
Makhluk Abyss berada tepat di belakang Yun Tianxie, membuka mulutnya. Yun Tianxie hanya bisa diam, Tubuhnya terasa sangat berat. Sangat sulit untuk dapat digerakkan. Mulut Makhluk abyss semakin dekat.
‘Kurasa, inilah akhirnya…’ Hanya itu yang dapat Yun Tianxie pikirkan. Jika dia memang bisa selamat, maka itu pasti adalah sebuah kejaiban yang di penuhi keberuntungan.
Seperti yang dikatakan, keberuntungan itu selalu berubah, saat ini keberuntungan Yun Tianxie sedang bagus. Makhluk abyss merasakan aura yang sedang mencekamnya, makhluk itu segera menutup mulutnya dan melihat ke arah langit langit.
Aura yang di keluarkan makhluk abyss turun dengan drastis, begitu juga dengan tekanan yang di keluarkan. Yun Tiaxnie bisa menggerakkan tubuhnya, hanya tinggal beberapa Langkah lagi untuknya dapat keluar dari aula ini.
Yun Tianxie dengan cepat bergerak, tentu saja makhluk abyss itu menyadarinya. Hanya saja makhluk itu sedikit terlambat. Tepat di depan Yun Tianxie adalah sebuah pilar besar. Begitu Makhluk abyss ingin bergerak, Yun Tianxie telah keluar dari aula.
“Untung saja tepat waktu!” Kata Yun Tianxie dengan sangat lega. Di luar aula, dia sedikitpun tidak merasakan aura ataupun tekanan.
Makhluk abyss melihat Yun Tianxie telah berada di laur jangkauannya, senyuman di wajah makhluk itu telah menghilang, di gantikan dengan wajah marahnya.
“Aaaaa!!!” Makhluk abyss mengeluarkan suaranya, suara itu tidak kecil. Cukup untuk memecahkan gendang telinga manusia biasa.
Pilar pilar besar yang ada di sana mulai membuat sebuah penghalang. Penghalang yang kuat dan kedap suara, karena itulah suara dari makhluk abyss tidak sampai ke telinga Yun Tianxie. Suara itu hanya berada di aula saja.
Karena penghalangnya sudah aktif, Makhluk abyss merasa sudah tidak ada gunanya lagi. Dia Kembali ke asap hitam yang ada di tengah aula.
[Penghalang ini sangat kuat.]
[Iya.] Lin Feng setuju dengan Yun Tianxie. Penghalang itu memang sedikit spesial, orang yang membuat penghalang itu kemungkinan tidak jauh lebih lemah dari dirinya.
Hanya saja Lin Feng sedikit tidak mengerti, dia termasuk kedalam orang kuat di dunia yang lebih tinggi. Bagi orang seperti dirinya sama sekali tidak ada hal yang menarik dari dunia kecil ini, tidak ada alasan untuk memperhatikan dunia kecil ini, atau lebih tepatnya semesta kecil ini.
Lalu, apa alasannya membuat penghalang untuk mengurung mahluk abyss itu? Mahluk abyss itu masih sangat muda, masih belum melewati masa kehancuran. Jika mahluk itu bisa melewati masa kehancuran, Makhluk itu akan memiliki banyak makanan.
__ADS_1
Dengan begitu kekuatannya pasti akan meningkat dengan pesat, hingga pada titik yang bisa untuk melukai Lin Feng. Tidak ada alasan yang bagus untuk memelihara makhluk abyss.
Itu bagaikan senjata makan tuan.
[Lebih baik segera pergi dari sini, Yun Tianxie.]
Yun Tianxie mengangguk kecil, dia segera pergi berjalan di Lorong itu. setelah beberapa saat Yun Tianxie akhirnya telah berada di luar. Dia lalu melihat ketas gunung. Mungkin hanya tinggal satu jalan lagi yang belum dia lewati.
Dia berjalan menuju atas gunung, itu adalah jalan yang kecil. Jalan itu memang terbuka, tetapi selalu di kelilingi oleh penghalang. Yun Tianxie menyentuh penghalang itu, dia merasa seperti sedang menyentuh tembok yang keras.
Tiba tiba, segerombolan serigala ungu datang menghampiri Yun Tianxie, hanya saja karena penghalang yang ada, gerombolan serigala tidak bisa menyentuh Yun Tianxie.
“Ranah Hidup dan mati!” Kata Yun Tianxie dengan terkejut.
Beberapa serigala ungu itu berada di ranah hidup dan mati akhir, jelas mereka sama sekali tidak lemah. Yun Tianxie mungkin tidak memiliki peluang untuk selamat jika penghalang ini tidak ada.
Telah cukup lama Yun Tianxie berjalan, dia kini telah berada di bagian tengah. Sejak memasuki tempat ini, para serigala ungu berhenti mengikuti dirinya. Yun Tianxie kurang lebih tau alasannya.
Di tempat itu pasti ada monster yang lebih kuat. Bahkan jika para serigala itu melawannya juga tidak akan bisa menang.
Tepat seperti yang Yun Tianxie pikirkan, tidak lama dia berada di bagian tengah muncul seekor kera raksasa. Kera itu berada di ranah dewa awal.
Gunung ini sekilas tampak hidup, tetapi didalamnya di tinggali oleh banyak monster berbahaya yang kuat.
Sama seperti para serigala, kera itu mengikuti Yun Tianxie, dan berhenti ketika Yun Tianxie telah mencapai puncak gunung.
Selama Yun Tianxie berada di tanah terlarang ini, bagi dirinya puncak gunung ini adalah hal teraneh yang dia lihat. Puncak gunung itu tertutupi oleh salju. Luasnya juga tidak kecil.
__ADS_1
Sekeliling puncak gunung di kelilingi oleh penghalang, tidak ada satupun monster disana. Hanya ada sebuah altar. Yun Tiaxnie tidak merasakan sedikitpun bahaya dari altar itu.
Dia memasuki altal itu, altar yang berbentuk lingkaran dengan empat buah patung disekilingnya.
Setiap patung memegang benda yang berbeda beda, mulai dari tombak, pedang, panah dan belati. Yun Tianxie melihat dengan jelas, kalau ke empat patung itu memiliki wajah yang sama. Yaitu wajah seorang Wanita yang terlihat tanpa emosi.
Altar itu memiliki pola yang aneh di lantainya, itu adalah pola yang tidak pernah Yun Tianxie lihat sebelumnya. Juga ada sebuah tombol merah disana.
[Jika aku menekan tombol ini, bukankah akan memunculkan situasi yang cukup berbahaya?]
[Kau tidak salah. Kebanyakan memang seperti itu.] Ini sangat sering terjadi, dunia manapun.
[mungkin saja ke empat patung itu akan terbangun dan menyerangmu!]
[Kemungkinan itu memang tidak kecil.] Ke empat patung itu berada di ranah peningkatan jiwa akhir. Bukan lawan yang sulit untuk Yun Tianxie.
[Tidak ada salahnya untuk mengambil resiko. Hadiah salalu di berikan kepada mereka yang berusaha.]
Hal ini tidak sepenuhnya benar, ataupun salah. Jika hadiah selalu di berikan kepada mereka yang berusaha, itu seperti sedang menentang hukum keberuntungan. Seperti mengatakan bahwa keberuntungan itu tidak ada.
[Aku juga tidak bisa terus menerus berlari, saat ini tidak ada salahnya untuk mengambil sedikit resiko.]
Yun Tianxie menekan tombol itu, energi spiritual dalam jumlah yang besar berkumpul disekitar altar. Energi itu terpecah menjadi empat bagian dan memasuki ke empat patung yang ada di sana.
Bagaikan di masukin oleh roh, mata ke empat patung itu bersinar. Ke empat parung bergerak sedang membiasakan Gerakan mereka. Setelah beberapa detik, ke empat patung itu akhirnya melihat Yun Tianxie.
Sinar biru di mata mereka terlihat seperti sebuah api yang mulai membara. Ke empat patung itu berjalan kearah Yun Tianxie. Patung dengan tombak di tangannya segera menyerang Yun Tianxie.
__ADS_1
Serangan patung itu secara alami tidak lemah, tombak itu tidak mengenai Yun Tianxie, akan tetapi menghancurkan lantai dari altar itu sendiri.