
'Teknik pedang : Jalan keilahian'
Yun Tianxie mengayukan pedangnya, serangan pedangnya mengenai batu dengan sangat kuat. Tepat setelah serangan itu, cahaya emas dengan ketinggian 450 meter muncul.
'Yang benar saja'
Seperti yang Lin Feng katakan, pada akhirnya batu itu hanya mengukur sekuat apa kekuatan serangan seseorang.
"Ini sedikit menarik"
Ya Fei melihat Yun Tianxie dengan tatapan penuh penasaran, kultivasi Yun Tianxie hanya diranah peningkatan jiwa. Namun kekuatan serangannya melebihi kebanyakan serangan mereka yang diranah bencana.
Tidak hanya Ya Fei, Liu Yu juga melihat Yun Tianxie. Liu Yu memegang pedangnya dan dengan cepat menyerang Yun Tianxie.
Itu adalah serangan yang sangat tiba tiba, Yun Tianxie dengan seluruh kekuatannya mencoba menghindari serangan Liu Yu. Sebagai hasilnya Yun Tianxie berhasil menghindari serangan itu meski harus menerima luka goresan dilehernya.
"Kau bisa melihatnya?" tanya Liu Yu
Pedang Liu Yu menancap pada batu itu, cahaya emas muncul dengan ketinggian mencapai 9000 meter hingga pada akhirnya batu itu hancur.
"Apa yang Kau lakukan Liu Yu?" Ya Fei yang sama sekali tidak mengerti dengan Tindakan Liu Yu segera bertanya
Serangan Liu Yu jelas bukan serangan biasa, dalam 1 serangan itu Liu Yu menggunakan Dao nya. Itu terlihat seolah olah Liu Yu ingin membunuh Yun Tianxie
"Pria ini cukup aneh, meski dia hanya berada dialam peningkatan jiwa dia memiliki refleks yang sangat bagus. Juga serangannya cukup kuat meski dia hanya menggunakan pedang biasa." Liu Yu berbicara dengan sangat tenang, dia terlihat sama sekali tidak merasa bersalah
"meski kau merasa penasaran bukan berarti kau bisa menyerangnya sekuat itu."
"kuat? Aku bahkan hanya menggunakan sedikit keuatanku."
Meski Ya Fei menasehatinya, Liu Yu seperti sama sekali tidak peduli. Seperti yang Liu Yu katakan serangan itu masih cukup lemah, tentu saja lemah dalam arti orang kuat seperti dirinya.
Hanya saja apa yang Ya Fei lihat tidak seperti yang Liu Yu pikirkan, Liu Yu berada diranah Hidup dan mati, serangan kecil dari dirinya dapat dengan mudah membunuh Yun Tianxie yang hanya berada di ranah peningkatan jiwa.
Pada akhirnya tanpa lebih banyak berbicara lagi, Liu Yu pergi dari sana. Ya Fei hanya bisa melihatnya, Ya Fei tau tidak ada gunanya berbicara terlalu banyak dengan Liu Yu.
'Sekarang apa yang harus kulakukan?'
Ya Fei melihat para peserta yang tersisa, saat ini batu yang digunakan untuk ujian telah dihancurkan. Meski sekte memiliki batu yang lainnya tetap masih membutuhkan waktu untuk membawanya.
Juga Ya Fei merasa akan sangat merepotkan jika dia harus membawa para peserta yang Tersisa.
Selagi Ya Fei berfikir dengan keras, keberuntungan mendatangi dirinya, dia melihat 2 murid pria yang berjarak tidak terlalu jauh.
__ADS_1
Ya Fei segera memanggil kedua murid itu, kedua murid itu dengan patuh berjalan mendekati Ya Fei.
"Bisakah saya mengetahui alasan tetua kedua memanggil kami?" Salah satu pria bertanya kepada Ya Fei
"Ada sedikit masalah dalam ujian kali ini, aku ingin kalian berdua pergi arena dan melawan beberapa peserta."
"Eh?" untuk sesaat pria itu terdiam, dia sempat berfikir kalau tetua kedua, Ya Fei sedang mengatakan sebuah lelucon. Pria itu sedikit binggung bagaimana cara menanggapi perkataan Ya Fei.
"Ada apa? Apa kalian takut? Kalian hanya perlu melawan beberapa orang diranah bencana."
Kedua pria itu berada di ranah hidup dan mati, dengan kekuatan kedua pria itu bukanlah hal yang sulit untuk melawan beberapa orang diranah bencana sekaligus. Hanya saja ada sedikit masalah yang dikhawatirkan kedua pria itu.
"Apa tidak masalah jika kami terlibat didalam ujian ini? Juga bukankan dengan melakukan itu akan sepenuhnya mengubah isi dari ujiannya?"
"tidak masalah, aku yang akan bertanggung jawab atas segalanya."
Mendengar itu kedua murid langsung merasa lega, mereka lalu segera pergi kearena.
"bagi yang belum melakukan ujian kedua segera naik keatas arena, mereka yang akan menjadi penguji dalam ujian ini."
Sekitar 13 orang pergi naik keatas arena, Sebagian besar dari mereka berada di ranah bencana tingkat tengah.
[menurutmu bagaimana pertarungan itu akan berakhir?]
[Pada akhirnya itu hanya akan menjadi sebuah pembantaian sepihak.]
Dibandikan Yun Taianxie, Lin Feng jauh lebih tau mengenai jarak antara ranah bencana dengan Ranah hidup dan mati. Tidak peduli sebanyak apa orang diranah bencana itu, pada akhirnya mereka sama sekali bukan lawan dari dua orang yang berada di ranah hidup dan mati.
Seperti yang Lin Feng Katakan, pertarungan itu berakhir dengan pembantaian sepihak. Meski dikatakan dengan pembantaian sepihak, tentu saja tidak ada yang mati. Hanya saja pertarungan itu sangat berat sebelah.
Kedua murid itu bahkan tidak membiarkan para peserta ujian menyerang mereka, pada akhirnya pertarungan itu hanya berlangsung selama beberapa menit saja.
"Bukankah kalian terlalu berlebihan?"
Tepat setelah pertarungan berakhir, Ya Fei mengatakan hal itu.
"Sekarang bagaimana caraku menilai mereka?"
Kedua murid itu hanya terdiam, mereka tau mereka memang sedikit berlebihan. Hanya saja sebelumnya Ya Fei sama sekali tidak mengatakan apapun, mereka jadi berfikir kalau mereka setidaknya boleh melakukan hal itu.
Sekarang kedua murid itu sedikit panik, jika Ya Fei tidak menyukai apa yang mereka lakukan maka mereka berdua akan berada didalam bahaya. Meski begitu mereka tidak bisa mengatakan apapaun kepada Ya Fei.
Kedua murid itu hanya bisa diam dan berharap Ya Fei tidak akan marah.
__ADS_1
"kurasa aku tidak bisa menyahkan kalian, karena akulah yang menyuruh kalian. Kerja bagus, sekarang kalian bisa pergi."
""Terima kasih banyak tetua kedua."" Dengan sangat cepat kedua murid itu segera pergi.
'Apa aku semenakutkan itu?' melihat reaksi kedua murid itu tentu saja pikiran seperti itu secara alami muncul di pikiran Ya Fei
"Sekarang aku akan mengumumkan hasilnya. Kalian semua lulus dalam ujian ini dan secara resmi menjadi murid sekte bulu ilahi"
'Semuda itu?' Yun Tianxie sedikit terkejut.
Sebanyak apapun Yun Tianxie memikirkannya dia tidak yakin kalau ujiannya masuk sekte sebesar ini akan semudah ini.
Hanya saja Yun Tianxie tidak tau, sejal awal ujian kedua ini sama sekali tidaklah penting. Ujian kedua ini hanylah formalitas saja.
Sejak dulu ada aturan tersendiri didalam ujian masuk, jika murid yang lolos dari ujian pertama melebihi 100 maka isi dari ujian kedua akan berbeda dari ujian saat ini.
Namun jika pada ujian pertama hanya ada kurang darin 100, maka mereka akan langsung diterima sabagai murid sekte. Meski begitu para tetua sekte tidak bisa membiarkan hanya 1 ujian saja yang dilakukan, sehingga mereka membuat ujian kedua sebagai formalitas sebelum masuk.
"Sekarang pergilah ke menara murid dan daftarkan diri kalian."
Setelah mengatakan itu, Ya Fei meninggalkan para murid yang masih berada didalam perasaan binggung.
___________
_______
____
Tingkatan Kultivasi
Ranah Penempaan Tulang
Ranah Penempaan Tubuh
Ranah Penempaan Jiwa
Ranah peningkatan jiwa
Ranah Bencana
Ranah hidup dan mati
Ranah dewa
__ADS_1