
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, pergerakanmu sangat lambat. Lalu, apa kau lupa kalau tombak memiliki jangkauan lebih Panjang dari pedang?"
"Tentu saja tidak, hanya saja refleks saudari senior jauh lebih cepat dari yang telah kuperkirakan"
"Jika aku tidak memiliki refleks yang bagus aku tidak bisa mencapai tingkat saat ini"
Bukan tingkat sebagai seorang cultivator diranah hidup dan mati, melainkan sebagai keberadaan yang lebih tinggi
"Hari ini kau kalah lagi, tidak ada gunanya melanjutkan pertarungan ini"
"Anda benar saudari senior"
Luo Yan menarik Kembali tombaknya, meskipun tombak itu telah menusuk bahu Yun Tinaxie, tetapi luka yang ditimbulkan tidaklah terlalu dalam. Luo Yan sendiri telah menahan diri dalam serangan sebelumya
"Kurasa poin yang telah kuberikan cukup untuk membuatmu bisa memasuki beberapa tempat di sekte, gunakanlah poin itu untuk menjadi lebih kuat lagi."
Dalam 1 hari menemani Luo Yan berlatih, Yun Tianxie akan mendapatkan 10 poin konstribusi. Yun Tianxie telah menemani Luo Yan berlatih selama 30 hari, saat ini Yun Tianxie memiliki 300 Poin Konstribusi. Itu adalah jumlah poin yang hampir tidak akan bisa dimiliki oleh para murid luar, bahkan murid dalam biasa juga akan sedikit kesulitan untuk bisa mengumpulkan poin sebanyak itu
"Dan juga, pedang itu kuberikan kepadamu. Kembalilah kesini lagi jika kau telah bertambah kuat. Ketika saatnya tiba aku mungkin akan sedikit serius untuk melawanmu" Sedikit senyuman muncul diwajah Luo Yan. Meskipun dia selalu disebut sebagai Wanita yang sangat kejam, tetapi Luo Yan tidak menyangka kalau dia akan banyak tersenyum dengan tubuhnya saat ini
"Teima kasih banyak, saya tidak akan melupakan bantuan yang telah senior Luo Yan berikan"
Yun Tianxie menampilkan gestur hormat, setelah itu dia segera pergi dari asrama Phoenix.
"Apa tidak masalah memberikannya poin sebanyak itu?" Setelah Yun Tianxie pergi, Mu Ning segera bertanya
__ADS_1
"Tidak masalah, itu hanyalah poin saja"
Mu Ning tidak tau harus menanggapi seperti apa, bagi Luo Yan itu mungkin hanyalah poin konstribusi. Namun bagi murid sekte ini poin itu sangatlah berharga, apalagi itu adalah 300 poin. Jika ada yang yang mengetahuinya maka pasti akan memunculkan banyak rasa iri ke Yun Tianxie
Disisi lain Yun Tianxie,
[Aku sekarang memiliki banyak poin, menurutmu apa yang harus kulakukan dengan poin ini Tuan Lin Feng? Apa aku harus membeli beberapa Pill?]
[Aku tidak tau terlalu banyak mengenai pill didunia ini, jika itu pill yang mengandung ketidakmurnian maka lebih baik jika tidak menggunakannya]
[Mengandung ketidakmurnian? Pill seperti apa itu?]
[Itu adalah pill yang kau terima sebelumnya]
[Ahh]
[Bukankah dengan menggunakan pill akan membuatku lebih cepat dalam naik tingkat?]
[Itu memang tidaklah salah, hanya saja lihat juga jenis pillnya. Jika kau menggunakan pill seperti itu terlalu banyak maka akan menghambat kultivasimu]
[Apa karena mengandung ketidakmurnian?]
[Iya, ketidakmurnian akan memasuki meridianmu, jika meridianmu mengecil maka kau akan mengalami kesulitan untuk menyerap energi spiritual dalam jumlah yang besar]
[Jadi begitu, apa ada pill yang tidak mengandung ketidakmurnian?]
__ADS_1
[sejuah yang kutahu tidak ada, hanya saja semakin bagus tingkat pil nya maka semakin kecil ketidakmurniannya. Selain itu ketidakmurnian itu sendiri bisa dihilangkan, hanya saja aku kurang yakin kalau didunia kecil ini memilikinya. Karena itulah lebih baik jika kau tidak terlalu sering menggunkan pil, lebih baik jika berkultivasi secara perlahan saja untuk saat ini]
Yun Tianxie menerima saran Lin Feng, dia segera menyimpan pil itu. keesokan harinya, Yun Tianxie pergi menuju Menara pedang, Menara itu adalah tempat yang bagus untuk para cultivator pedang berlatih
Sesampainya disana, Yun Tianxie memberikan 10 poin miliknya dan segera memasuki Menara. Ngomong ngomong Yun Tianxie baru saja tau kalau 10 poin itu adalah harga yang terendah. Jika Dirinya ingin memasuki lantai yang lebih tinggi maka Yun Tianxie harus membayar harga yang lebih mahal lagi
Untuk saat ini Yun Tianxie sudah merasa cukup hanya berada dilantai dasar, dia juga harus mengetahui sistem dimenara ini dan juga peraturan yang ada. Dilantai dasar seperti aula yang besar, aula itu berbentuk lingkaran. Disekitar aula itu terdapat 100 pintu kecil, itu adalah tempat Latihan pribadi di lantai dasar ini.
Untuk dapat memasuki ruang pribadi harus membayar 5 poin, itu adalah jumlah yang cukup kecil mengingat keuntungan yang dihasilkan jika berlatih didalam sana. Hanya saja tempat itu hampir selalu penuh, meskipun ada batasan waktunya tetapi begitu ada yang keluar tempat itu akan langsung diisi Kembali.
Ditengah aula itu terdapat sebuah tugu besar yang diatasnya tertancap sebuah pedang. Disekitar tugu terdapat bayak orang yang sedang bermeditasi. Meski aula itu ada cukup banyak orang, tetapi tempat itu sangtlah tenang.
Dari kejahuan Yun Tianxie melihat sebuah tulisan pada Tugu ''Setiap awal akan berakhir, dan setiap akhir akan menciptawan awal'' kata kata yang aneh, itulah apa yang Yun Tianxie pikirkan
Dia sama sekali tidak mengerti arti dari kata kata itu, tentu saja tidak hanya Yun Tianxie yang seperti itu. kebanyakan orang ada disana juga tidak mengerti arti dari kata kata itu, meski begitu bukan berarti tidak ada yang bernilai disana.
Dengan mencoba memahami kata kata itu mereka akan mendaptkan pemahaman sedikit demi sedikit. Yun Tainxie melihat ada sebuah garis yang ada didepannya, garis itu memisahkan 1 tempat ketempat yang lain
Yun Tianxie saat ini berada di bagian paling luar dari aula itu, semakin dekat dirinya dengan tugu itu maka bisa dikatakan pemahaman Yun Tianxie akan semakin besar. Saat ini kebanyakan orang berada dibagian tengah, dan dibagian dalam hanya ada sekitar 10 orang saja.
Yun Tianxie ingin lebih dekat dengan tugu itu, dia lalu memutuskan untuk bermeditasi dan memahami bagian luar. Tepat setelah Yun Tianxie memejamkan matanya sebuah pedang Transparan menusuk tubunnya.
Seketika Yun Tianxie membuka matanya, dia lalu melihat tubuhnya. Tidak ada luka disana, selain itu dia juga tidak merasakan rasa sakit. Yun Tianxie Kembali memejamkan matanya, kali ini dua buah pedang menusuk dirinya, rasanya cukup sakit. Namun Yun Tianxie berusaha untuk menahnnya dan mencoba untuk tetap fokus.
Yun Tianxie terus bertahan untuk tetap fokus, hingga ada sepuluh pedang yang menusuk tubuhnya. Rasanya sangatlah sakit, tetapi jika dibandingkan ketika dai melakukan penerobosan paksa, hal ini masih belum ada apa apanya.
__ADS_1
Yun Tianxie telah melewati ujian awal, yaitu menahan rasa sakit dari 10 pedang. Kini Yun Tianxie seperti sedang berada di tempat lain.