
Perempuan itu menjadi marah, aura di sekitarnya terasa sangat berbeda dari sebelumnya. Bahkan Yun Tianxie sendiri tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Mata perempuan itu menatap beruang taring emas, ada niat membunuh yang sangat tajam. Bagi beruang taring emas yang mengandalkan insting, dia langsung terdiam.
Beruang yang tadinya ganas itu kini seperti anak kecil yang sedang di marahi. Kepalanya tertunduk kebawah dan tidak melakukan apapun.
Perempuan itu mengeluarkan sebuah sabit, memang benar kalau beruang taring emas itu sudah tampak menyerah. Namun, bukan berarti rasa marah perempuan itu menjadi hilang.
"Padahal ini Gaun kesukaanku!" Kata perempuan itu dengan pelan.
Perempuan itu tampak seperti seorang gadis yang lemah lembut, tidak akan mengherankan jika orang orang menganggap dia tidak akan sanggup membunuh.
Namun apa yang Yun Tianxie lihat sangat berbanding terbalik dengan penampilannya. Perempuan itu mengayunkan sabitnya, memotong lengan kanan beruang taring emas. Selanjutnya lengan kiri, menuju kaki beruang taring emas.
Kini beruang taring emas tidak lagi memiliki kaki ataupun tangan. Beruang itu berada di ranah hidup dan mati, luka seperti itu belum cukup untuk membunuhnya.
Dalam kasus normal, tidak mungkin untuk bisa melakukan apa yang perempuan itu lakukan. Jika ini yang biasanya, maka beruang itu pasti akan menjadi marah dan menyerang dengan gila gilaan.
Namun, hingga saat ini beruang taring emas masih diam. Tidak berani untuk bersuara ataupun menyerang. Dari waktu ke waktu aura membunuh di sekitar perempuan itu menjadi lebih kental.
Perempuan itu terus menyiksa beruang taring emas, hingga dia menjadi bosan sendiri dan memenggal kepala beruang itu.
Ada sebuah keputusan terlihat di wajah perempuan itu, itu adalah kepuasan yang aneh. Yun Tianxie secara alami sama sekali tidak mengerti apa yang perempuan itu rasakan.
"Kau terus melihatnya dari tadi, bukankah sudah saatnya untuk menunjukkan dirimu?"
Yun Tianxie keluar dari balik pohon, menunjukkan dirinya di hadapan perempuan itu.
"Ranah bencana menengah! Kau pasti sangat kuat."
Pada awalnya perempuan itu berfikir kalau yang sedang bersembunyi adalah ranah bencana akhir, mengingat aura yang di keluarkan sangat kecil. Bahkan perempuan itu hanya dapat merasakan sedikit saja.
Namun, apa yang dia pikirkan sangat berbeda. Yun Tianxie hanya Ranah bencana menengah, meski begitu dia bisa membuat perempuan itu kesulitan untuk merasakan.
"Meski tidak sekuat dirimu!"
Yun Tianxie hanya tersenyum sambil melihat mayat beruang taring emas itu.
__ADS_1
Perempuan itu langsung mengerti, Yun Tianxie bukan ingin mengambil inti dari beruang taring emas, melainkan dia hanya ingin mengatakan bahwa 'Ranah bencana yang bisa membunuh ranah hidup dan mati sama sekali tidak normal.'
Perempuan itu hanya tersenyum kecil, dia sama sekali tidak menganggapnya sebagai sebuah penghinaan. Perempuan itu lalu. Berkata, "Semua murid yang hadir dalam ujian ini jelas bukan murid yang normal."
Perempuan itu sudah lama berada di sekte bulu ilahi, dia memiliki lebih banyak pemahaman tentang sekte dari pada Yun Tianxie.
Alasan sekte bulu ilahi bisa berdiri kokoh sebagai sekte tingkat tinggi, antara lain karena murid mereka. Dikatakan jenius sekte bulu ilahi tidak ada habis.
Dalam ujian ini ada seratus orang yang di anggap sebagai jenius murid luar, kebanyakan mereka berada di ranah bencana.
Bagi mereka, meskipun hanya di ranah bencana membunuh kultivator liar ranah hidup dan mati awal bukanlah sesuatu yang sulit.
Meski hanya berbeda satu tingkat, tetapi perbedaan kekuatannya sangat besar.
Yang paling penting adalah, mereka adalah jenius murid luar. Jika ditanya seberapa kuat jenius murid dalam? Jelas kekuatannya jauh lebih kuat.
"Begitu."
Yun Tianxie tidak pernah mengetahui tentang hal itu, dia sedikit samar dalam membayangkannya. Jika apa yang perempuan itu katakan benar, maka itu jelas luar biasa, dan cukup berbahaya untuk dirinya.
"Aku, Yun Tianxie! Aku masih belum mengetahui namamu."
"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Wu Qian menatap Yun Tianxie, memegang erat sabit yang ada di tangannya.
Wu Qian tidak akan mengambil tindakan duluan. Jika Yun Tianxie memutuskan untuk bertarung memperebutkan inti monster, Wu Qian akan meladeninya. Begitu juga dengan sebaliknya.
"Aku tidak akan melakukannya."
Kekuatan Perempuan bernama Wu Qian tidak perlu di ragukan. Seperti yang Wu Qian katakan, peserta ujian ini bukan murid normal. Karena itu Yun Tianxie tidak ingin mengambil resiko untuk melawannya.
Lagi pula itu hanya inti monster, ada banyak monster di dunia lukisan ini. Meskipun cukup jarang untuk dapat menemukan monster tingkat lima.
"Baguslah kalau begitu."
Wu Qian menyimpan sabit miliknya, dia juga tidak merasakan permusuhan dari Yun Tianxie.
__ADS_1
"Ini..."
Tiba tiba tanah bergetar dengan kuat, kemudian sebuah cahaya emas menjulang tinggi ke langit.
Yun Tianxie melihat cahaya itu, dia menebak nebak sumber dari cahaya itu.
'Seperti yang kuduga, ini sama sekali tidak sederhana!'
Cahaya itu kemungkinan besar berasal dari token emas, karena kemunculannya yang mencolok sudah pasti akan ada banyak orang yang datang.
Wu Qian adalah salah satunya, ada sebuah senyuman di wajah cantiknya itu.
"Aku akan pergi, bagaimana denganmu?"
"Aku juga akan pergi, tetapi tidak bersamamu."
"Baiklah." Wu Qian pergi meninggalkan Yun Tianxie.
Melihat sikapnya, Wu Qian pasti menarik perhatian banyak orang karena itu Yun Tianxie sama sekali tidak ingin datang bersamanya.
"Sekarang, mari kita lihat para jenius itu!"
Yun Tianxie segera bergerak, jarak antara dirinya dengan cahaya emas itu tidak terlalu jauh. Tidak di butuhkan waktu yang lama untuk sampai.
Yun Tianxie sesekali melepaskan energi spiritual, dia hanya melakukan selama satu tarikan nafas. Jika Yun Tianxie melepaskan energi spiritual nya dalam waktu yang lama, akan ada banyak orang yang menyadarinya.
Dengan melakukan itu, Yun Tianxie kurang lebih telah mengetahui posisi orang lain. Dia mengambil jalan yang sama sekali tidak ada orang.
Sekarang dia telah berada di sebuah tanah kosong, tanah yang hanya diisi oleh rerumputan.
Jika dilihat sekilas, token emas itu pasti sengaja di munculkan disana. Mengingat ada banyak pohon yang mengitari tanah kosong itu.
"Ada tiga?"
Yun Tianxie sama sekali tidak memikirkan kemungkinan ini, pada awalnya dia berfikir kalau hanya ada satu token yang mungkin. Namun, pada kenyataannya ada tiga token yang muncul.
Selain itu jumlah murid disana melebihi perkiraan Yun Tianxie. Ada sekitar dua puluh murid disana.
__ADS_1
Dari semua murid itu, tidak ada satupun yang bergerak mendekati token. Mereka semua tau, yang paling pertama bergerak adalah yang paling dirugikan.
Ditambah, tidak adanya peraturan yang melarang untuk saling membunuh. Dalam hal ini, kamatian dalam merebutkan token emas sama sekali tidak mungkin untuk di hindari.