Pendewaan

Pendewaan
#58 Soul Matters


__ADS_3

“Gagal ya!”


Serangan Sword of Divinity : Truth of the World sangat cepat dan kuat, tetapi soul matters dapat menghindarinya di detik detik terakhir.


“Kosong.”


Tekanan yang kuat menekan soul matters, tetapi masih belum cukup. Soul matters mengayunkan sabitnya, seketika Teknik Lin Yuxi hancur berkeping keping. Tidak ada lagi tekanan yang di rasakan Soul Matters.


“Aku awal dari kehancuran.”


Laila menuju soul matters dengan sangat cepat.


“Malam datanglah, aku adalah kegelapan itu sendiri!"


Tiba tiba muncul sosok perempuan dengan mata yang tertutup di belakang Laila, perempuan itu memegang sebuah lonceng kecil. Ketika Lonceng itu di bunyikan, obor api biru langsung menghilang. Digantikan oleh kegelapan malam yang di sinari oleh bulan merah.


Seketika mata biru Laila berubah menjadi merah darah, begitu juga dengan Lucas. Soul matters tidak terlalu mengerti apa yang sedang terjadi.


Dia melihat kesekelilingnya, ada Laila yang sedang mengangkat tangannya.


“Hancurlah… Dominius Cyclus!”


Lima buah lingkaran sihir muncul di atas Soul matters, dari lingkaran sihir paling atas muncul sebuah api biru kecil. Setiap kali api melewati lingkaran sihir, kekuatannya akan meningkat. Hingga api yang sangat panas dan besar terjatuh ke Soul matters.


Tidak ada waktu untuk menghindar, proses itu terjadi dengan sangat cepat. Api membara membakar tubuh Soul matters. Itulah apa yang Laila harapkan.


“Dia menipu kita!” Laila melihat Soul matters baik baik saja.


Ada senyuman kecil dapat terlihat di wajah tengkorang itu. seperti yang Laila katakan, soul matters telah menipu mereka. Dia bergerak seperti takut akan pedang Yun Tianxie, tetapi tujuannya adalah agar yang lain berfikir kalau dia memiliki fisik yang lemah dan tanpa pelindung.


Pada kenyatannya sedikit berbeda, memang benar kalau fisiknya soul matters itu lemah. Namun, tidak dengan jubahnya. Jubah itu adalah harta yang langka. Memiliki kekerasan yang melebihi fisik kera Clyas. Jubah itu adalah pelindung untuk soul matters.


“Untuk seekor monster, Soul matters ini sedikit pintar.” Untuk pertama kalinya Bai Yuerong berbicara.


Dia mengeluarkan sebuah pedang merah, itu senjata semi ilahi tingkat dua. Dengan tenang Bai Yuerong melihat sambil bergerak menuju soul matters. Soul matters merasa ada yang aneh, dia lalu mengayunkan sabitnya.


Kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Gelombang tajam itu menuju Bai Yuerong. Bai Yuerong hanya mengangkat pedangnya, ketika gelombang itu mengenai pedang Bai Yuerong gelombang langsung terpecah menjadi dua. Tersebar tanpa mengenai Bai Yuerong sedikitpun.


[Hukun Ruang ya! Gadis itu lebih mengerti mengenai hukum ruang dibandingkan dirimu, Yun Tianxie!]

__ADS_1


[Aku pada akhirnya juga akan mencapai tingkat itu.]


[Hahaha.] Lin Feng hanya tertawa, dengan sebuah senyuman kecil di wajahnya. Namun, belum sampai dua tarikan nafas senyuman itu menghilang. Wajah Lin Feng menjadi sangat serius. [Katakan padaku, Yun Tianxie. Kau ingin melihat seberapa tinggi langit bukan? Kau ingin melihat puncak dari dunia bukan?]


Untuk sesaat, Yun Tianxie diam. Dia tau ini bukanlah lelucon.


[Iya, aku ingin melihatnya!]


[Baguslah kalau begitu, Yun Tianxie. Sekarang kau harus membulatkan tekadmu!]


Pertaruhan yang setengah setengah sama sekali tidak ada gunanya. Untuk dapat terus maju, Yun Tianxie harus melampai batasannya. Itu tidak mudah, ada rasa sakit yang harus di tahan.


[Mulai sekarang aku akan diam, semua akan tergantung dirimu, Yun Tianxie!]


Hidup atau mati, Yun Tianxie harus berusaha dengan sekuat tenaganya.


Lin Feng memejamkan matanya, dengan begitu dia tidak akan melihat apapun yang Yun Tianxie lihat. Sekarang dia hanya duduk dengan diam, didalam tempat yang cukup gelap itu.


Disisi lain, Bai Yuerong melihat Soul Matters.


“Langit malam yang bagus!”


“Jadi begitu. Kekuatan pelayan ya!” Bai Yuerong sedikit tersenyum. “Juga... sepertinya setara dengan kelas leluhur!”


Laila melihat Bai Yuerong, jelas Bai Yuerong mengetahui ras dirinya.


“Berapa banyak pelayan yang kau miliki?”


“Delapan.” Meski enggan, Laila menjawabnya.


“Itu cukup banyak, apa tidak ada pelayan yang bisa mengalahkan soul matters dalam satu kali serangan?”


“Ada, tetapi seperti yang kau lihat aku bahkan tidak mencapai tahap awal. Dengan soul matters yang masih dalam keadaan prima, mustahil untuk mengalahkannya dalam satu kali serangan.”


“Jadi, dengan kata lain kau bisa melakukannya jika soul matters itu menjadi lemah?”


Laila hanya mengangguk. Bai Yuerong mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


Sekarang mereka harus melemahkan Soul matters, tentu saja itu bukalah hal mudah.

__ADS_1


Bai Yuerong hendak maju, tetapi dia merasakak energi spiritual dalam jumlah yang besar. Energi itu berasal dari Yun Tianxie.


‘Kalau begitu aku akan menyerangnya sesudah dirimu.’ Kata Bai Yuerong dalam hati.


Tubuh Tirani Hitan itu kuat, meski belum sampai tahap akhir tetapi masih cukup baik untuk Yun Tianxie. Seperti yang Lin Feng katakan, dia tidak bisa selalu bermain aman. Kali ini Yun Tianxie mengumpulan energi spiritual yang sangat besar.


Hampir semua energi spiritual yang bisa di gunakan bekumpul di pedang itu.


‘Ini berat.’ Pedang Yun Tianxie terasa sangat berat. Jika lengah sedikit saja, pedang itu mungkin akan terlempar ke tempat lain.


Soul matters masih di sibukkan oleh Lin Yuxi, dia tidak menyadari akan perubahan suasanya di sekitarnya.


‘Ini adalah kesempatanku!’


Serangan mendadak adalah yang terbaik, Soul matters sama sekali tidak memperhatikan Yun Tianxie. Dengan sangat cepat, Yun Tianxie menuju soul matters.


“Pedang ilahi!!!”


Kali ini bukan gerakan keuda, Yun Tianxie menggunakan Gerakan pertama. Yun Tianxie mengayunkan pedangnya.


Ini adalah serangan terkuat Yun Tianxie sejauh ini. Ayunan pedangnya membuat bilah ruang, bilah itu menghancurkan ruang dan waktu.


Bilah itu berbahaya, Lin Yuxi segara mengambil jarak. Bahkan Soul matters merasakan bahaya dari bilah itu.


Soul matters mengangkat sabitnya, tiba tiba sepuluh lapis penghalang mengelilingi tubuhnya. Bilah itu mengenai penghalang pertama, dan dapat menghancurkannya dengan mudah. Itu terus berulang hingga penghalang ke tujuh.


Dapat terlihat dengan jelas kekuatan bilah itu telah melemah. Soul matters hanya tersenyum, mengayunkan sabitnya dan mengahancurkan bilah itu.


“Gagal ya!” wajah Yun Tianxie terlihat sangat buruk, ada banyak darah keluar dari mulut, hidung dan matanya. Itu adalah efek yang dia terima. Kekuatan spiritualnya tinggal sedikit lagi.


“Tidak, ini cukup bagus.”


Lucas dengan cepat menuju soul matters, mengerakan tinjunya. Dengan mudah menghancurkan sisa penghalang. Kini kesepuluh penghalang itu telah hancur, Lucas sedikit tersenyum, selain jubahnya tubuh Soul matters itu lemah. Selama pukulan Lucas bisa mengenainya mereka mungkin bisa menang.


Tinju Lucas dengan cepat mengarah ke dada Soul matters, begitu hampir kena Lucas merasa sedang memukul Sesuatu yang sangat keras, bahkan lebih keras dari pengahlang yang sebelumnya.


“Cih, masih ada satu lagi ya.”


Mereka semua tidak mengetahuinya, masih ada satu lagi penghalang pada tubuh soul matters. Penghalang itu adalah pertahanan terakhirnya.

__ADS_1


__ADS_2