
[Yang mambawa perubahan adalah anda, Tuan Lin Feng.]
Hari itu Lin Feng bercerita banyak hal kepada Yun Tianxie. Ada banyak hal baru yang tidak dia ketahui, sangat berbeda dengan penjara yang di sebut dengan istana. Yun Tianxie ingin keluar, melihat dunia yang Lin Feng katakan.
Hari demi hari dia mulai melihat warna, dunia abu abu itu kini telah berwarna Kembali.
[Begitu ya.]
Lin Feng hanya tertawa kecil, dia tidak menyangka kalau akan memberikan perubahan semacam itu.
[Aku tidak menyangka kau akan melakukan pemadatan energi spiritual secara paksa.]
[Jika saya tidak melakukannya saya pasti akan mati tanpa perlawanan.]
Divine Sword: Destroyed space, bukan Teknik yang bisa di lakukan dengan oleh ranah dewa kebawah. Harus memiliki energi spiritual yang padat untuk dapat menggunakannya.
Ada saat dimana Lin Feng memberitahu Yun Tianxie cara memadatkan energi spiritual secara paksa, meski hanya sementara itu bisa membuat Yun Tianxie bisa menggunakan Divine Sword: Destroyed space.
Hasilnya adalah keadannya saat ini, dalam keadaan tidak sadarkan diri.
[Kelihatnnya tubuhmu baik baik saja. Juga sepertinya kau akan terbangun sebentar lagi.]
Tepat seperti yang Lin Feng katakan, Yun Tianxie mulai merasa pusing, kesadarnnya secara perlahan mulai mnghilang.
--
Yun Tianxie membuka matanya, ini bukan alam bawah sadarnya. Dia berada di ruangan lantai sepuluh. Begitu Yun Tianxie terbangun dia merasa sangat kesakitan seperti tulangnya diremukkan.
Empat orang lainnya melihat Yun Tianxie, setelah dua hari dia akhirnya terbangun.
“Bagaimana keadaanmu?”
Lin Yuxi bertanya dengan nada yang datar, seperti sama sekali tidak ada kepedulian di suaranya.
“Tidak terlalu buruk. Hampir pulih sepenuhnya.”
Dengan mengandalkan pemulihan ranah bencana, luka yang tersisa akan pulih dalam beberapa jam.
“Baguslah, kita akan pergi ke lantai selanjutnya.”
Bai Yuerong mulai berdiri, yang lainnya juga segera berdiri.
Mereka berjalan menuju peti hadiah, mereka sengaja menunggu Yun Tianxie bangun. Ada sepuluh peti di sana, dan setiap orang bisa membuka dua buah peti.
__ADS_1
Yun Tianxie memilih dua buah yang di dalamnya terdapat sebuah pedang dan tombak semi ilahi tingkat tiga.
‘Pedang yang kuat akan memberikan kekuatan yang kuat ya…’ Yun Tianxie sedikit tersenyum, dia langsung menyimpan pedang itu.
“Baiklah, selanjutnya…”
Mereka semua melihat tangga yang ada di sana, tangga itu tidak berbeda dari lantai sebelumnya. Hanya saja ada satu hal yang membuat mereka waspada, tangga itu sangat terang seperti ada sinar matahari disana.
Mereka lalu menaiki tangga itu, mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di ujung tangga. Itu adalah puncak dari Menara ini. Bukan ruangan tertutup melainkan ruangan terbuka. Mereka akhirnya melihat sinar matahari setelah cukup lama.
Yun Tianxie pergi ke pinggir Menara, tidak peduli sejauh mana dia melihatnya hanya ada padang pasir tanpa ujung. Luas padang pasir itu seperti tak terbatas.
Di Puncak Menara itu terdapat lima buah patung manusia, setiap patung memegang sebuah mahkota di tangan kanan.
‘Ini…’
Tidak tau mengapa Yun Tianxie tertarik dengan salah satu patung. Dia berjalan menuju patung itu dan berdiri di depannya. Begitu dia melihat kedepannya, Lin Yuxi dan yang lainnya juga ada di depan patung.
Mereka tidak bergerak, hanya berdiri. Tidak lama kemudian terdapat getaran yang cukup kuat. Patung di sana membuka matanya. Mengerakkan tangannya dan menaruh mahkota di atas kepala mereka.
Mereka semua merasakan ada kekuatan dalam jumlah yang besar di dalam mahkota itu, tidak lama kemudian mahkota berubah menjadi pecahan cahaya dan memasuki tubuh mereka.
“Langitnya bergetar!” Kata salah satu pria.
“Bertambah lima. Mengapa jumlanya banyak sekali?” Tanya pria yang lain.
“Aku tidak tau, sejak awal bukan aku yang membuat perngaturannya.” Pria yang lain menjawab dengan acuh.
“Mau itu lima atau sepuluh sama sekali bukan masalah. Lebih baik melihat ke depan saja. Lagi pula dunia ini sendiri tidak akan bertahan lama.”
“kau benar!”
Mereka lalu terlihat seperti tidak terlalu peduli.
Laila membuka matanya, dia ingat kalau dia telah pingsan. Tidak, lebih tepatnya mereka berlima pingsan setelah mahkota itu masuk kedalam tubuh. Satu persatu dari mereka membuka matanya.
Mereka semua merasakan ada kekuatan yang besar di dalam diri mereka, tetapi mereka sama sekali tidak dapat menggunakannya. Seperti ada syarat yang harus di penuhi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian kelima patung itu menjadi hancur, dan muncul empat buah pintu.
“Empat, bukan lima?” Kata Yun Tianxie.
karena jumlah mereka ada lima, Yun Tianxie berfikir seharusnya ada lima pintu yang akan muncul.
“Sepertinya ini jalan Kembali.” Kata Lin Yuxi.
“Iya, aku dan Lucas berasal dari dunia yang sama jadi tidak heran jika kami satu pintu.” Kata Laila.
Tidak lama kemudian di atas pintu itu muncul tulisan.
“Yang ini adalah pintuku.” Yun Tianxie mendekati pintu itu, di atasnya ada tulisan (Tanah Terlarang Vajra).
“Kalau begitu ini adalah pintu kami.” Pintu yang Laila tunjuk bertuliskan (Istana leluhur ke tiga)
Kedua pintu yang lain bertulisakan (Lembah abadi) dan (Mahkam kaisar Yu Zong).
Lin Yuxi dan Bai Yuerong berjalan ke pintu mereka.
“Kalau begitu sampai bertemu di dunia yang berbeda.”
Ada sebuah senyuman di wajah Bai Yuerong, seperti dia memiliki keyakinan kalau mereka berlima akan bertemu Kembali di dunia yang berbeda.
Mereka membuka pintu itu dan memasukinya.
Apa Yang Yun Tianxie lihat adalah sebuah Menara, Menara itu secara perlahan mulai menghilang menjadi pecahan cahaya.
“Selanjunya kemana aku harus pergi.”
Yun Tianxie melihat sekitarnya, dia tidak terlalu yakin harus pergi berjalan ke arah mana. Dia lalu secara acak berjalan dengan pelan, sambil melihat daerah sekitarnya.
[Jika kau tidak memiliki tujuan lebih baik jika pergi ke sebuah tempat.]
“Pergi kemana?”
[Sekitar lima ratus meter ke kanan aku merasakan ada yang spesial. Lebih baik jika kau melihatnya.]
Yun Tianxie mengangguk, dia lalu berjalan menuju arah yang Lin Feng tunjuk. Setelah beberapa saat Yun Tianxie berdiri di sebuah tanah kosong. Tanah kosong itu memiliki ukuran sebesar rumah satu ruangan.
Anehnya di sekitar tanah kosong itu ada cukup banyak salju yang menumpuk.
[Ada penghalang di situ. Coba saja kau sentuh.]
Yun Tianxie menggerakkan tangannya, dia seperti telah menyentuh air. Tangannya masuk kedalam, Yun Tianxie lalu bergerak dan ikut masuk. Yun Tianxie berada di sebuan rumah kecil dengan satu ruangan.
__ADS_1
Di ruangan itu ada seorang Wanita yang sedang terduduk dengan tenang. Wanita itu memiliki aura yang lembut, mata perempuan itu di tutupi oleh kain yang diikat.
“Siapa namamu, anak muda?” dengan lembut Wanita itu bertanya.