Pendewaan

Pendewaan
#50 Kalahkan Empat Patung


__ADS_3

Dari ke empat patung itu, patung dengan belati adalah yang tercepat. Meskipun tubyub patung itu besar, tetapi patung itu bisa mengimbangi Gerakan Yun Tianxie.


Altar itu di kelilingi oleh penghalang, Tidak ada yang bisa masuk ataupun keluar. Jika Yun Tianxie ingin hidup dia harus mengalahkan ke empat patung itu.


Dari ke empat patung, patung dengan panah adalah yang paling membuat Yun Tianxie kesal. Patung itu menembakkan anak panah ke arahnya. Ukurannya tidak terlalu besar ataupun kecil. Jika kena, anak panah itu akan meninggalkan lubang di perut Yun Tianxie.


“Apa para patung ini tidak memiliki kelemahan?” Kata Yun Tianxie.


Patung dengan pedang memiliki serangan terkuat, setiap serangannya menimbulkan gelombang yang cukup besar. Baru beberapa menit sejak pertarungan di mulai, tetapi altar itu sudah tidak memiliki bentuk awalnya lagi.


Lantainya telah hancur berkeping keping, pijakan Yun Tianxie sudah tidak rata lagi. Namun pijakan sendiri bukanlah sebuah masalah, masalahnya adalah Yun Tianxie sedikit kesulitan untuk menyerang para patung itu.


Setiap kali dia mencoba untuk menyerang salah satu patung, patung dengan panah akan menyerangnya, diikuti oleh serangan patung tombak. Di saat tubuh Yun Tianxie sedikit terayun, patung pedang akan langsung menyerangnya.


Satu serangan patung pedang sudah lebih dari cukup untuk membunuh Yun Tianxie. Dari ke empat patung itu, hanya patung dengan busur yang menggunakan energi spiritual. Bukan untuk melapisi anak panahnya, melainkan energi spiritual itu di gunakan untuk membuat anak panah.


Berbeda dengan tiga patung lainnya, yang hanya mengandalkan berat dan kerasnya senjata mereka.


Meski begitu Gap antara Yun Tianxie dan ke empat patung itu masih cukup besar. Serangan pedang biasa hanya meninggalkan goresan kecil.


Yun Tianxie menyimpan pedangnya, dia kini beralih untuk menggunakan tinjunya. Dengan secepat mungkin Yun Tianxie menuju patung Busur dan langsung memukulnya. Itu pukulan yang sangat kuat, ranah bencana biasa akan langsung menerima luka yang fatal jika terkena pukulan itu.


“Hanya sedikit ya…”


Pukulan Yun Tiaxnie hanya meninggalkan sedikit retakan pada patung itu. ke empat patung itu jelas bukan seperti ranah bencana normal, melainkan ranah peningkatan jiwa akhir yang abnormal. Pada awalnya Yun Tianxie merasa ini akan menjadi pertarungan yang sedikit mudah mengingat ranah para patung itu.


Sekarang Yun Tianxie merubah pemikirannya, ini mungkin akan menjadi pertarungan yang sedikit merepotkan. Tetapi bukan pada tahap yang akan menghabiskan waktu yang lama.


“Mengandalkan tinju mungkin lebih baik!” Yun Tianxie melihat kepalan tangannya, hanya ada sedikit lecet disana.


[Sepuluh pukulan mungkin akan menjadi batasanmu.] Kata Lin Feng.


Tubuh patung itu keras, tangan Yun Tianxie hanya bertahan untuk Sembilan pukulan lagi.

__ADS_1


“Sepuluh pukulan di setiap tangan? Tidak, aku rasa tangan kiriku tidak bisa mencapai sepuluh pukulan.”


[Sepertinya begitu, karena itulah dengan kedua tangan itu mungkin hanya tersisa empat belas pukulan lagi.]


“Empat belas?” Yun Tianxie sedikit tersenyum, “Itu jumlah yang cukup untuk membuat sedikit kerusakan!”


Yun Tianxie Kembali bergerak, garakan patung itu cepat tetapi masih bisa dengan mudah di hindari Yun Tianxie. Dia meningkatkan fokusnya, setiap kali ingin menyerang akan selalu memperhatikan patung yang lain.


Itu adalah Tindakan yang cukup melelahkan, hanya saja itu adalah cara terbaik yang ada. Cara itu juga meningkatkan kemungkinannya untuk tetap hidup.


Pukulan demi pukulan Yun Tianxie lakukan, dia terus melakukan rotasi dan tidak menetap di satu patung saja. Hingga pukulan ke tiga belas Yun Tiaxnie mengenai wajah patung panah. Pukulan itu meninggalkan retakan yang besar.


[Tadi adalah pukulan yang terakhir, tanganmu tidak bisa lebih dari ini.]


“Aku tau!” Jawab Yun Tianxie.


[Apa yang akan kau lakukan?]


Yun Tianxie menurunkan kecepatannya, membuat patung tombak, pedang dan belati untuk mengejarnya. Yun Tianxie mengeluarkan pedangnya, mengumpulkan energi spiritual dalam jumlah yang besar.


Terus bergerak menuju patung panah, sambil terus menghindari anak panah yang menuju kearahnya. Setelah beberapa saat, ke empat patung itu berkumpul di satu tempat. Yun Tianxie dengan cepat pergi dari sana dan mengambil jarak hingga dia berada tepat di depan penghalang.


“Sword of Divinity : Truth of the World.” Yun Tianxie mengayunkan pedangnya.


Sword of Divinity : Truth of the World mengandung hukum ruang, dikatakan Teknik itu sendiri dapat membelokkan ruang, katika ruang di belokkan maka akan terjadi sedikit pergesakan pada persimpangan ruang dan waktu.


Hasil dari pergesekkan itu sendiri adalah sebuah kehancuran, ayunan pedang Yun Tianxie mengeluarkan pergesekkan yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Begitu pergesekkan mengenai mengenai tubuh salah satu patung, efek yang di ciptakan adalah sebuah ledakan.


Ledakan itu adalah sebuah ruang yang terus mengoyak, membuat tubuh ke empat patung itu terpotong potong menjadi beberapa bagian.


“Haa… haa… haa…” Nafas Yun Tianxie menjadi berat, hidungnya mengeluakan darah.


“Untuk meningkatkan kekuatannya,,, harga yang di bayarkan,,, cukup mahal.” Kata Yun Tianxie dengan sedikit terengah engah.

__ADS_1


Dalam satu serangan tadi Yun Tianxie menggunakan tiga perempat energi spiritualnya.


“Adalah pilihan yang buruk untuk mencoba meningkatkannya dalam waktu singkat.”


[Tidak, itu adalah pilihan yang baik!] Lin Feng sedikit tersenyum.


Perkembangan Yun Tianxie melebihi apa yang telah dia perkirakan. Sebelumnya Yun Tianxie bahkan tidak bisa membunuh pemimpin monyet gila, padahal tubuh pemimpin monyet gila lebih lemah dari ke empat patung itu.


Sekarang serangan Yun Tianxie telah berhasil membuat pergesekkan antara ruang dan waktu, dan itu jauh lebih kuat dari apa yang Yun Tianxie gunakan ketika menyerang pemimpin monyet gila. Sebagai hasilnya serangan itu bisa memotong motong tubuh ke empat patung itu.


“Meski tubuhnya telah terpotong potong, tetapi sepertinya belum berakhir!”


Yun Tianxie melihat kepala ke empat patung itu, masih ada sinar biru disana. Mereka masih belum mati.


[Tidak, ini sudah berakhir!] Lin Feng menegaskan hal ini.


Seperti yang Lin Feng katakan, sekarang sudah berakhir. Sinar di mata ke empat patung itu telah menghilang.


Tidak lama kemudian muncul sebuah batu berbentuk lingkaran, dengan tinggi satu meter. Pada batu itu terdapat sebuah lilin merah yang mati.


“Jika mengikuti alur normalnya, maka selanjutnya adalah menyalakan lilin ini.”


Yun Tianxie sama sekali tidak ragu, dia mengeluarkan api kecil dengan hukum api. Segera menyalakan lilin itu. Begitu api lilin menyala, sebuah penolakan kuat mendorong Yun Tianxie.


Tubuh Yun Tianxie terlempar hingga cukup jauh.


“Ini sakit!”


Yun Tianxie merasa telah di dorong oleh tekanan angin yang sangat kuat. Dia melihat kearah lilin, lantai altar yang tadinya telah hancur mulai muncul Kembali. Hingga akhirnya terlihat seperti sebelumnya.


“Ada yang aneh…”


Ada getaran yang kuat, Yun Tianxie bisa merasaknnya dengan jelas. Altar yang tadinya telah bagus Kembali hancur, dari bawah tanah secara perlahan mulai muncul sebuah bangunan.

__ADS_1


__ADS_2