
Yun Tianxie pingsan di tengah arena pertarungan. Sebelum pingsan dia memuntahkan banyak darah. Hampir semua orang tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka hanya melihat Yun Tianxie dan lawannya hanya beradu pedang sebanyak satu kali.
Bagaimana bisa dia menjadi terluka separah itu? mereka sama sekali tidak memahaminya. Pengawas memeriksa kondisi tubuh Yun Tianxie, beberapa tulangnya patah dan beberapa organ dalamnya terluka.
Pengawas itu sudah berada lama disana, dia tau kalau efek dari pedang Houken tidak seperti ini. lalu dari mana semua luka itu berasal? Luka itu juga bukan sebuah luka lama.
Dari semua orang, hanya Luo Yan yang mengerti. Dia menatap dengan tajam arena pertarungan itu. Ada sedikit auranya yang keluar, itu hanya seperti setetes air. Namun, setetes air itu membuat orang disekitarnya menjadi sangat tertekan.
Mereka tidak bisa bernafas, tubuh mereka seperti sedang di timpa oleh sebuah gunung. Beberapa saat kemudian, Luo Yan menjadi sadar Kembali. Dia melihat sekelilinya, keadaan mereka terlihat buruk.
Luo Yan sama sekali tidak memeperdulikannya, tanpa mereka sadari Luo Yan sudah tidak ada lagi di sana. Luo yan berada di arena pertarungan. Kehadiran Luo Yan membuat pengawas terkejut, mereka sama sekali tidak merasakan kehadiran Luo Yan sebelumnya.
“Ada beberapa hal yang harus kutanyakan, kau tidak bisa mati sekarang!”
Luo Yan mengeluarkan sebuah daun kecil, daun itu mengeluarkan aura kehidupan yang besar. Hanya dengan merasakan auranya, semua orang di sana mengerti kalau itu adalah sebuah harta kehidupan. Juga bukan harta kehidupan tingkat rendah.
Dengan energi spiritulanya, Luo Yan menghancurkan daun itu dan membuatnya menjadi kumpulan energi. Luo Yan memasukkan energi itu kedalam mulut Yun Tianxie. Dalam waktu singkat, tubuh Yun Tianxie menjadi bersinar. Semua lukanya menjadi sembuh.
Yun Tianxie menjadi sehat tanpa memiliki luka sedikitpun.
“Mahkota, Mata hitam ketakutan, pohon dunia, Tubuh Tiran Hitan.”
Luo Yan berguman kecil, pengawas yang mendengar itu tidak mengerti maksudnya.
“Dan yang terakhir, Dewa sejati kuno!”
[Bagaimana bisa?]
Yun Tianxie mamang pingsan, tetapi dengan beberapa metode khusus Lin Feng masih bisa melihat dan mendengar apa yang ada di luar. Apa yang Luo Yan sebut jelas bukan sesuatu yang normal, Lin Feng bertanya tanya, Bagaimana Luo Yan bisa tau kalau dirinya ada di dalam tubuh Yun Tianxie?
Selain itu, Luo Yan juga tau kalau dirinya adalah dewa sejati. Seolah olah Luo Yan mengenal Lin Feng dan mengetahui tentang dirinya.
“Ada terlalu banyak, aku bahkan tidak tau maksud dan tujuannya!”
Setelah mengatakan itu, Luo Yan langsung menghilang. Dia kini telah berada di asrama phoenix.
__ADS_1
Yun Tianxie membuka matanya, “Ini…” pemandangan itu tidak asing buat Yun Tianxie, itu adalah langit langit kamarnya.
Yun Tianxie ingat kalau sebelumnya dia terluka parah, dia bertanya tanya bagaimana dia bisa sampai kekamrnya?
Yun Tianxie mencoba untuk duduk, tetapi segera di hentikan seseorang.
“Lebih baik kau tidak melakukannya, sebelumnya luka tubuhmu sangatlah buruk!”
Itu adalah suara yang Yun Tianxie kenal, dia segera melihatnya. Seperti yang Yun Tianxie pikirkan, itu adalah Lu Yao.
“Lu Yao ya! Sejak kapan kau berada disini?”
“Kira kira sejak kapan ya?”
Lu Yao hanya tersenyum kecil. Wajah itu mengatakan kalau dia tidak ingin mengatakannya.
“Apa kau yang menyembuhkanku?”
Tidak mungki itu hanya ilusi, Yun Tianxie masih dapat mengingatnya dengan baik. Saat dimana dia merasakan sakit yang luar biasa. Melihat kondisinya yang sekarang, Yun Tianxie yakin kalau ada orang yang menyembuhkannya.
“Tentu saja tidak. Lukamu itu sangat parah.”
Bahkan jika Lu Yao memiliki pil penyembuh tingkat tinggi, belum tentu bisa menyembuhkan Yun Tianxie hingga seperti sekarang.
“Nona Luo Yan yang menyelamatkanmu!”
Hari itu Luo Yao juga ada disana, dia melihat Luo Yan menyembuhkan Yun Tianxie sambil menggumankan sesuatu.
“Nona Luo Yan itu terkenal karena sifatnya yang misterius. Aku penasaran bagaimana kau bisa dekat dengan dirinya?”
Lu Yao melihat Yun Tianxie, dia jelas di penuhi rasa penasaran. di sekte ini, bahkan para tetua tidak bisa berbuat banyak terhadap Luo Yan. Sudah sangat lama sejak Luo Yan hanya berdiam di asrama phoenix.
Namun, sekarang Luo Yan sering keluar dari asramanya. Tidak hanya para murid, bahkan para tetua juga sedikit penasaran dengan Tindakan Luo Yan yang sedikit aneh.
__ADS_1
“Aku sendiri juga ingin tahu.”
Yun Tianxie hanya pernah menjadi teman berlatih Luo Yan, meskipun itu hanya bisa di sebuat sebagai hiburan bagi Luo Yan. Selain dari itu Yun Tianxie hampir tidak pernah melihat Luo Yan.
Dia sendiri tidak tau, apa yang sedang luo Yan lihat dari dirinya.
“Lu Yao, Apa yang kau ketahui tentang nona Luo Yan?”
“setelah tau, apa yang akan kau lakukan?”
“Tidak ada, aku secara alami hanya ingin mengetahui saja.”
Itu murni rasa penasaran, Yun Tianxie telah memikirkannya sejak lama. Dia yakin kalau Luo Yan itu bukan orang biasa. Bagi Lu Yao yang telah berada di sekte cukup lama, pasti memiliki sedikit pengetahuan tentang Luo Yan.
“Kau tau Menara pedang itu?”
“Tentu aku tau.”
“Menara pedang itu bukan milik sekte kita, tetapi milik nona Luo Yan!”
Menara pedang bukan asset milik sekte bulu ilahi. Menara itu muncul sekitar lima tahun lalu, pada saat Luo Yan keluar dari asramanya setelah sekian lama. Dia mengeluarkan sebuah Menara dan menaruhnya di halaman sekte.
Banyak tetua yang bertanya tanya, tetapi apa yang Luo Yan lakukan telah mendapatkan izin dari ketua sekte mereka. Menara pedang juga bukan sesuatu yang buruk, Menara itu membuat banyak murid mendapatkan pencerahan dalam jalan pedang.
Dengan fakta itu, para tetua sekte sama sekali tidak bisa mempertanyakan apapun, kepada Luo Yan.
“Meski dia hanya ranah hidup dan mati, para tetua sekte sama sekali bukan lawannya.”
Sekitar tiga tahun lalu, ada murid yang menggila di dalam Menara pedang. Murid itu dikatakan adalah jenius sekte, murid di ranah hidup dan mati awal. Murid itu kehilangan jiwanya dan hanya menjadi boneka yang menggila.
Pada saat itu, Luo Yan membunuh murid itu. membuat para tetua sekte marah. Mereka mencoba untuk menghakimi Luo Yan. Tetapi hasilnya sangat buruk, bahkan dengan kekuatan gabungan para tetua sekte, mereka masih belum bisa membuat luka goresan pada tubuh Luo Yan.
“Nona Luo Yan itu sangat sulit untuk di mengerti!”
Lu Yao pernah bertemu dengan Luo Yan, pada saat itu yang dia rasakan hanyalah rasa takut. Dia takut dengan Luo Yan, Luo Yan terlihat bisa melihat semua tentang dirinya, tetapi dia sama sekali tidak bisa melihat apapun tentang Luo yan.
Apa yang dia pikirkan, apa yang dia rasakan, lalu apa yang dia lihat, Lu Yao sama sekali tidak bisa membacanya. Karena itu, bagi Lu Yao, perempuan yang Bernama Luo Yan adalah sosok yang sangat sulit untuk dimengerti.
__ADS_1