
Sangat jelas kalau kaisar Han Qin, terlihat sedang bersedih. Namun, kesedihan itu tidak berlangsung lama. Wajah kaisar Han Qin, Kembali tersenyum.
"kalian akan menerima beberapa warisan dariku, banyak sedikitnya yang bisa kalian miliki itu semua tergantung diri sendiri."
*clak
Kaisar Han Qin, menjentikkan jarinya. Seketika sekitar 31 pintu muncul disana. "setiap pintu memiliki warisan yang berbeda, kalian bisa memilih sesuai dengan apa yang kalian inginkan."
"Setelah kami memasuki pintu, apa yang akan terjadi selanjutnya?" Yun Tianxie segera bertanya
"jika dalam keadaan normal, maka kalian akan Kembali ketempat ini dan dapat memiliki kesempatan untuk memasuki pintu lain. Namun, ada juga kasus dimana kalian akan langsung dikirimkan pergi dari tempat ini. juga tempat kalian dikirim akan acak."
"Jadi begitu."
Yun Tianxie, melihat semua pintu yang ada disana. Jika dia tidak salah menebak maka apa yang ada dibalik pintu itu adalah sebuah jalan percobaan.
"Bagaimana menurut kalian?" Yun Tianxie tidak tahu bahaya apa yang ada dibalik pintu, akan tetapi dia secara alami tertarik untuk memasuki tempat dibalik pintu itu. Dia ingin tau apa yang, Lu Yao dan Ji Luoxue inginkan.
"Ini adalah kesempatan yang cukup langka, aku juga ingin merasakan jalan percobaan yang ada dibalik pintu ini." Ucap Lu Yao
"Aku juga begitu." Ji Luoxue juga seperti Lu Yao
"Kalau begitu mari kita coba jalan percobaan ini."
Setiap pintu jalan percobaan hanya bisa dimasuki oleh satu orang saja. Lagipula, meskipun bisa dimasuki oleh dua orang atau lebih, mereka bertiga mungkin juga tidak akan melakukan hal itu.
Ke 31 pintu itu memiliki warna dan bentuk yang sama, tidak ada yang berbeda dari semua pintu itu. hanya saja, Yun Tianxie, dan yang lainnya jelas memiliki ketertarikan tersendiri terhadap pintu yang mereka pilih.
Mereka berjalan menuju pintu, membuka dan memasukinya.
__ADS_1
Yun Tianxie melihat sebuah gunung api, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya saja disekitar gunung itu terlihat lahar yang sangat panas. Meski tubuh, Yun Tianxie, kuat dia sendiri tidak yakin untuk bisa bertahan dalam lahar itu dalam waktu yang lama.
Ini adalah jalan percobaan, secara kasar Yun Tianxie bisa menebak kalau hadiah dari jalan ini berada dipuncak gunung itu. Yun Tianxie berjalan dengan pelan, mencoba untuk tetap tenang ditengah tengah lahar yang panas itu.
Yun Tianxie melihat sekitarnya, selain lahar yang panas, Yun Tianxie dapat melihat boneka yang terbuat dari batu. Boneka itu memiliki bentuk setinggi manusia pada umumnya, tubuh batunya memiliki aliran lahar seperti sebuah aliran saluran darah.
Hanya ada satu boneka, hanya saja boneka itu berada di ranah bencana tingkat 1, itu sama seperti ranah Yun Tianxie saat ini. boneka batu ini kemungkinan memiliki kekuatan lebih besar dari Yun Tianxie.
Boneka batu menyadari keberadaan, Yun Tianxie, dengan cepat bergerak dan menyerang Yun Tianxie. Sebuah pukulan diarahkan, itu adalah pukulan yang sangat kuat. Pukulan itu jelas membuat Yun Tianxie merasa cukup kesulitan untuk menahannya.
Tidak hanya itu, pukulan boneka batu itu juga sangat cepat. Untungnya masih pada level dimana Yun Tianxie masih bisa melihatnya.
Yun Tianxie terus menahan pukulan Boneka batu. Jika pertarungan berlangsung lebih lama lagi, maka akan sedikit merepotkan bagi Yun Tianxie. Apalagi boneka batu jelas memiliki fisik yang lebih keras dari Tubuh, Yun Tianxie.
Yun Tianxie merasa telah melakukan hal yang bodoh, dia dengan cepat segera mengambil jarak. Boneka batu tidak membiarkan hal itu, dengan cepat segera menyusul Yun Tianxie. Setiap kali Yun Tianxie ingin mengambil jarak, Boneka batu dengan cepat segera mengejar dan menyerang.
"Jalan keilahian"
Sebuah serangan kuat diarahkan ke boneka batu, itu serangan yang cukup kuat. Namun, itu masih belum cukup, itu tidak menimbulkan kerusakan yang besar pada boneka batu.
Dalam pertarungan ini, Yun Tianxie, sangat tidak diuntungkan. Daerah sekitar adalah lahar yang cukup panas, yang mana Yun Tianxie mungkin akan mati jika tercemplung ke salah satu kolam lahar.
Disisi lain, boneka batu jelas sangat tidak memiliki masalah dengan lahar disekitar. Tubuhnya sendiri didesain memang untuk bisa bertahan di daerah itu.
Selama pertempuran berlangsung, Yun Tianxie memang tidak menerima luka dari serangan boneka batu, hanya saja tetesan lahar yang bercipratan mengenai tubuh Yun Tianxie.
Yun Tianxie terus berfikir, untuk bisa mengakhiri pertarungan ini dengan cepat. Sambil terus menyerang tubuh boneka batu, Yun Tianxie melihat ada sedikit keanehan disekitar tubuhnnya.
Yun Tianxie dapat melihat boneka batu terus menyedot lahar dari kakinya, lahar itu sendiri mungkin adalah sumber dari kekuatan boneka kayu.
__ADS_1
'Jika hanya sebentar seharunya bukanlah sebuah masalah'
Jika Yun Tianxie ingin menang, maka dia harus memutuskan terlebih dahulu suplay sumber energi boneka batu. Melihat daerah sekitar yang dikelilingi oleh lahar, Yun Tianxie merasa hanya bisa memutus suplay energi boneka batu.
Meski singkat tetapi tidak masalah, Yun Tianxie mempertaruhkannya kemenangannya didalam strategi itu.
Yun Tianxie mengayunkan pedangnya, cukup kuat untuk bisa membuat goresan pada tubuh boneka batu. Tidak berhenti disana, Yun Tianxie lalu mengeluarkan Hukum es lapisan ke enam. Seketika daerah pijakan mereka menjadi beku, bahkan lahar yang panas juga ikut membeku.
Dengan tidak adanya Suplay energi, pergerakkan boneka batu terlihat lebih lambat dan tubuhnya menjadi lebih lembut. Meski Yun Tianxie menjadi sedikit diuntungkan, tetapi dia tidak bisa santai. Boneka batu memang tidak mencoba mencari lahar lain, hanya saja es yang Yun Tianxie buat mulai meleleh.
Itu normal mengingat penas dari lahar, mungkin hukum es ke 9 bisa bertahan didaerah lahar dalam waktu yang cukup lama.
"Jalan keilahian"
Pedang Yun Tianxie menusuk kepala boneka batu, retakan dapat melihat dikepala boneka. Tidak lama kemudian boneka batu hancur berkeping keping.
"haaa"
Yun Tianxie menghelakan nafasnya, baginya ini adalah pertarungan yang sedikit merepotkan.
Yun Tiaxnie melihat kearah gunung, masih ada jarak yang cukup jauh. Yun Tianxie Kembali bergerak menuju puncak gunung. Semakin dia mendekati puncak, lahar disekitarnya juga menjadi lebih panas.
Setelah perjuangan yang cukup Panjang, Yun Tianxie akhirnya sampai dipuncak gunung. Berbeda dengan daerah bawah, puncak gunung itu sama sekali tidak panas. Malahan puncak gunung itu memiliki suhu yang tidak jaug berbeda dengan kota manusia pada umumnya.
Yun Tianxie jelas merasa sedikit terkejut, tetapi yang paling membuat Yun Tianxie terkejut adalah apa yang ada dipuncak gunung itu. disana ada sebuah tempat kecil berukuran 5 x 6 meter, tempat itu dipenuhi oleh rerumputan.
Ditengah rerumputan terdapat sebuah batu hitam pekat, pada batu itu terdapat sebuah pedang yang ditancapkan.
__________
__ADS_1