
Altar kosong itu kini telah berubah menjadi sebuah Menara, itu adalah Menara yang tinggi. Dengan sebuah pintu gerbang yang besar. Di samping gerbang itu terdapat sebuah tulisan, {Takdir itu pasti, tetapi masih bisa berubah. Keberuntungan itu selalu berubah, kematian tidak bisa di hindari. Roda akan selalu berputar, memberikan terbaik kepada mereka. Berkah dunia hanya bisa dimiliki oleh mereka yang berani.}
“Apa artinya?” Tanya Yun Tianxie
[Entahlah, tetapi mungkin saja ada hal yang luar biasa di dalam Menara ini.]
“Sepertinya kita memiliki pemikiran yang sama.” Kata Yun Tianxie
Dia sedikit tersenyum, lalu membuka pintu gerbang dan memasukinya.
Di tempat yang sangat jauh dari tempat Yun Tianxie, ada beberapa orang sedang duduk di sebuah kursi yang sangat sederhana. Meski status orang orang itu sangat tidak rendah, mereka sama sekali tidak terlalu peduli dengan kursi itu.
Mereka meminum teh di bawah pohon yang sangat rimbun dan besar itu. Salah satu orang pria,yang sejak tadi memejamkan matanya kini membukanya.
“Ada apa?” Tanya salah satu pria disana. Dia merasakan ada sesuatu yang jelas di rasakan oleh pria itu.
“Sepertinya, masa kehancuran telah dekat.” Kata pria itu. Dia lalu melanjutkan, “Sepuluh Menara yang ada telah aktif.”
“Begitu.” Pria itu meresponya dengan sangat singkat, seolah olah dia sama sekali tidak peduli.
Mereka Kembali tenang, dan menikmati teh mereka dengan sedikit angin yang berhembus.
---
Di dalam Menara, Yun Tianxie dapat melihat Sembilan orang. Semuanya adalah manusia, enam perempuan dan tiga laki laki.
“Ini adalah yang kesepuluh.” Kata salah satu perempuan. “Entah Menara apa ini sebenarnya!” lanjutnya.
Perempuan itu telah berada di Menara ini selama tiga bulan, dalam tiga bulan ini dia telah melihat ke delapan orang lainnya memasuki Menara. Mereka sama sekali tidak bisa keluar, mereka hanya menghabiskan waktu dengan sedikit berlatih.
“Mungkin saja kali ini akan ada jalan keluar.” Kata perempuan yang lainnya.
Mereka telah bosan, meski mereka bisa berlatih tetapi hanya pelatihan kecil saja. Mereka semua ingin segera keluar dari Menara ini.
__ADS_1
Yun Tianxie hanya diam, dia mencoba untuk melihat situasi terlebih dahulu. Semua orang yang ada disana jelas kuat, mereka berada di ranah hidup dan mati. Sedangkan perempuan yang berbicara di awal berada di ranah hidup dan mati akhir.
Perempuan itu adalah yang terkuat di sana. Yun Tianxie terus diam dan pergi melihat sekelilinya. Setelah beberapa jam berlalu, tiba tiba sebuah Lorong muncul.
“Ini sedikit menarik! Sebelumnya sama sekali tidak ada apapun di sana.” Salah satu laki laki berbicara.
Mereka semua melihat Lorong itu, saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan. Mereka berjalan menuju ke arah Lorong itu. Yun Tianxie hanya mengikuti dari belakang. Lorong itu gelap, tetapi di ujung Lorong dapat terlihat cahaya.
Mereka akhirnya sampai di ujung Lorong, itu adalah sebuah ruangan yang terang. Ada tangga besar yang menuju ke lantai atas.
“Bagaimana sekarang?” Tanya salah satu perempuan.
Mereka semua diam di tempat, ketika mereka melihat tangga itu mereka merakan ada aura yang sangat aneh. Mereka tidak mengetahui apapun mengenai aura yang tidak mengenakkan itu, mereka secara alami menjadi sedikit waspada.
“Apa ada pilihan lain? Hanya ada satu jalan di sini.” Kata perempuan yang lain.
Perempuan ini adalah yang terkuat, dia memiliki rambut biru Panjang. Dengan temperamen yang sedikit tenang dan dingin. Perempuan itu berjalan menaiki tangga.
Mereka yang lain melihat punggung perempuan itu, dan secara perlahan juga mulai menaiki tangga.
Mereka semua tidak terlalu paham, meski begitu mereka tidak terlalu khawatir. Mereka membuka pintu dan memasuki ruangan itu. itu adalah sebuah aula yang luas.
“Tidak ada apapun di sini.”
Mereka tidak dapat melihat ada monster ataupun mahluk lainnya di tempat itu.
“Hati hati, aku merasa ada yang aneh!” Kata perempuan berambut biru.
Perempuan itu semakin merasa ada yang aneh, “Di belakang!!!” Teriak perempuan itu.
Respon mereka sedikit lambat, salah satu orang kehilangan satu tangannya. Namun itu bukan masalah, orang itu berada di ranah hidup dan mati menengah. Dia bisa menyambungkan Kembali tangannnya dengan mudah.
“Prajurit perang?” Kata Yun Tianxie
__ADS_1
Yang menyerang mereka sebelumnya adalah seorang prajurit full armor yang menaiki kuda, kepala kuda itu hanya tingga tulang dengan api yang membara. Di tangan prajurit itu terdapat sebuah pedang besar.
“Ini sangat memalukan! Kehilangan satu tangan karena seseorang di ranah bencana awal!”
Laki laki itu melihat prajurit kuda, dia jelas merasa sedikit kesal.
“Apa tidak keberatan jika aku yang membunuh makhluk itu?” Tanya laki laki itu.
“Tidak masalah.”
Mereka semua adalah orang kuat, mereka sama sekali tidak menempatkan makhluk itu di mata mereka. Mereka sama sekali tidak peduli dengan mahluk itu. Mereka secara alami sedikit senang karena ada yang mau berurusan dengan prajurit kuda itu.
“Baiklah kalau begitu.” Laki laki itu sedikit tersenyum. Dia membuka lebar lebar tangannya, tiba tiba tubuh prajurit itu dengan cepat terbang ke arah laki laki itu.
Telapak tangan laki laki itu memegang kepala prajurit, lalu dengan cepat menghentakkannya ke lantai. Hentakan yang sangat kuat, itu membuat rekatan yang besar pada lantai, tentu saja dalam satu Gerakan itu prajurit kuda itu mati.
‘Itu luar biasa!’ kata Yun Tianxie didalam hati.
Yun Tianxie tidak tau Teknik yang digunakan laki laki itu, Teknik itu manarik objek yang diinginkian dalam jarak tertentu. Selain itu, yang paling menakjubkan adalah kekuatan laki laki itu. Jika Yun Tianxie yang menerima serangan itu, dia pasti juga akan mati.
Tidak lama kemudian, mayat prajurit dan kudanya menghilang. Sepuluh kotak peti muncul disana.
“Satu orang hanya bisa memilih satu.”
Mereka tidak bisa melihat isi peti itu, keberuntungan adalah kunci terpenting disini. Mereka tidak menghabiskan waktu yang lama, mereka hanya memilih dengan acak.
Yun Tiaxnie membuka petinya, dia mendapatkan sebuah pisau kecil. Senjata tingkat epic. Yun Tianxie sama sekali tidak membutuhkan pisau itu, tetapi dia memilih untuk menyimpannya.
Pintu disisi lain terbuka, mereka memasuki pintu itu. Tidak ada tangga, mereka langsung berada di lantai dua.
Mereka memasuki aula yang kedua, mereka semua langsung terkejut dengan apa yang mereka lihat.
“Keseimbangannya sangat buruk.” Kata salah satu perempuan.
__ADS_1
“Iya. Ini benar benar buruk!”
Di dalam tempat itu ada seekor kera besar, dengan sebuah gada di tangannya. Kekuatan kera sudah pasti besar, tidak bisa di bandingkan dengan kekuatan prajurit kuda. Karena kera itu sendiri berada di ranah hidup dan mati akhir.