Pendewaan

Pendewaan
#20 Kemarahan Penjaga


__ADS_3

"Yah, terserahlah" Lu Yao sudah terlalu malas untuk menaggapi Yun Tianxie "Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Bukankah itu sudah jelas?" Yun Tianxie tersenyum kecil "Kita akan menghancurkan patung itu."


Yun Tianxie langsung bergerak menuju patung yang memegang lonceng, meski patung yang menggunakan tombak terlihat sangat berbahaya, tetapi insting Yun Tianxie mengatakan kalau yang memegang lonceng jauh lebih berbahaya.


Karena itu menghancurkan yang memegang lonceng menjadi prioritas utama. Yun Tianxie mengeluarkan pedangnya, melompat kearah patung itu.


"Teknik pedang : Jalan Ilahi"


Yun tianxie mengayunkan pedangnya secara horizontal, ayunan pedang itu membuat sebuah goresan pada bagian perut patung.


"Sangat keras"


Meski Teknik jalan ilahi itu masih belum dia kuasai sepenuhnya, tetapi Yun Tianxie berfikir kalau Teknik itu setidaknya akan dapat membuat retakan. Namun apa yang Yun Tianxie pikirkan tidak terjadi, patung itu jauh lebih keras dari yang dia pikirkan.


Disisi lain, Lu Yao dan Ji Luoxue melihat pertarungan Yun Tianxie. Tanpa harus dikatakan mereka tau kalau Teknik Yun Tianxie terlihat sangat kuat. Meski bergitu masih belum bisa membuat kerusakan yang besar untuk patung itu.


Ini akan menjadi pertarungan yang sedikit menyulitkan, pikir mereka berdua. Mereka lalu segera bergerak menuju patung yang memegang tombak. Dari pada membantu Yun Tianxie, mereka berfikir akan menjadi lebih baik jika mereka bekerja sama untuk menghancurkan patung yang memegang tombak.


Selain itu, mereka juga cukup yakin kalau setidaknya, Yun Tianxie, bisa melawan patung yang memegang lonceng sendirian.


Yun Tianxie terus mengayunkan pedangnya, sudah cukup banyak goresan pada patung, hingga saat ini patung itu hanya diam tanpa melawan. Yun Tianxie merasa ada yang aneh, tetapi dia tidak tau dengan jelas apa yang aneh.


Setelah beberapa saat, keanehan mulai terlihat. Patung yang tadinya terlihat memejamkan mata kini mulai membuka matanya. Mata itu jelas bukanlah sebuah batu, melainkan seperti mata manusia asli. Mata itu berwarna biru cerah. Patung itu lalu menggerakkan loncengnya dan mengayunkan sebanyak 2 kali.


"Ting….. Ting…."


Suarnya terdengar merdu, meski merdu suara itu memerikan perasaan penekanan. Tekanan itu membuat Yun Tianxie sedikit kesulitan untuk bergerak. Patung itu lalu Kembali menggerakakan loncengnya.


"Ting….. Ting…. Ting….."

__ADS_1


Setiap kali lonceng berbunyi, pada kedua patung itu akan timbul sebuah retakan. Retakan itu terus menerus membesar, pada akhirnya retakan itu sepenuhnya menghancurkan batu pada patung itu.


Dari dalam pecahan patung itu, muncul seorang manusia. Yang satu adalah lelaki tua dengan sebuah tombak, dan yang satunya lagi adalah seorang Wanita muda dengan sebuah lonceng. Yun Tianxie dan yang lainnya terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat. Mereka tidak tau bagaimana kedua orang itu bisa muncul.


Juga kedua orang itu sendiri bukalan tubuh proyeksi melainkan tubuh fisik asli. Wanita dengan lonceng itu menunjukan sebuah senyuman halus, dia lalu Kembali menggerakkan loncengnya.


Sama seperti sebelumnya, lonceng itu memberikan tekanan kepada mereka bertiga, lonceng itu terus berbunyi. Wanita itu berjalan dengan pelan mendekati Yun Tianxie, hingga Wanita itu berada 1 meter di depan Yun Tianxie.


"Ini Benar benar aneh, seharusnya tidak mungkin ada yang bisa datang kesini." Ucap Wanita itu


"Tidak hanya satu orang, melainkan tiga orang." Pria tua itu juga berbicara


"Katakan kepadaku anak muda, bagaimana caramu bisa datang ketempat ini?" perempuan itu menghilangkan semua tekanan yang telah dia keluarkan sebelumnya.


Yun Tianxie memandangi Wanita itu, Wanita itu jelas memiliki tubuh fisik, tetapi Yun Tianxie sama sekali tidak dapat merasakan nafasnya. Seolah olah Wanita itu sama sekali tidak memiliki tubuh. Selain itu, Wanita itu sendiri terlihat sangat tidak biasa, dia terlihat seperti sedang kebingungan karena sesuatu.


1000 tahun, Wanita itu telah tertidur selama 1000 tahun. Namum, bagi Wanita itu dia seperti baru tidur kemarin. Wanita itu tau kalau dirinya adalah seorang penjaga mahkam kaisar Han Qin. Seorang kaisar yang merupakan tuannya, dia juga tau kalau mahkam itu sendiri adalah tempat yang sangat sulit untuk ditemukan. Dikarenakan banyaknya formasi yang terpasang, bahkan orang diranah dewa juga akan kesulitan untuk menemukannya.


Sekarang Wanita itu melihat Yun Tianxie dan yang lainnya, Wanita itu secara alami ingin mendapatkan jawaban atas semua pertanyaanya.


"Aku melewati formasi yang ada untuk dapat masuk ketempat ini"


Yun Tianxie terlihat sangat tenang, Wanita yang ada didepannya jelas sangat berbahaya. Wanita itu adalah seorang yang berada diranah dewa, meski begitu kekuatannya jauh melampaui seseorang yang berada di ranah dewa pada umumnya.


Meski Wanita itu jelas sangat berbahaya, Yun Tianxie sama sekali tidak dapat merasakan niat permusuhan dari Wanita itu.


"Era berapa sekarang?"


"Era?"


Yun tianxie sama sekali tidak tau apa yang ditanyakan Wanita itu, dia lalu melihat Lu Yao dan Ji Luoxue, hanya saja kedua perempuan itu juga sama sekali tidak mengerti.

__ADS_1


"Kuganti pertanyaanku, apa kabar kekaisaran Han sekarang?"


"Jika senior bertanya tentang kekaisaran yang dibangun oleh kaisar Han Qin, maka itu telah hancur 1000 tahun yang lalu"


Mendengar itu, Wanita itu langsung meyipitkan matanya. Wanita berfikir kalau dia mungkin telah tertidur selama 2000 atau 3000 tahun. Bagaimanapun ketika dia meninggalkan kekaisaran dan memilih untuk menjaga gerbang ini, pondasi kekaisaran bisa bertahan sampai 1000 tahun lebih.


"Apa yang ingin kau lakukan disini?"


"Mencari harta yang berguna."


"Meskipun kau kalau dibalik gerbang ini adalah sebuah mahkam, kau tetap saja berfikir kalau dibalik gerbang ini terdapat sebuah harta"


"bisa dibilang begitu. Hanya saja dari yang kudengar, 1000 tahun yang lalu ketika kaisar Han Qin, Dimahkamkan ada cukup banyak harta yang dikuburkan bersamanya"


Wanita itu menyipitkan matanya, dia jelas terlihat sangat kebingungan. Apa yang Wanita itu pikirkan bertabrakan dengan apa yang baru saja Yun Tianxie katakan.


"Kau tadi mengatakan kekaisaran Han hancur 1000 tahun yang lalu bukan?"


"Iya"


"Lalu kau mengatakan kalau Kaisar Han Qin Di mahkamkan 1000 tahun yang lalu bukan?"


"Iya, itulah yang saya katakan"


Seketika ekspresi wanita itu langsung berubah, aura kemarah bergejolak disekitar tubuhnya.


"Dengan kata lain, kau mengatakan kalau kekaisaran Han hancur tidak lama setelah kematian kaisar kami?"


Wanita itu menatap, Yun Tianxie, niat membunuh dapat terlihat dari mata itu. itu adalah niat membunuh yang sangat besar, seperti dia bisa saja membunuh Yun Tianxie dan yang lainnya dalam hitungan detik.


"Itu adalah apa yang kudengar, aku juga tidak tau dengan pasti apa yang terjadi."

__ADS_1


Yun Tianxie mejawabnya dengan tenang, meski begitu hati Yun Tianxie sama sekali tidak tenang. Perubahan sikap yang Wanita itu tunjukan jelas membuat Yun Tianxie merasa sedikit ketakutan. Sangking takutnya Yun Tianxie ingin segera pergi dari tempat itu.


__ADS_2