
[katakan padaku tuan Lin Feng, apakah memasuki sebuah sekte memang semudah ini?] Yun Tianxie jelas merasa sangat bingung, dia sendiri belum pernah memasuki sebuah sekte, secara alami dia jadi tidak mengerti bagaimana ujian masuk sekte yang normal
[Jangan bertanya kepadaku, aku sendiri tidak mengerti aturan dari dunia ini.]
Tentu saja Lin Feng tidak berbohong, bagaimanapum cara masuk sekte ini sangat berbeda dengan pada saat dia memasuki sebuah sekte dahulu
'yah tidak ada gunanya memikirkannya'
Itulah apa yang Yun Tianxie putuskan, dia lalu segera pergi kesebuah bangunan yang disebut sebagai menara murid. Disana Yun Tianxie mendapatkan sebuah token berwarna ungu yang tertuliskan namanya.
Warna token itu sendiri memiliki status sendiri didalam sekte ini, warna ungu itu menandakan kalau Yun Tianxie adalah murid luar dari sekte bulu ilahi. Murid yang berada di tingkat paling bawah di piramida status. Token berwarna biru menandakan kalau orang tersebut merupakan murid dalam dari sekte bulu ilahi
Sebagai murid luar yang baru saja masuk tidak banyak fasilitas yang bisa Yun Tianxie gunakan. Namun, dia setidaknya masih bisa menggunakan beberapa fasilitas yang tersedia untuk para murid luar.
Salah satu contonya adalah Menara pedang, Menara itu ada tempat para pengguna pedang mengasah niat pedang mereka. Yun tianxie hanya beberapa kali melatih niat pedangnya, jadi dia berniat untuk memasuki Menara itu.
Hanya saja apa yang terjadi sangat berbeda dengan apa yang Yun Tianxie pikirkan, meskipun tempat itu boleh digunakan oleh para murid luar tetapi tetap memerlukan biaya untuk masuk. Biayanya bukanlah uang melainkan poin kontribusi.
Seperti Namanya Poin itu sendiri didapatkan dari melakukan tugas yang diberikan oleh sekte. Sebagai murid luar Yun Tianxie bisa memilih tugas yang ada di aula kontribusi. Pada aula itu terdapat banyak tugas mudah yang bahkan bisa diselesaikan oleh para murid luar.
Yun Tianxie melihat lihat tugas yang ada, kebanyakan tugas disana adalah untuk bersih bersih dan membantu orang lain. Yun Tianxie sama sekali tidak tertarik untuk melakukannya. Pada akhirnya Yun Tianxie melihat tugas yang sedikit menarik perhatiannya, disana tertulis kalau dibutuhkan seseorang sebagai teman berlatih.
Poin yang didapatkan berjumlah 10 poin, itu setara dengan poin yang harus diguakan untuk memasuki Menara pedang. Ngomong ngomong jika Yun Tianxie mengambil tugas kebersihan dia mungkin harus melakukan tugas itu sebanyak 3 kali, itu juga tergantung apa yang harus dibersihkan.
Yun Tianxie mengambil kertas tugas itu dan membawanya ketempat penjaga berada.
"Apa kau serius ingin mengambil tugas ini?"
Penjaga itu sedikit ragu, tugas ini sudah ada sejak 3 bulan yang lalu. Karena poin yang diberikan cukup besar ada seorang murid yang mengambilnya. Hanya saja setelah mengambil tugas ini, murid itu terlihat seperti baru saja Kembali dari medan perang. Sebagai hasilnya hingga kini tidak ada murid yang mau mengambil tugas ini.
"Iya, apa ada yang salah dengan tugas ini?"
Yun Tianxie sedikit heran dengan ekspresi yang ada diwajah penjaga itu.
"Tidak ada." Penjaga itu melihat token Yun Tianxie dan berkata "Setidaknya cobalah untuk tetap selamat."
__ADS_1
Yun Tianxie sama sekali tidak mengerti dengan perkataan penjaga itu. Yun tianxie pergi menuju ketempat tugas itu.
Yun titanxie sama sekali tidak tau tata letak banguan sekte ini, Yun Tianxie terkadang bertanya kepada orang yang dia temui. Ketika dia bertanya kebanyakan orang memiliki ekspresi yang sama dengan penjaga itu.
Setelah berkali kali melihat ekspresi yang sama, Yun tianxie akhirnya merasakan sesuatu yang buruk.
'Apakah ide buruk untuk mengambil tugas ini?'
Yun Tianxie menjadi ragu untuk pergi ketempat tugas itu. Dia ingin Kembali dan membatalkan tugas itu. Hanya saja yun Tianxie teringat sesuatu, jika dia membatalkan tugasnya maka dia akan kehilangan ¼ poin yang dia miliki. Dengan kata lain poinnya yang sebelumnya 0 akan menjadi minus 2,5 atau 3.
Membatalkan misi adalah ide yang sangat buruk. Dengan sedikit keberanian yang dia miliki, Yun Tianxie melanjukan perjalanannya. Yun Tianxie akhirnya sampai disebuah bangunan yang Bernama bangunan phoenix.
Untuk melaksanakan tugasnya Yun Tianxie perlu masuk kedalam bangunan itu. Dia lalu mengetuk pintu gerbang. Setelah beberapa kali ketukan keluar seorang perempuan muda.
Yun Tianxie tidak mengenal perempuan itu, hanya saja melihat dari token yang digantunkan pada pinggangnya, Yun Tianxie tau kalau perempuan itu adalah seorang murid dalam, bisa dibilang perempuan itu kemungkinan adalah senior Yun Tianxie.
"Ada yang bisa kubantu?" perempuan itu segera bertanya
"Iya, beberapa saat yang lalu junior ini mengambil sebuah tugas. Junior ini datang kesini untuk mengerjakan tugas itu."
Dai langsung membawa masuk Yun Tianxie dan menyuruhnya menunggu di sebuah area yang cukup luas. Dengan wajah senang diwajahnya, perempuan itu memasuki sebuah ruangan.
"Senior luo, ada kabar baik."
Perempuan itu memanggil seorang perempuan dengan penampilan seperti anak kecil, perempuan itu Bernama Luo Yan. Luo yang yang masih duduk dengan tenang melihat juniornya dengan wajah yang terlihat senang. Luo yan Jadi berfikir kapan terakhir kali dia melihat juniornya itu menjadi sangat senang.
"Apa yang membuatmu merasa begitu senang?"
Tanpa sadar, Luo Yan langsung bertanya kepada juniornya itu.
"Dengarkan aku Senior Luo, akhirnya ada orang yang datang mengambil tugas darimu."
Dengan cepat Luo yan segera berdiri dan mendekati juniornya itu.
"Apa kau serius?"
__ADS_1
"Iya, saat ini aku menyuruhnya untuk menunggu di tempat Latihan."
"Kerja bagus, Mu Ning"
Luo Yan segera pergi ketempat Latihan. Seperti yang junior nya katakan disana memang ada seseorang.
Luo Yan lalu mendekati Yun Tianxie dan langsung bertanya.
"Apa kau yang mengabil tugas untuk menemani seseorang berlatih?"
"Iya, junior ini bernama Yun Tianxie. Junior ini memang mengambil tugas yang seperti itu dari aula kontribusi"
Yun Tianxie menunjukan kertasnya.
"Bagus, sangat bagus"
Luo yan tersenyum dengan senangnya.
"Sekarang keluarkan senjatamu"
Yun Tianxie mengeluarkan pedangnya, karena ini adalah tugas untuk membantunya Latihan maka Yun Tianxie menanggapi nya sebagai sesuatu yang normal
"Itu adalah pedang yang buruk"
Memang benar bagi kebanyakan orang di benua ini senjata Yun Tianxie adalah senjata yang cukup buruk. Tidak banyak orang yang menggunkan senjata seperti itu.
"Karena itu aku hanya akan menggunkan ini."
Senjata Luo Yan adalah sebuah tombak, hanya saja ujung tombak itu seperti setengah bola kecil yang ditutupi oleh banyak kain.
"Sekarang, Bersiaplah."
Ekspresi Luo yan berubah, tidak ada keramahan disana. Luo Yan dengan cepat menyerang Yun Tianxie
'Sangat cepat'
__ADS_1
Yun tianxie bahkan tidak bisa melihat serangan itu. Namun, ada satu hal yang pasti, yaitu Yun Tianxie merasa perutnya terasa sangat sakit.