
Mereka berdua akhirnya sampai di aula Phoenix, disana Luo Yan terduduk di sebuah kursi sambil memegang sebuah tombak. Tombak itu terlihat sangat tidak biasa, terlihat lebih kuat dari senjata semi ilahi manapun.
“Kau memanggilku, Senior Luo?”
“Iya.” Luo Yan menjawab singkat, dia bahkan belum melihat Yun Tianxie. “Bagaimana kabar benua itu?”
“Benua?”
Untuk sesaat Yun Tianxie diam, dia tidak mengerti.
“Banua tempat kutukan itu!”
“Bagaimana senior bisa tau?”
Yun Tianxie datang ke tanah suci ras elf tanpa sengaja, seharusnya tidak ada yang tau kalau dia berada disana. Namun, Luo Yan mengetahuinya.
“Kau memasuki tanah Vajra?”
“Iya. Aku juga bertemu dengan seorang perempuan yang mengenal mu, senior Luo!”
“Aku tidak bertanya tentangnya. Apa kau mendapatkan sebuah mahkota?”
Sebenarnya semua pertanyaan Luo Yan adalah sebuah omong kosong, dia hampir mengetahui semua hal yang Yun Tianxie lakukan ketika berada di tanah terlarang Vajra. Tanpa Yun Tianxie jawab, Luo Yan sudah mengetahui semua jawabannya.
“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Senior Luo.”
“Begitu.”
Luo Yan mengabaikan fakta Yun Tianxie sedang berbohong, dia tidak akan berbicara lebih banyak lagi mengenai hal itu. Luo yan mengeluarkan sebuah token dan melemparkannya ke Yun Tianxie.
“Token ujian murid dalam. Dengan token itu kau bisa ikut ujian yang akan di lakukan satu bulan lagi. Jika lulus kau akan menjadi murid dalam.”
“Apa itu boleh di lakukan? Aku bahkan belum memberikan kontribusi apapun untuk sekte ini!”
“Tidak masalah. Para orang tua itu tidak akan mengatakan apapun.”
“Kalau begitu aku akan menerimanya dengan senang hati.”
Yun Tianxie segera menyimpan token itu, ini adalah kesempatan yang bagus. Dia bisa memasuki bagian dalam sekte. Dimana ada banyak orang kuat berkumpul.
“Jangan pernah remehkan lawanmu, mereka semua termasuk ke dalam jenius murid luar. Lebih baik kau melatih Teknik pedang ilahi lebih dalam lagi!”
Untuk pertama kalinya Luo Yan membuka matanya, dia berbalik dan melihat Yun Tianxie. Ada sebuah senyuman di wajahnya yang kecil itu. sebuah senyuman yang terlihat jahat, itu sama sekali tidak cocok dengan wajah imutnya itu.
__ADS_1
Yun Tianxie menjadi diam, senyuman itu memang memberikan sedikit tekanan tetapi bukan di situ masalahnya. Yun Tianxie tidak tau sebanyak apa yang Luo Yan ketahui, dia merasa tidak ada yang Namanya rahasia di depan Luo Yan.
Yun Tianxie berbalik dan pergi dari sana. Dia masih memiliki waktu satu bulan untuk berlatih. Yun Tianxie ingat kalau dia mendapatkan sebuah ruangan. Dia segera pergi keruangan itu dan beristirahat.
Keesokan harinya, Yun Tianxie merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Tubuh itu terasa sangat berat, sulit untuk di gerakkan.
“Apa yang terjadi?”
Yun Tianxie tidak tau apa yang terjadi, mungkin saja Lin Feng mengetahui sesuatu.
[Efek sampingnya sudah mulai muncul!]
“Efek samping apa?”
[Kau memadatkan energi spiritualmu secara paksa, tentu saja ada harga yang harus di bayar. Tenang saja, efek sampingnya tidak terlalu buruk.]
Sudah beberapa bulan berlalu sejak Yun Tianxie memadatkan energi spiritualnya. Efeknya baru muncul sekarang, Yun Tianxie jadi berfikir, bukankan efek sampingnya terlalu terlambat?
Pada akhirnya tidak ada gunanya bagi Yun Tianxie memikirkannya, dia juga kesulitan untuk bergerak. Yun Tianxie Kembali memejamkan matanya dan tertidur.
Keesokan harinya, Yun Tianxie terbangun. Sama seperti sebelumnya, efek sampingnya belum menghilang.
“Berapa lama efek samping ini akan berlangsung?”
“Itu cukup lama.”
Sejak keluar dari istana, Yun Tianxie belum pernah istirahat selama ini. Dia secara alami merasa bosan, tidak ada yang bisa dia lakukan selain tidur.
[Apa kau ingin mencoba sesuatu, Yun Tianxie?]
“Dengan tubuh seperti ini?”
[Iya, jika kau ingin bahkan jika tubuhmu lumpuh kau masih bisa melakukannya. Jadi apa kau ingin mencobanya?]
“Baiklah.” Dari pada merasa bosan, Yun Tianxie merasa lebih baik menerima tawaran Lin Feng.
[Pertama, cobalah untuk merasakan Dantianmu.]
Yun Tianxie mencoba untuk merasakannya. Dantiannya terasa seperti angin yang sedang berhembus. Dapat dirasakan tetapi tidak terlalu jelas.
[Masuklah kedalamnya!]
“Apa anda mempermainkan saya, Tuan Lin Feng?”
__ADS_1
Hingga saat ini, Yun Tianxie belum pernah mendengar ada yang bisa masuk kedalam dantiannya sendiri. Lagi pula apa itu mungkin? Bahkan jika mungkin bagaimana cara untuk masuk? Apa yang akan terlihat di dalam sana? Dan bagaimana dengan tubuh yang ada di luar?
Pertanyaan demi pertanyaan terpikirkan oleh Yun Tianxie. Dia tidak bisa membayangkannya, dia juga tidak pernah merasakannya. Dengan pengalaman Yun Tianxie yang sekarang dia tidak akan bisa menjawab semua pertanyaan itu.
[Kau tau cara membentuk jiwa bukan?]
“Aku tau, anda pernah mengajarinya.”
Jiwa itu memiliki bentuk, tetapi bukan bentuk fisik melainkan bentuk spiritual. Secara penampilan bentuk jiwa tidak jauh berbeda dari bentuk fisik.
[Rasakan dantainmu, lalu bentuk jiwa di dalam sana!]
Yun Tianxie bisa merasaknnya dantiannya, hanya saja dia tidak bisa membentuk jiwanya. Meski dia memiliki pengetahuan tentang cara membentuknya, itu hanya seperti pengetahuan kosong. Karena Yun Tianxie sendiri belum pernah melakukannya.
Yun Tianxie terus mencoba, waktu demi waktu terus berlalu dan hingga akhirnya malam hari telah tiba.
“Sama sekali tidak bisa. Selain itu aku juga sangat kelelahan.”
Tubuhnya bahkan tidak bergerak sama sekali, tetapi Yun Tianxie merasa di jauh lebih Lelah dari pada saat melawan pemimpin monyet gila.
[Itu tidak mengherankan. Kau terlalu banyak menggunakan energi spiritual.]
Yun Tianxie telah ratusan kali melakukan percobaan, setiap percobaan menggunakan energi spiritual yang lumayan. Tentu saja itu membuat dirinya menjadi lebih Lelah. Berbeda dengan menggerakkan tubuh yang sama sekali tidak menggunakan energi spiritual.
“Ini melelahkan.” Kata Yun Tianxie dengan pelan.
Matanya mulai terpejam dan diapun tertidur.
Hari telah berganti, tidak ada perubahan. Yun Tianxie masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dia Kembali mencoba melakukan seperti hari sebelumnya. Setelah setengah hari, Yun Tiaxnie merasa ada kemajuan.
Meski samar samar dia merasa telah bisa membentuk sebagian kecil jiwa di dalam dantian. Ada secerah harapan, dia terus mencobanya.
Hingga malam hari, Yun Tianxie tidak mengalami kemajuan. Dia Kembali istirahat dan tertidur.
Keesokan harinya, Yun Tianxie sudah bisa mengerakkan tubuhnya. Dia segera bangun dari Kasur itu. merenggangkan tubuhnya yang kaku itu.
“Sekarang saatnya berlatih.”
Yun Tianxie tidak tau manfaat dari membentuk jiwa di dantian. Dia berfikir itu bisa dilakukan saat sedang sengang. Saat ini dia harus berlatih, ujian masuk murid dalam tidak lama lagi. Saat ini pikiran Yun Tianxie terfokus untuk bisa menjadi murid dalam.
Meski begitu dia juga tidak terlalu yakin dengan apa yang harus dia lakukan, pilihan yang terbaik adalah dengan cara melawan murid lainnya. Menggunakan mereka sebagai teman berlatih.
Yun Tianxie memutuskan untuk pergi ke Menara pedang.
__ADS_1