Pendewaan

Pendewaan
#35 Kuota Masuk


__ADS_3

Tanah terlarang Vajra, tanah ini adalah tempat yang memiliki banyak petir. Tanah terlarang Vajra adalah seperti sebuah dunia yang berbeda. Tanah terlarang ini hanya terbuka setiap satu tahun sekali, selain itu ada batasan untuk bisa memasuki tanah Vajra.


“Tanah Vajra hanya bisa dimasuki oleh ranah bencana, selain itu ada kuota setiap tahunnya.”


Setiap tahunnya, tanah Vajra hanya bisa dimasuki oleh seratus orang diranah bencana. seratus adalah jumlah yang sedikit, mengingat ada sangat banyak ranah bencana dia benua ini.


“Ras elf kami memiliki dua puluh kuota masuk, aku akan memberikan satu kepadamu.”


Kuota masuk itu jelas sangat berharga, tidak sedikit orang yang ingin membeli kuota masuk itu. Hanya saja kuota masuk ras elf dikelola oleh patriak mereka, jadi tidak mungkin untuk membelinya. Mengingat identias Yun Tianxie sebagai seorang pendatang, ditambah dia adalah seorang manusia, sudah jelas pasti akan menimbulkan sedikit keributan.


Elf tua itu sama sekali tidak ragu, apa yang ingin dia dapatkan jelas merupakan sesuatu yang sangat berharga. Oleh karena itu, bahkan jika akan menimbulkan keributan, dia tidak akan mempermasalahkannya. Dia mempertaruhkan hal itu kepada Yun Tianxie.


“Apa kau yakin?”


Yun Tianxie memang tidak terlalu mengerti, tetapi dia setidaknya dia bisa menebak kalau kuota masuk itu sangat berharga. Mempertaruhkan sesuatu kepada seorang pendatang jelas bukan pilihan yang bijak.


“Kau kuat, bahkan Liu Yu kalah dari mu”


Liu Yu memang terkenal sebagai putri dari ras elf, tetapi tidak hanya disitu saja. Liu Yu termasuk elf muda yang berbakat, digenerasinya yang bisa menyaingi Liu Yu mungkin hanya tuan muda ras manusia dan Xia Shuang.


“Baiklah. Tapi ada permintaan yang lain.”


“Apa itu?”


“Aku menginginkan sebuah pedang!”


Pedang Yun Tianxie sudah hancur, dia memang memiliki pedang yang lainnya, tetapi pedang itu sama sekali tidak berguna untuk melawan musuh diranah bencana keatas.


“Aku akan memberikannya. Xia Shuang bawa dia ke Gudang.”


“Baik, kakek.”


“satu minggu lagi, kau akan berangkat ke tempat terlarang”

__ADS_1


Elf tua itu segera pergi


“Apa tempat terlarang itu berbahaya?” Tanya Yun Tianxie


“Dari yang aku dengar itu adalah tempat yang berbahaya, aku belum pernah memasukinya. Karena itu aku tidak tau dengan pasti”


Xia Shuang baru memasuki ranah bencana beberapa bulan lalu, tahun ini adalah pertama kalinya dia akan memasuki tempat terlarang itu.


Keesokan harinya, Yun Tianxie telah pulih sepenuhnya. Sesuai dengan apa yang elf tua itu katakan, Xia Shuang membawa Yun Tianxie pergi ke Gudang keluarga mereka. Ada banyak senjata disana, dan tingkatannya secara alami tidak rendah.


“Apa aku boleh mengambil apapun yang kuinginkan?”


“selama itu masih tingkat suci kau bisa mengambilnya.”


Yun Tianxie melihat semua pedang yang ada disana, pedang yang paling rendah senjata suci tingkat tiga. Ada juga beberapa senjata tingkat semi ilahi.


Yun Tiaxnie menjadi sedikit binggung, di domain dewa ada banyak orang diranah dewa, akan tetapi sangat sedikit senjata tingkat semi ilahi. Sedangkan di benua ini ada cukup banyak senjata semi ilahi, tetapi mereka yang berada di ranah dewa bahkan bisa dihitung dengan jari.


Situasi ini jelas tampak tidak normal, seolah olah senjata semi ilahi itu bukan dibuat oleh penduduk benua ini, melainkan ditemukan di tempat lain.


Mereka lalu segera pergi dari Gudang dan memasuki Arena Dewa.


enam hari telah berlalu, ini adalah hari yang telah dijanjikan. Yun Tianxie pergi menemui kakek Xia Shuang. Ditempat itu ada banyak elf yang berkumpul, mereka adalah para tetua dan elf yang akan memasuki tempat terlarang.


Ada banyak mata yang melihat Yun Tianxie, mereka terlihat cukup iri. Mereka bertanya tanya bagaimana bisa orang asing seperti dirinya mendapatkan kuota?


Namun, mereka tidak bisa mengatakannya dengan keras, karena kuota yang Yun Tianxie dapatkan diberikan langsung oleh kakek Xia Shuang. Mereka sama sekali tidak bisa protes dan hanya bisa menahan rasa iri mereka.


“Kalian dua puluh orang akan mewakili ras elf, karena itu kalian harus melakukan yang terbaik” kata tetua agung


Para elf terlihat sangat bersemangat, mereka tidak sabar untuk bisa memasuki tanah terlarang Vajra.


“Sekarang kalian semua akan dikirimkan ke Kunlun Mountain, disana akan ada yang membimbing kalian.” Kata tetua agung sambil melihat lingkaran yang ada di sampingnya

__ADS_1


Ke dua puluh kadidat yang akan memasuki tempat terlarang berdiri di atas lingkaran, lingkaran itu mulai bercahaya.


Tidak lama kemudian mereka semua mulai menghilang. Seperti yang tetua Agung katakan, mereka telah sampai di Kunlun Mountain.


Bagi Yun Tiaxnie ini adalah tempat yang cukup aneh. Tempat itu dikelilingi oleh gunung yang besar, sangat besar hingga dia kesulitan untuk melihat puncaknya. Ditengah tengah tempat itu terdapat sebuah pohon besar, pohon itu tidak lagi memiliki daun.


Terlihat seperti pohon besar yang telah mati.


Mereka berjalan kearah pohon, ada seorang elf yang telah menunggu. Elf itu berada di ranah hidup dan mati tingkat akhir, hanya tinggal berapa Langkah lagi hingga dia bisa memasuki ranah dewa.


Elf itu menjelaskan banyak hal, Yun Tianxie sedikit mengerti beberapa hal. Hanya saja ada beberapa hal yang baru dia dengar untuk pertama kalinya, membuat Yun Tianxie sedikit kebingungan.


“Apa kau memahaminya?”


Tiba tiba terdengar suara seorang perempuan, Yun Tiaxnie tidak asing dengan suara itu.


Itu adalah suara Xia Shuang, dia mendatangi Yun Tianxie. Disamping Xia Shuang ada Liu Yu yang terlihat cukup tenang.


“Dimana letak Kunlun Mountain ini?” Tidak ada bas abasi, Yun Tianxie langsung bertanya


“Di Tengah benua, lebih tepatnya tempat ini dikelilingi oleh wilayah kekuasaan ras manusia. Hanya saja ini adalah tanah netral.”


Kunlun Mountain adalah wilayah netral, hanya saja wilayah ini dikelilingi oleh walayah ras manusia. Jika ras lain ingin pergi ketempat ini mereka harus melewati wilayah ras manusia. Oleh karena itu, kebanyakan ras lebih memilih untuk menggunakan susunan ruang teleportasi


“Ada pesan dari kakek aku, aku dan putri akan pergi bersamamu!”


“Untuk mengawasiku?” hanya itu yang bisa Yun Tiaxnie pikirkan.


“Tidak, Bersama mu akan lebih aman bagi kami berdua. Itu adalah apa yang kakek aku katakan.”


Kakek Xia Shuang mempercayai kekuatan Yun Tianxie, karena itu dia secara alami juga mempercayakan keselamatan kedua perempuan itu kepadanya.


Bagi Liu Yu, dia merasa sedikit aneh. Memang Yun Tiaxnie itu kuat hingga bisa mengalahkannya, akan tetapi dia tetap saja manusia. Juga Liu Yu mendengar dari ayahnya kalau Yun Tiaxnie berasal dari benua yang lain.

__ADS_1


Apakah ada alasan lain yang bisa membuat dirinya mempercayai, Yun Tianxie? Liu Yu secara alami tidak mengetahuinya, karena dia masih tidak memahami keberadaan Yun Tianxie sepenuhnya.


__ADS_2