkan tanduknya.


Tinggal lima meter lagi banteng mengenai Lucas, Lucas langsung mengeluarkan auranya. Banteng itu menjadi sangat tertekan, aura Lucas sangat kuat.


Banteng bahkan kesulitan untuk bergerak, banteng itu terjatuh ke tanah. Kepalanya menyentuh lantai. Dengan wajah yang membosankan Lucas mendekati banteng, dia langsung memijak kepala banteng hingga Hancur.


“pertunjukan yang membosankan” Kata Leila.


Lucas tidak menyangkalnya, dia hanya diam saja.


Mereka naik kelantai empat, hanya ada monster di ranah peningkatan jiwa awal. Sama seperti sebelumnya, sama sekali tidak ada tertarik. Yun Tianxie memutuskan untuk maju. Hasilnya tidak berbeda jauh, dalam satu Gerakan monster telah mati.


“Bukankah ini yang terakhir?” An Ling’er bertanya tanya.


Jumlah mereka pada awalnya ada sepuluh, tidak menutup kemungkinan kalau lantai kesepuluh ini adalah yang terakhir.


Lantai sepuluh {Dewa kematian menatap mereka yang hadir!}


Sama seperti sebelumnya mereka sama sekali tidak memperdulikannya. Mereka masuk ke dalam ruangan. Ruangan itu sangat berbeda dengan lantai lantai yang sebelumnya.


Ruangan itu adalah aula berbentuk lingkaran, dengan obor api biru di sekelilingnya.


“Jika dipikir pikir lagi, Menara ini sangat tidak masuk akal.” Lucas menghelakan nafasnya.


Selain monster di lantai kedua yang lainnya hanya seperti sampah. Sekarang perbedaan kekuatan yang besar dapat terlihat. Monster yang ada di depan mereka jelas lebih kuat dari mereka semua.

__ADS_1


Itu adalah sebuah tengkorak terbang, dengan jubah menyelimuti tubuhnya. Sebuah sabit Panjang di tangannya, monster kerangka itu memiliki ukuran tubuh manusia usia dua puluhan.


“Soul matters Tingkat akhir!” Kata Laila.


Kerangka itu di sebut Soul Matters, meski di sebut soul matters kerangka itu tidak membunuh dengan mengambil jiwa, tetapi dengan cara menghancurkan tubuh.


“Berhati hatilah, mahluk itu sangat berbahaya.” Lin Yuxi memperingati semuanya.


Begitu Lin Yuxi mengeluarkan pedangnya, Mata Soul matters langsung berwarna merah. Dengan cepat mengayunkan sabitnya.


Jarak mereka sangat jauh, tetapi soul matters sama sekali tidak memikirkannya. Ayuan sabitnya menciptakan sebuah gelombang yang tajam. Dengan sangat cepat gelombang itu menuju kearah Yun Tianxie dan yang lainnya.


“Serangan jiwa?” Laila menyipitkan matanya, jika hanya serangan jiwa dia tidak perlu menghindarinya. Namun, begitu gelombang sudah dekat, Laila jadi bisa melihanya dengan jelas. “Tidak, serangan fisik!”


Laila dengan cepat menjentikkan jarinya, sebuah penghalang sepuluh lapis muncul di hadapan mereka. Satu persatu penghalang hancur terkena gelombang sabit itu. hingga hanya tinggal satu saja penghalang yang tersisa.


“Ini berat!” Lelia mengangkat tangannya, penghalang terakhir itu tidak akan bertahan lama. Dia mengalirkan kekuatan yang cukup besar ke penghalang itu. setelah beberapa saat gelombang itu menghilang, dan mereka terselamatkan.


‘Perempuan ini…'


Lin Yuxi melirik Laila, dia sadar apa yang Laila gunakan bukanlah sebuah Teknik seperti yang dia ketahui, dan yang paling penting adalah Lin Yuxi menyadari kalau Laila menggunakan sumber kekuatan yang berbeda dari dirinya.


Mereka semua tau tidak boleh berkumpul, mereka dengan cepat segera menyebar.


Soul matters melihat Yun Tiaxnie, dia adalah yang terlemah. Soul matters bergerak menuju Yun Tianxie.


Yun Tianxie sama sekali tidak khawatir, malahan sebuah senyuman muncul di wajahnya. Yun Tianxie tidak sabar untuk beradu dengan soul matters.


Sejak awal Yun Tianxie telah bersiap siap, begitu Soul matters sudah cukup dekat Yun Tianxie langsung mengayunkan pedangnya.


“Sword of Divinity : Truth of the World.” Kekuatan yang besar menuju Soul matters.


Soul matters berbeda dengan Kera Clyas, dia tidak memiliki tubuh yang sangat kuat ataupun pelindung di tubuhnya.

__ADS_1


Soul matters menyadari bahaya dari serangan Yun Tiaxnie dan dengan cepat langsung menghindar.


__ADS_2