Pendewaan

Pendewaan
#34 Mereka Yang Melihat


__ADS_3

Ditempat yang jauh dari Yun Tiaxnie, Luo Yan berada disebuah rumah yang tampak sederhana. Itu hanya terlihat seperti rumah manusia biasa, hanya saja ditanah yang sangat luas itu sama sekali tidak ada hal lainnya. Hanya kekosongan.


Dirumah dengan perkarangan yang kecil itu, terdapat tiga orang perempuan. Mereka adalah Luo Yan, Lin Xue Yu, dan Ji Qinfan. Diantara mereka bertiga, hanya Luo Yan yang paling mengetahui mengenai dunia.


Ditangannya terdapat sebuah bola kecil transparan, setelah melihat bola itu Luo Yan sedikit tersenyum


“Sword of Divinity : Truth of the World…. Ya?”


Di semesta ini tidak banyak orang yang mengetahui Sword of Divinity : Truth of the World, oleh karena itu hampir tidak mungkin untuk bisa melihat seorang pemuda menggunakannya.


Yun Tiaxnie yang menggunkan Sword of Divinity : Truth of the World, jelas sangat menarik perhatian Luo Yan.


Lin Xue Yu dan Ji Qinfan sama sekali tidak tau apa yang Luo Yan tertawakan. Mereka bertiga memang telah kenal cukup lama, hanya saja tidak sampai mereka saling memahami. Bagi Lin Xue Yu, dia kenal dengan Luo Yan dikarenakan suaminya, suaminya memiliki hubungan yang dekat dengan Luo Yan, bukan hubungan asmara melainkan hubungan paman dan keponakan.


Disisi lain, Ji Qianfan adalah murid dari suami Lin Xue Yu, dia juga berada di sekte yang sama dengan Luo Yan, di dalam sekte dia tau kalau Luo Yan adalah orang yang cukup terkenal. Dengan peringkat yang tidak pernah tergoyahkan.


Tidak lama kemudian seorang pria datang ke rumah itu, pria itu Bernama Ling Hao.


“Apa yang kau tertawakan, Luo Yan?”


“Selama di semesta ini, apakah paman pernah melihat Sword of Divinity : Truth of the World?”


“Tidak, itu adalah Teknik yang mustahil untuk bisa ditemukan di semesta.”


“Namun, aku baru saja melihatnya.”


Luo Yan memberikan bola transparan yang ada ditangannya, disana terlihat Yun Tianxie yang sedang menggunkan Sword of Divinity : Truth of the World.


“Yang benar saja, aku sudah tidak mengerti lagi!” Ling Hao menggelengkan kepalanya dan mengembalikan bola itu.


“Ambil darah Nuwa dan kembangkan pondasi dengan aman” Luo Yan lalu melihat Ji Qianfan, “Lalu kembangkan Darah Jianwu dan pendalaman Divine Dao of Truth of Time.” Luo Yan sedikit tersenyum.


“Taruh Nona Fernese Van Astrea di Menara Ai, dan nona Luna De Habsburg di Kuil. Yang terakhir, nona Eula Vessalius di istana Kaisar.” Senyuman Luo Yan menghilang, ada ekspresi aneh diwajahnya.


“Skalanya terlalu besar, saya khawatir apa yang telah guru atur bukanlah untuk skala semesta tetapi untuk skala yang lebih luas.”

__ADS_1


Ling Hao hanya terdiam, dia memang merupakan teman dekat guru Luo Yan dan dia secara alami masih lebih kuat dari Luo Yan. Namun, jika menyinggung masalah ini Ling Hao masih dibawah Luo Yan, apa yang Ling Hao latih berbeda dengan Luo Yan.


Luo Yan sendiri mengembangkan Divine Dao of Great way, Dao ini adalah sebuah dao yang mengatur jalan. Membuat rencana yang mana pergerakkan dari bidak dunia sesuai dengan pengaturan. Dao ini sendiri juga disebut sebagai Dao pengelihat masa depan, karena sang pengguna biasanya telah mengetahui apa yang akan terjadi di depan.


Hanya saja Dao ini tidak sehebat kedengarannya, bagaimanapun jika ada sedikit kecelakaan maka akan sulit untuk Kembali menebak jalan selanjutnya.


Sebelumnya Luo Yan telah memperkirakan skala pergerakkan yang telah dibuat gurunya, tetapi setelah melihat pondasi dalam rencana itu, hasil akhir dan skala yang Luo Yan perkirakan menjadi berantakkan.


Tidak banyak orang yang mengambil Dao ini, karena Dao ini sangat sulit untuk dipelajari, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam melatihnya. Luo Yan sendiri melatih Dao ini karena gurunya juga mengambil Dao ini. Hanya saja Guru Luo Yan bukan orang yang sederhana, Gurunya mengambil beberapa Dao sekaligus. Salah satunya adalah Divine Dao of Great way, dan World Emperor Divine Dao.


“Ini sangat membingungkan, jika nyonya ada disini maka aku akan bertanya kepadanya.”


“Aku takut itu akan sedikit sulit” kata Ling Hao. “Sampai Kini kami sama sekali tidak dapat menemukan keberadaan jiwa Theresia.”


“Begitu”


Sekarang segalanya menjadi sedikit membingungkan Luo Yan, pondasi dalam rencananya sangat dalam. Gurunya sengaja jatuh cukup lama, Nyoyanya sendiri menghilang. Saat ini Luo Yan mungkin hanya bisa diam sambil mengamati Menara pedang yang dia taruh di sekte bulu ilahi.


_____________________


_____________


"Lebih baik kau tidak banyak bergerak"


Yun Tianxie mendengar suara itu, itu adalah Xia Shuang. Sedang duduk didekatnya sambil memegang sebuah buku.


"Seberapa buruk kondisiku?"


"Untuk sekarang tidak terlalu buruk. Hanya saja sebelumnya sangat buruk, hampir semua tulang rusukmu patah, dan lengan kanan yang hampir putus."


Itu diluar dugaan Yun Tianxie, keadaannya jauh lebih buruk dari yang dia pikirkan. Meski tubuh ranah bencana bisa sembuh setelah menerima beberapa luka, tetapi luka yang dia terima itu jelas sangat buruk. Sebuah keberuntungan dia masih hidup.


"Terimakasih"


Yun Tianxie adalah orang asing, fakta itu masih belum berubah. Ditambah dia telah membuat keadaan putri ras elf menjadi buruk, luka yang dialaminya secara alami juga lebih buruk dari Yun Tianxie.

__ADS_1


Namun, mereka tetap menyembuhkan dirinya. Yun Tianxie memang memiliki kesombongan yang besar, tetapi dia tetap tau cara berterimakasih.


Hanya saja, rasa terimakasih saja tidak cukup untuk membayarnya.


"Tidak perlu berterima kepadaku. Lagi pula bukan aku yang menyembuhkan mu."


Itu bukan jawaban yang mengejutkan, apalagi jika melihat sifat Xia Shuang selama ini.


Tidak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Seorang elf laki laki yang sangat tua masuk. Elf itu jelas telah hidup lebih lama dari tetua agung.


Elf itu mungkin tidak memiliki status resmi, tetapi posisinya di ras elf cukup penting.


Elf itu melihat Yun Tianxie, matanya memang tertutup tetapi entah mengapa Yun Tianxie merasa pria itu bisa melihat dirinya dengan jelas.


"Kau sudah bangun ya! Ketika cucu aku membawamu, kondisimu sangatlah buruk."


'cucu?' Yun Tianxie sedikit penasaran dengan kata kata itu, dia lalu melihat Xia Shuang


"Beliau adalah kakek aku, dan juga orang menyembuhkan lukamu."


Yun Tianxie mengerti sekarang. Yun Tianxie yang sedang terduduk di kasurnya menundukkan kepalanya


"Terima kasih"


"Aku tidak butuh ucapan terima kasih mu. Aku mau kau membantuku melakukan sesuatu."


"Selama aku bisa melakukannya, aku secara alami akan membantu."


Yun Tianxie telah menebaknya, oleh karena itu dia sama sekali tidak terlihat terkejut.


"Satu bulan lagi tempat terlarang akan terbuka, aku ingin kau masuk kesana dan temukan sebuah token berbentuk kupu kupu."


_________


____

__ADS_1


Ling Hao dan Lin Xue Yu pernah muncul didalam novel saya yang berjudul keturunan terakhir keluarga pedang suci.


Pemilik Darah Nuwa dan Eula Vesalius muncul di novel saya yang berjudul Reinkarnasi Sang Pahlawan


__ADS_2