Pendewaan

Pendewaan
#54 Kera Clyas Ranah Dewa


__ADS_3

Lin Yuxi masih terlihat sangat tenang. Kera itu di sebut sebagai Kera Clyas. Itu adalah ras kera yang sangat langka. Kemampuan kera ini adalah untuk menciptakan bayangan dirinya, ketika bayangan di buat maka ranahnya hanya akan lebih rendah satu tingkat.


Meski begitu bukan berarti kekuatannya sama dengan ranahnya, seperti bayangan kera Clyas yang telah Lin Yuxi bunuh. Meski di ranah hidup dan mati akhir Kera itu jauh lebih lemah dari ranah bencana akhir.


Selain penghalang yang mengelilingi tubuhnya, sisanya sama sekali bukan masalah.


Dari semua yang ada di sana Mungkin hanya Lin Yuxi yang pernah bertemu secara langsung dengan kera Clyas. Karena itu Lin Yuxi telah merasa ada yang samar sejak awal.


Kera Clyas yang ada di depan itu berada di ranah dewa awal. Jelas lebih kuat dari mereka semua. Bahkan Lin Yuxi sendiri juga masih lebih lemah dari kera itu.


Ini adalah pertama kalinya Yun Tianxie melihat monster yang berada di ranah dewa. Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh, tetapi Yun Tianxie tidak terlihat ketakutan ataupun memiliki keinginan untuk kabur. Malahan Yun Tianxie merasa berdebar debar, dia ingin melawan kera itu.


Kekalahan sudah pasti ada di depan mata. Lalu apa gunanya melawan? Pertanyaan itu sama sekali tidak berguna untuk Yun Tianxie. Dia adalah seorang pangeran yang di sebut sebut sebagai jenius, hidup di dalam kemuliaan. Selalu tenang dan pendendam, dalam keadaan tertentu tidak masalah jika harus merendahkan diri sendiri.


Satu hal yang pasti adalah, Yun Tiaxnie itu gila! Ketika dia meninginkan sesuatu dia akan melakukannya, meskipun itu jelas terlihat mustahil.


“Kera Clyas ranah dewa awal. Bisa di bilang sebagai salah satu dari Kera Clyas terkuat!”


Lin Yuxi memegang erat pedangnya, sudah lama dia tidak melawan kera Clyas. Dia sudah sangat tidak sabar. Selain Yun Tianxie dan Lin Yuxi, tidak ada yang terlihat ingin bergerak. Mereka memutuskan untuk melihat situasi terlebih dahulu.


Mereka berharap ada yang ingin jadi tumbal untuk melihat kekuatan kera itu, terutama mereka akan senang jika Lin Yuxi yang melakukannya.


Kera Clyas melihat sekitar, dia tau Lin Yuxi adalah yang membunuh klonnya. Kera Clyas tidak ingin bertindak gegabah. Katana di tangannya sudah lama tidak merasakan darah, kera Itu sendiri juga sudah cukup lama tidak mencium aroma darah manusia.


Kera Clyas adalah monster yang cukup aneh, mereka bisa meningkatkan kekuatan dengan mencium darah manusia yang di bunuhnya.


Yun Tianxie melihat kera Clyas sedang memperhatikan sekitarnya.


[Berapa kemungkinan untukku menang?]

__ADS_1


[Apa aku perlu menjawabnya?]


[Kurasa tidak…]


[Kalau begitu tidak usah bertanya!]


Tanpa perlu dipikirkan, sudah jelas kemungkinan Yun Tianxie Menang melawan kera Clyas adalah nol persen. Tidak perduli sekuat apa Teknik pedang Ilahi, ataupun sekuat apa Tubuh Tirani hiran semua itu masih jauh dari kata maksimal.


Yun Tiaxnie yang sekarang hanya bisa menggunakan sebagian kecilnya saja.


[Majulah jika ingin maju, Yun Tianxie!]


Tidak ada gunanya menahan diri, bagaimanapun Jalan kultivasi di penuhi bahaya akan kematian. Dunia yang Yun Tianxie lihat hanya seperti dunia mimpi, dunia yang lebih tinggi jauh lebih kejam. Bagi Lin Feng tidak ada salahnya bagi Yun Tianxie untuk mencoba melihat batasan dirinya.


Yun Tianxie memegang erat pedangnya, lalu dengan cepat menyerang kera Clyas. Gerakan Yun Tianxie cepat, tetapi masih cukup lambat di mata Kera Clyas. Setiap kali Yun Tianxie mengayunkan pedangnya, kera Clyas selalu bisa menahannya.


‘Ini Berat!’


Kera Clyas hanya mengayunkan katanya dengan pelan, tetapi itu sudah cukup untuk membuat Yun Tianxie Merasa kesulitaan. Berbeda dengan semua serangan yang pernah Yun Tianxie tahan, serangan Kera Clyas sangat berat.


Jika terlalu lama, khawatir Yun Tianxie tidak akan bisa menahnnya lagi. Begitu kera Clyas melonggarkan sedikit tekanannya Yun Tianxie langsung bergerak mengambil jarak.


Disisi lain, Lin Yuxi hanya melihat. Dia masih tidak memiliki keinginan untuk bergerak. Di sisi yang lainnya lagi, ada seorang pria dan Wanita melihat Yun Tianxie.


“Pemuda itu cukup berani!” Kata si pria, pria itu bernama Lucas De Dalton. Kekuatan lucas kurang lebih setara dengan ranah hidup dan mati awal.


“Apa gunanya keberanian itu?” kata Wanita di samping Lucas, Wanita itu bernama Leila De Dalton. Kekuatannya setara dengan ranah hidup dan mati menengah.


“Jika tidak memiliki kekuatan pada akhirnya keberanian itu seperti tidak ada nilainya!” Leila melihat Yun Tianxie, baru beberapa menit berlalu dan Yun Tianxie sudah terlihat terdesak.

__ADS_1


“Bukankah dia memiliki keinginan untuk menang? Lagi pula sumber kekuatannya berbeda dengan kita, mungkin saja ada kemungkinan bagi dirinya.” Lucas sedikit tersenyum, dia ingin melihat hasil akhirnya.


“Tidak mungkin! Tidak ada kesempatan untuknya!” berbeda dengan Lucas, Leila sama sekali tidak melihat adanya kemungkinan itu. Tidak ada yang perlu di pertimbangkan. “Jika Wanita itu yang maju mungkin dia bisa mengalahkan mahluk itu.”


Leila melihat Lin Yuxi, jika Lin Yuxi melawan kera Clyas dia mungkin akan menang, itulah yang Laila pikirkan.


“Yah mungkin saja.” Lucas sedikit tertawa. “Perempuan itu sangat dingin, tatapannya saja sudah cukup untuk membekukan mahluk itu.”


“Aku sedang tidak ingin mendengarkan leluconmu!” jelas Laila, dia lalu Kembali melihat pertarungan Yun Tianxie.


Yun Tianxie terus bergerak, dengan melakukan itu dia memang mudah kelelahan. Namun itu adalah pilihan terbaik, jika dia diam di tempatnya, kera Clyas bisa menyerangnya dengan mudah. Kera Clyas hanya diam di tempatnya, tetapi matanya terus bergerak. Kera Clyas terus melihat setiap pergerakan Yun Tianxie.


‘Serangan fisik mungkin bisa berguna.’


Yun Tiaxnie Kembali mendekati Kera Clyas. Kera Clyas menyadarinya, dengan cepat mengayunkan katana nya, Yun Tianxie tidak mencoba menahannya karena dia sendiri tidak sanggup untuk menahnnya.


Yun Tianxie menghindari katana itu, kera Clyas menyadarinya, dengan cepat Kembali mengayunkan katana nya. Sekali lagi Yun Tianxie bisa menghindarinya, begitu dia sudah dekat dengan kera Clyas, Yun Tianxie langsung menyimpan pedangnya.


Yun Tianxie mengepalkan tinjunya, merangsang ototnya dan dengan cepat langsung memukul perut kera Clyas.


‘Sangat keras!’


Tangan Yun Tianxie terasa sedikit sakit, dia tidak merasa sedang memukul sebuah daging tetapi sebuah tombok yang keras.


Tentu saja bukan berarti pukulan Yun Tianxie tidak memiliki efek. Kera Clyas merasakan sedikit rasa sakit, matanya menatap Yun Tianxie dengan tajam.


“Gawat!” Yun Tianxie bisa melihat kemarahan di wajah kera Clyas.


Dengan cepat Yun Tianxie mundur, tetapi kera Clyas tidak membiarkan jarak mereka menjadi jauh. Kera Clyas bergerak mengejar Yun Tianxie, sambil terus mengayunkan katana nya.

__ADS_1


__ADS_2