
Cahaya yang dikeluarkan kertas kuning telah menghilang, Kini gantian ledakan dari kertas merah yang menutupi token emas.
Waktu yang bisa diulur memang singkat, tetapi itu sudah cukup. Dalam waktu yang singkat itu, Gu Pan bergegas menuju token emas. Karena efek dari ledakan keberadaan Gu Pan hampir tidak bisa terlihat.
Meski begitu bukan berarti mereka semua bodoh, mereka dengan cepat mengeluarkan energi spiritual untuk merasakan sekitarnya.
Walaupun tidak bisa melihatnya mereka dengan jelas merasakan keberadaan Gu Pan. Beberapa orang menembakkan anak panah, tetapi itu tidak berguna. Semua anak panah itu meleset, bahkan hampir tidak menyentuh Gu Pan.
Yang lainnya dengan cepat mengejar Gu Pan, dengan semua kekacauan ini tidak ada yang perlu di tahan lagi. Sekarang siapa yang paling cepat akan mendapatkan Token emas.
Tidak ada waktu untuk ragu, Jumlah token itu terbatas. Begitu juga dengan Yun Tianxie. Dia dengan cepat menuju token emas.
Asap dari ledakan sudah mulai menghilang, Yun Tianxie melihat ada banyak orang menuju token emas. Kebanyakan dari mereka berada di ranah bencana akhir.
Pergerakan mereka secara alami lebih cepat dari ranah bencana menengah, karena itu banyak ranah bencana menengah yang ketinggalan.
Yun Tianxie memang berada di ranah bencana menengah, dalam hal kekuatan dia bisa dibilang hampir setara dengan bencana akhir begitu juga dengan kecepatannya.
Saat ini yang paling depan adalah Gu Pan, hanya tinggal beberapa puluh meter lagi sebelum dia mendapatkan token itu.
Begitu Gu Pan hampir sampai sebuah anak panah kembali terlepas, hanya saja kali ini bukan Gu Pan targetnya. Anak panah itu menuju token emas, token emas yang tadinya berkumpul kini terpisah terkena serangan anak panah.
Meski token itu terpisah, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya beberapa puluh meter dari token yang satu ke token lainnya.
Sampai akhir tidak ada yang bisa menghentikan Gu Pan untuk mendapatkan token emas. Gu Pan dengan cepat memecahkan token itu, Gu Pan langsung menghilang dari pandangan semua orang.
Di sisi lainnya, sebuah pertarungan sengit terjadi. Ada sepuluh ranah bencana akhir yang merebutkan token itu.
Yun Tianxie secara alami tidak ingin terlibat, dia menuju token yang lainnya. Ada lima ranah bencana akhir dan lima belas bencana menengah. Meski jumlahnya lebih banyak, melawan mereka masih lebih mudah dari pada sepuluh bencana akhir.
"Pertarungan mereka sangat mencolok."
Tidak ada yang menahan diri lagi, walau mereka murid dari sekte yang sama mereka memiliki niat membunuh yang besar.
__ADS_1
Kekuatan ranah bencana jelas tidak lemah, ledakan ada di mana mana. Selain mereka yang bertarung dengan pedang dan tombak, anak panah terus berterbangan tanpa akhir.
Satu buah anak panah dengan cepat menuju Yun Tianxie, tidak ada waktu untuk menghindarinya. Yun Tianxie dengan cepat menggerakkan tangannya dan menangkap Anak panah itu.
"Ini...."
Yun Tianxie sendiri sedikit terkejut, anak panah itu sangat merusak. Ada jejak hukum api di dalamnya. Yun Tianxie langsung membuang anak panah itu, jika dia sedikit lebih lama tubuhnya pasti akan terbakar.
Dia memang menghindari situasi yang terburuk, tatapi bukan berarti Yun Tianxie tidak mendapat efek apapun. Tangannya terasa sangat panas, itu racun api yang di keluarkan oleh anak panah.
Untungnya masih sangat sedikit, dengan mengandalkan energi spiritualnya Yun Tianxie bisa memaksa racun api untuk keluar dari tubuhnya.
Yun Tianxie mengeluarkan pedangnya, dia dapat merasakan asal dari anak panah berasal. Dia mengumpulkan energinya dan mengayunkan pedangnya.
Ayunan pedang itu mengeluarkan bilah hitam, menghancurkan pepohonan yang terkena. Namun, serangan itu sedikit terlambat. Orang yang melepaskan anak oanah itu telah menghilang.
Di sisi lain, token emas yang di rebutkan sepuluh ranah bencana akhir telah di dapatkan seorang pria. Sama seperti Gu Pan, Pria itu langsung memecahkan token emasnya.
Token terakhir di dapatkan oleh seorang pria, pria itu jelas menguasai hukum ruang. Karena itu dia bisa tiba tiba muncul di hadapan token itu.
Yun Tianxie sedikit kesal, tetapi rasa kesal itu segera menghilang. Dia sendiri sadar, tidak ada gunanya untuk menjadi marah, mengingat dia tidak melakukan banyak hal.
Dalam pertarungan singkat itu membuat daerah sekitar menjadi hancur, tidak ada lagi pohon yang berdiri kokoh.
Ketiga token telah diambil, tidak ada gunanya berada di sana lagi. Yun Tianxie dengan cepat meninggalkan tempat itu.
"Keberuntungan yang buruk."
Sudah beberapa saat sejak Yun Tianxie meninggal medan perang token. Sejak tadi dia hanya berjalan dan hanya bertemu dengan monster rendahan.
"Jika begini terus aku tidak akan lolos ujian awal."
Monster tingkat rendah hanya memberikan poin yang rendah, saat ini mungkin dia berada di urutan terbawah.
__ADS_1
"Tidak banyak waktu yang tersisa."
Yun Tianxie melihat sebuah gunung besar, sejak memasuki dunia lukisan ini Yun Tianxie selalu menghindari gunung itu.
Gunung itu mengeluarkan aura yang sangat tidak mengenakkan, Seperti aura kematian yang pekat.
Sekarang dia tidak memiliki pilihan lain, jika dia terus membunuh monster rendah sudah pasti dia akan gagal.
Yun Tianxie hanya memiliki dua pilihan, antara membunuh monster tingkat atas atau mencari token emas.
"Mengingat yang sebelumnya, jika token emas muncul lagi akan sulit bagiku untuk bisa bersaing. Selain itu... " Yun Tianxie menghela kan nafasnya, "Apa di gunung itu ada monster tingkat tinggi?"
Yun Tianxie bertanya tanya, tidak ada gunanya jika dia hanya memikirkan. Yun Tianxie dengan cepat langsung menuju gunung itu.
Sejak memasuki Gunung, Yun Tianxie merasakan aura dingin yang menusuk tubuhnya. Kultivator normal akan langsung ketakutan dengan aura itu. Tetapi Yun Tianxie sudah merasakan aura dari mata hitam ketakutan, dibandingkan dengan itu aura dingin ini masih sedikit lebih lemah.
Tidak lama dia memasuki gunung, Yun Tianxie langsung bertemu dengan monster.
"Ranah bencana awal. Sepertinya keputusanku datang ke gunung ini tepat."
Baru masuk gunung dan dia langsung bertemu monster di ranah bencana awal. Saat di luar gunung dia hanya beberapa kali bertemu monster ranah peningkatan jiwa akhir. Itupun memerlukan usaha ekstra.
"Saatnya mengumpulkan poin!" Yun Tianxie tersenyum.
Jika harus di katakan, Yun Tianxie masih sedikit kesal dengan hasil pertempuran sebelumnya. Sekarang dia ingin menggunakan monster itu sebagai wadah pelampiasannya.
Monster itu merupakan sebuah banteng hitam berkepala tiga, banteng dengan cepat menyeruduk Yun Tianxie.
Dengan tangan kosong Yun Tianxie menahan serudukan banteng.
"Cukup berat, tetapi masih belum cukup!"
Serudukan banteng itu masih cukup lemah. Yun Tianxie mengepalkan tinjunya dan menghantamkan ke kepala banteng. Satu pukulan itu membuat kepala banteng langsung hancur. Bahkan tubuh banteng itu juga hancur.
__ADS_1
"Sepertinya masih terlalu berlebihan."
Yun Tianxie melihat mayat banteng, dia yakin telah menahan kekuatannya. Tapi itu masih berlebihan.