Pendewaan

Pendewaan
#59 Perlawanan


__ADS_3

Soul matters adalah sebuah tengkorak, jelas hampir tidak memiliki ekspresi. Namun, soul matters ini berbeda dari yang lainnya. Di wajahnya tampak sebuah kegelisahan. Saat ini hanya tinggal satu lagi penghalang pertahanannya.


Jika itu hancur, akhir dari hidupnya pasti tidak akan lama lagi. Dia Juga tidak bisa kabur, dia tidak di izinkan untuk kabur. Selain itu langit malam itu terus menganggu dirinya. Ini adalah malam yang gelap meskipun ada sinar bulan.


Kekuatan ini lebih gelap dari dirinya. Soul matters melihat Lucas terus memukul penghalangnya. Soul matters terus menyerang Lucas dengan sabitnya, tertapi tidak ada yang kena.


Gerakan Lukas sangat cepat, dan pukulannya sangat kuat.


“Minggirlah, Lucas!” Laila berteriak cukup kuat. “Keluarlah, Gura!”


Sebuah pedang besar muncul, pedang itu dengan cepat menebas Soul matters. Namun tidak banyak efek yang timbulkan. Meskipun ayunan pedang itu menghancurkan daerah sekitarnya tetapi sama sekali tidak berpengaruh untuk penghalang itu sendiri.


“Cih..”


Laila terlihat cukup kesal.


“Bagaimana dengan ini.”


Lucas menyatukan kedua tangannya. Dari belakangnya muncul sebuah pelayan bentuk manusia, dengan kepala tiga dan ekspresi yang berbeda.


Kedua tangan pelayan itu terlihat seperti sedang memohon.


“Hancurkan, Grid!” Lucas berkata dengan sangat tenang. Seketika pelayan itu membuka matanya, ketiga wajahnya menjadi marah.


Pelayan itu mengangkat tangannya, sebuah proyeksi tangan besar muncul di atas soul matters. Soul matters menyerang proyeksi itu, tetapi tidak ada hasilnya. Proyeksi tanganya itu terus turun, hingga membuat sebuah tekanan yang besar ke Soul matters.


Serangan itu cukup efektif, ada sedikit retakan pada penghalang soul matters. Soul matters dengan cepat ingin memperbaiki retakan itu.


“Kau pikir aku akan membiarkannya.”


Tanpa soul matters itu sadari, Bai Yuerong telah berada di depannya.


“Titisan ilahi!”


Bai Yuerong mengayunkan pedangnya, ayunan pedang itu tepat mengenai penghalang yang retak. Dengan satu serangan itu, penghalang Soul matters telah hancur sepenuhnya.


Ada kemarahan di wajah soul matters, dengan niat membunuh yang besar Soul matters menyerang Bai Yuerong. Bai Yuerong sama sekali tidak khawatir, dia melihat sabit itu menuju arahnya. Seketika sabit itu berhenti, tertahan oleh pedang Lin Yuxi.


“OHH… Ini…”

__ADS_1


Bai Yuerong melihat wajah Lin Yuxi, sangat dingin tanpa ekspresi apapun. Lin Yuxi sudah masuk kedalam Teknik pemutus emosi. Jika hanya tahap awal mungkin masih ada ekpsresi yang tersisa, tetapi sekarang tidak.


Dengan wajah yang sangat dingin itu, Lin Yuxi dengan mudah menahan sabit Soul matters.


Soul matters Kembali mengayunkan sabitnya, setiap ayunan sabit sangat kuat dan cepat, tetapi masih bisa di tahan Lin Yuxi.


“Apa gunanya hanya menahan sabit itu?” Tanya Bai Yuerong.


“Tidak ada!” Lin Yuxi menjawabnya dengan nada yang datar. “Hanya saja dengan begini akan memberikan kalian waktu untuk mengalahkannya.”


Untuk saat ini Lin Yuxi memang bisa menahan sabit itu dengan mudah. Namun itu tidak selamanya. Soul matters itu ranah dewa akhir, sedangkan Lin Yuxi hanya hidup dan mati akhir. Meskipun dia menggunakan Teknik pemutus emosi tetap masih belum sebanding dengan ranah dewa akhir.


“Kau benar.”


Kali ini Bai Yuerong yang menahan Sabit Soul matters. Bai Yuerong mendorong pedangnya membuat sebuah retakan pada sabit itu.


“Sepertinya tidak akan bertahan lama.”


Disisi lain, Yun Tianxie sudah sedikit lebih baik. Untungnya dia membawa cukup banyak batu spiritual, dengan menghancurkan batu itu dia bisa memulihan energi spiritualnya. Meskipun itu tidak meyembuhkan luka pada tubuhnya.


Yun Tianxie melihat situasi Soul matters saat ini, soul matters terlihat sedang terdesak.


‘Sekarang Gerakan mana yang akan ku gunakan?’


Untuk saat ini dia belum melihat ada kesempatan, Yun Tianxie memutuskan untuk bergabung dengan Lin Yuxi. Dia bergerak menuju Soul matters berada.


Yun Tianxie terus menyerang Soul matters, tetapi Gerakan soul matters itu sangat cepat. Dengan tubuhnya yang terluka akan sedikit sulit bagi Yun Tianxie untuk bergerak dengan bebas.


Namun bukan berarti dia tidak berguna, setidaknya serangan Yun Tianxie bisa mengalihkan perhatian soul matters dalam beberapa detik.


Dalam waktu yang sangat singkat itu, baik Lin Yuxi atau Bai Yuerong menyerang dengan sangat gila. Kecepatan mereka tidak jauh berbeda dengan soul matters. Di tambah kekuatan serangan mereka yang bisa menghancurkan tubuh soul matters. Jika kena maka akan berakhir.


“Mengapa tidak bergerak?” Lucas bertanya kepada Laila, tidak ada tanda tanda kalau dia akan bergerak.


“Ada yang aneh. Ini terlalu sederhana!” Laila mengataknnya dengan sedikit ragu.


“Semua mengetahui itu, karena itu lebih baik membuat soul matters mengeluarkan kartu as nya lebih cepat.”


Baik Lin Yuxi ataupun Bai Yuerong juga memiliki pemikiran yang sama dengan Laila.

__ADS_1


“Itu terlalu beresiko.”


“Tidak ada pilihan lain. Hanya ini jalan yang terbaik.” Lucas tidak ingin mengakuinya, tetapi dalam titik ini mereka telah berada di jalan buntu.


Mereka memang telah menghancurkan penghalang pelindung milik Soul matters, tetapi jubahnya masih belum tersentuh sama sekali. Kecepatan dan kekuatan serangan Soul matters menjadi lebih kuat.


Hingga berada di titik dimana mereka kesulitan untuk terus mengimbanginya.


“Aku akan menggunkan Pash!” Laila mengatakan dengan tegas, dia telah membulatkan tekadnya.


“Apa kau yakin?”


Laila mengangguk, tidak ada lagi yang bisa lucas katakan. Dia hanya akan membantu Laila sekuat tenaga.


“Aku akan melemahkannya.”


Lucas mengeluarkan lima buah batu dengan warna yang berbeda beda, dia memegang erat batu di tangan kanannya.


Lucas mengangkat tanganya hingga lurus ke depan.


“Awal dari kehancuran datanglah, Aku adalah yang mengawalinya!”


Lucas memuntahkan darah, tidak ada tanda tanda dia akan berhenti.


“Kehancuran datanglah, Aku yang akan menghancurkannya!”


Wajah lucas menjadi sangat buruk, darah terus keluar dari hidungnya.


Disisi lain, Bai Yuerong melihat turbulasi di atas mereka, dia lalu merlihat Lucas. Ada sebauh senyuman kecil di wajak Bai Yuerong.


“Selanjutnya adalah yang terakhir, gunakan semua kekuatanmu.”


Lin Yuxi tidak mengerti apa yang Bai Yuerong maksud. Namun, dia melihat bai Yuerong menjadi sangat serius.


“Baiklah.” Lin Yuxi mengangguk.


Bai Yuerong menyimpan pedangnya, dia mengeluarkan pedang yang lain. Pedang yang lebih kuat.


Pada bagian pegangan pedang itu terdapat banyak duri, dengan kuat Bai Yuerong memegang duri itu. tangannya terluka dan mengeluarkan banyak darah. Hanya saja darah itu tidak terjatuh kelantai. Darah terserap kedalam pedang melalui duri itu.

__ADS_1


“Sword art: The blood of immortality.”


Bai Yoerng mengayunkan pedangnya, membuat pedang itu beradu dengan sabit Soul matters. Sabit soul matters hancur terpotong, selanjutnya Bai Yuerong menyerang Soul matters tanpa henti. Setiap serangan itu membuat Bai Yuerng kehilangan darahnya.


__ADS_2