
“Sepertinya telah berakhir…” Lucas melihat bongkahan es besar yang ada di depan sana.
Di dalam bongkahan es itu terdapat Kera Clyas yang membeku.
“Tidak ada lagi tanda tanda kehidupan. Sungguh luar biasa.” Leila memuji dengan penuh kekaguman.
Itu adalah pertarungan yang singkat dan berat sebelah. Pada awalnya Lin Yuxi memotong tangan Kela Clyas, lalu membuat banyak serangga api. Beberapa serangga memasuki tubuh kera Clyas dari luka pada potongan tangan.
Ledakan dari serangga api membuat daerah sekitar menjadi panas, bahkan bagian dalam tubuh Kera Clyas jauh lebih panas. Terakhir dengan menggunakan es suhu tubuh akan turun dengan drastis, membuat tubuh menjadi shock.
Pada akhirnya itu membuat organ tubuh terjadi mala fungsi, dan membuat jantung kera Clyas menjadi berhenti berdetak.
“Monster itu bisa menjadi makanan yang bagus untuk Alnova.”
“Jangan bercanda, monster itu lebih kuat dariku! Membiarkan Alnova memakannya hanya akan membuatku kesulitan.”
“Meski kau mengatakan itu, mengapa kau terlihat sangat bersemangat?” Lucas menatap Leila.
Mata Biru yang indah milik Leila telah menghilang, warna matanya menjadi merah darah. Jika di padukan dengan rambut pirangnya, bisa di katakan itu adalah perpaduan yang sempurna.
“Mungkin hanya insitng!” Leila sedikit tersenyum, dia melihat Kera Clyas yang ada di dalam bongkahan es itu.
Disisi lain, Lin Yuxi menjentikkan jarinya. Bongkahan es yang besar itu hancur berkeping keping, tentu saja tubuh kera Clyas juga hancur.
“Haaa…” Lin Yuxi menghelakan nafas, tidak lama kemudian wajah dingin itu menunjukkan sebuah senyuman kecil yang manis.
[Semudah itu?...]
Yun Tianxie sedikit terkejut, ada perbedaan ranah antara Kera Clyas dan Lin Yuxi, tetapi Lin Yuxi bahkan sama sekali tidak terlihat kesulitan, malahan seperti dia sejak awal tidak melihat Kera Clyas sebagai lawan yang setara.
[Hahaha.] Lin Feng sedikit tertawa, [Apa itu yang di sebut sebagai pemutus emosi?]
[Pemutus emosi? Apa itu?]
[Itu adalah sebuah Teknik.]
__ADS_1
Beberapa tahun sebelum kematiannya, Lin Feng sempat mendengar tentang Teknik pemutus emosi. Teknik itu banyak di gunakan oleh murid sebuah kuil, pemutus emosi membuat ekspresi penggunanya terlihat tanpa emosi.
Teknik ini memakan emosi sebagai bahan bakar, bukan berarti penggunanya akan kehilangan semua emosinya. Penggunnya tetap akan memiliki emosi, entah itu senang, sedih ataupun cinta.
Emosi hanya akan hilang ketika Teknik sedang di gunakan, pada saat itu penggunya akan menjadi sangat tenang, kekuatannya meningkat, dan tentu saja ada kelemahnnya. Ketika sedang menggunakan Teknik ini ada emosi lain yang masuk, seperti senang atau semangat, kekuatannya akan turun secara bertahap.
[Saudara ke delapanku pernah mengunjungi kuil itu.]
Lin Feng belum sempat melihat seperti apa Teknik pemutus emosi itu, dia hanya memiliki pengetahuan dari yang dia dengar saja.
[Jika itu memang pemutus emosi tidak heran jika Kera itu dapat dikalahkan dengan mudah.]
Lin Yuxi berada di ranah hidup dan mati menengah, dengan menggunakan Teknik pemutus emosi kekuatannya akan meningkat drastis. Hampir mendekati ranah dewa menengah.
Lin Yuxi berjalan kearah katana hitam, itu adalah katana yang besar. Panjang katana itu melebihi tinggi badannya. Lin Yuxi memegang katana itu, katana lalu mulai berubah ukuran menjadi kecil.
“Seperti yang kuduga.”
Katana itu adalah katana khusus, ukurannya bisa berubah sesuai keinginan dari pemegangnya. Tentu saja ada sejumlah energi spiritual yang harus di gunakan.
Lin Yuxi mengangkat katana itu, dia menyesuaikannya seperti apa yang dia inginkan. Beberapa saat kemudian Lin Yuxi mendapatkan ukuran yang dia inginkan. Lin Yuxi mengayunkan katana itu, membuat lantai menjadi retak.
“Jadi begitu ya…”
Lin Yuxi cukup puas, dia menyimpan katana itu. Lin Yuxi melihat sekitarnya, jumlah mereka lebih sedikit dari Yang Lin Yuxi pikirkan sebelumnya.
Lin Yuxi mendekati Yun Tianxie dan berkata, “Kemana dua orang lagi? Aku tidak dapat melihatnya.”
“Mereka mati.” Jawab Yun Tianxie dengan tenang.
“Mati? Kapan?” Lin Yuxi tidak dapat mengingatnya, dia yakin kalau hanya dua orang saja yang telah mati.
Tentu saja Lin Yuxi tidak akan mengingatnya, karena pada saat itu dia terlalu fokus untuk melawan kera Clyas. Kedua orang itu mati kerena api hitam kera Clyas, kedua orang itu tidak dapat menghindarinya dan terbakar hingga tanpa sisa. Hanya api pembakar mereka saja yang masih menyala.
Pada awalnya jumlah mereka adalah sepuluh orang, sekarang hanya tinggal enam orang saja.
__ADS_1
Sama seperti lantai sebelumnya, sekarang ada hadiah yang muncul. Ada dua belas kotak harta, setiap orang hanya bisa memilih satu.
Yun Tianxie mendapatkan sebuah tali, itu tali yang tampak kuat meski tidak terlalu berguna.
“kita telah kehilangan empat orang, sebelum naik ke lantai selanjutnya lebih baik jika kita memperkenalkan diri masing masing.”
Tiba tiba seorang perempuan mengatakan itu. perempuan itu tersenyum cerah, terlihat seperti orang selalu optimis. Tidak ada yang menolak saran perempuan itu, satu persatu dari mereka memperkenalkan diri.
“Sebagai awalan, namaku adalah An Ling’er.”
An Ling’er adalah gadis usia dua puluhan, dengan rambut hitam dan mata ungu.
“Namaku, Lucas De Dalton.” Seorang pria tampan berambut merah dan mata biru memperkenalkan dirinya.
‘Itu marga yang aneh.’ Pikir Yun Tianxie.
“Laila De Dalton.” Kini perempuan berambut pirang dengan mata biru.
“Apa De Dalton itu adalah nama keluarga?”
Tidak hanya Yun Tianxie, An Ling’er juga merasa nama kedua saudara itu cukup aneh. Setidaknya hingga sekarang, ini adalah pertama kalinya An Ling’er mendengar mana seperti itu.
“Itu memang nama keluarga, apa ada yang aneh?” Tanya Leila dengan wajah yang berpura pura bodoh.
“Tentu saja tidak ada yang aneh. Lagi pula tidak ada jaminan kita semua berasal dari dunia yang sama.”
Kali ini Lin Yuxi yang berbicara, dia sedikit tersenyum kepada Leila. Tentu saja itu adalah senyuman yang sedikit mengejek.
“Ini sedikit tidak terduga!” Leila membalas senyuman itu, dia terlihat seolah olah tidak peduli. Namun pada kenyatannya Leila juga sedikit mengejek Lin Yuxi.
Kedua perempuan itu baru saja bertemu, tetapi mereka merasa tidak akan bisa cocok satu sama lain.
Berbeda dengan kedua perempuan itu, Baik An Ling’er ataupun Yun Tianxie memikirkan dalam dalam apa yang Lin Yuxi katakan.
‘Mungkin tidak berasal dari dunia yang sama ya?...’
__ADS_1
Pada awalnya Yun Tianxie tidak pernah memikirkan kemuangkinan ini. lebih tepatnya pemikiran ini tidak akan bisa masuk ke dalam pikirannya. Yun Tianxie itu hanya seorang remaja kecil, apa yang dia ketahui tentang dunia? Jawabnna singkat, dia hanya tau dunia itu kejam.
Selain dari itu tidak ada yang Yun Tianxie ketahui.