Pendewaan

Pendewaan
#72 Pemberitahuan Mendadak


__ADS_3

“Itu membuat aku sedikit sedih, Gadis Lu Yao!”


Yun Tianxie dan Lu Yao bisa mendengar suara itu. mereka dengan cepat segera melihatnya, itu adalah Luo Yan.


‘Sejak kapan?’ pikir Yun Tianxie dan Lu Yao.


Mereka berdua yakin tidak ada mendekat ke ruangan itu. mereka tidak tau bagaimana Luo Yan bisa masuk? Bahkan mereka sama sekali tidak mendengar suara pintu sedikitpun.


“Jika berdasarkan ceritamu, bukankah itu seperti aku adalah seorang monster?”


Luo Yan tersenyum, itu hanyalah senyuman kecil yang biasa. Namun, tidak tampak seperti itu di mata Lu Yao. Memang benar wajah Luo Yan tersenyum, tetapi tidak dengan matanya.


Mata itu seperti sedang melihat ke dalam dirinya. Itu sulit dimengerti.


“Anda salah paham, senior Luo. Saya tidak pernah berfikir seperti itu.”


Lu Yao hanya bisa menyangkalnya. Meski dia memang berfikir kalau Luo Yan memang seperti seorang monster, Lu Yao tidak mengataknnya begitu saja.


“Untuk apa kau memasuki jalan bela diri, Gadis Luo? Apa untuk mengejar dunia di atas sana?”


Luo Yan menujuk keatas, tidak perlu bagi Lu Yao untuk melihatnya. Lu Yao tau apa yang sedang di maksud oleh Luo Yan.


“Itu memang tujuanku! Selain dunia yang lebih tinggi, apa ada tujuan yang lain?”


Lu Yao memang tidak mengatakannya, di dalam pikirannya alasan seseorang memasuki jalan bela diri hanya untuk naik kedunia yang lebih tinggi. Dunia yang lebih luas, dimana pemahaman jalan bela diri akan menjadi lebih dalam.


“Entahlah, mungkin saja ada atau mungkin saja tidak ada!”


Jawaban Luo yan terdengar cukup ambigu, tetapi itu bukan masalah. Lu Yao sama sekali tidak memikirkannya.


“Jika kau memang mengincar dunia yang lebih tinggi, maka kau pasti akan bertemu dengan banyak orang seperti ku!”


Ada banyak jenius di dunia ini, tetapi berapa banyak yang bisa di bandingkan dengan Luo Yan? Mungkin hanya sekitar puluhan saja. Dengan usia tulangnya yang masih terbilang muda, Luo Yan sendiri di kenal sebagai monster kecil.

__ADS_1


Banyak orang kuat yang memperhatikan Luo Yan. Mereka ingin Luo Yan untuk tidak berkembang, jika alurnya terus berjalan seperti yang telah di tetapkan, para orang kuat itu menyimulkan kalau Luo Yan akan menjadi monster yang tidak jauh berbeda dari masternya.


Tentu saja bukan monster di dalam penampilan, tetapi di dalam pemikiran dan kekuatan.


Sejak tadi Yun Tianxie hanya diam sambil mendengarkan, itu bukan apa yang dia inginkan. Dia hanya melakukan apa yang Lin Feng minta.


Untuk memastikan apa yang dia inginkan, ada yang perlu Lin Feng pastikan terhadap Luo Yan.


“Haha.” Luo Yan tertawa kecil, “Aku datang kesini bukan untuk menakuti kalian. Aku hanya ingin mengatakan kepadamu, Yun Tianxie. Ujian murid dalam akan di lakukan dua hari lagi, bersipalah!”


Yun Tianxie sedikti terkejut, “Bukankah seharunya masih satu bulan lagi?”


Yun Tianxie yakin dai tidak tertidur dalam waktu yang lama, lalu mengapa bisa ujiannya akan di lakukan dalam dua hari lagi.


“Para orang tua itu memajukan jadwalnya.”


Ini situasi yang tidak terduga, dua hari itu adalah waktu yang singkat. Yun Tianxie kurang yakin apakah dia bisa menjadi murid dalam atau tidak. Dia tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih.


Setelah mengatakan itu, Luo Yan menghilang dari hadapan mereka.


Lu Yao jadi teringat kembali, kalau ujian murid dalam akan segera di lakukan.


Lu Yao sendiri telah menjadi murid dalam selama dua tahun, dalam dia tahun itu dia telah banyak menerima manfaat yang tidak akan bisa di dapatkan oleh murid luar.


"Aku teringat sesuatu, apa nona Luo Yan itu adalah murid luar?"


Asrama Phoenix berada di wilayah murid luar, membuat Yun Tianxie menjadi sedikit penasaran.


"Tidak, seperti yang kukatakan sebelumnya. Nona Luo Yan itu spesial, dia memiliki hak nya tersendiri. Semua orang di asrama Phoenix itu adalah murid dalam."


Tidak ada yang tau alasannya, Luo Yan meminta kepada ketua sekte untuk membuat asrama di wilayah murid luar. Bukan untuk murid luar tetapi untuk dirinya, dan orang yang ingin ikut dengannya.


Sebagai hasilnya, ada dua puluh tujuh perempuan murid dalam termasuk Luo Yan yang tinggal di asrama itu.

__ADS_1


Satu satunya asrama di wilayah luar yang diisi oleh murid dalam.


Lu Yao dan Yun Tianxie berbicara cukup lama, hingga akhirnya Lu Yao memutuskan untuk pergi dan membiarkan Yun Tianxie untuk beristirahat.


"Belum ada satu tahun sejak aku pergi, tetapi ada banyak pengalaman yang kudapatkan!"


Semua pengalaman itu tidak akan pernah bisa Yun Tianxie dapatkan jika dia masih di dalam istana.


[Ini mengingatkanku, Baik Lucas ataupun Laila memang terlihat seperti manusia. Apa mereka dari ras lain?]


[Mereka dari ras vampir, dalam keadaan normal mereka lebih kuat dari manusia!]


[Heh, apa anda pernah melawan ras vampir, Tuan Lin Feng?]


[Pernah, dan aku kalah.]


Itu jawaban yang tak terduga. Yun Tianxie ingat Lin Feng pernah mengatakan kalau dia sangat kuat, melebihi imajinasi dirinya.


Namun, kuat itu di kalahkan oleh orang kuat lainnya. Sebenarnya besar kekuatan yang di butuhkan untuk mengalahkan Lin Feng? Yun Tianxie bertanya tanya.


[Tidak ada gunanya memikirkan itu, kau tidak akan bisa membayangkannya!]


Yun Tianxie belum pernah melihat kekuatan penuh dari seseorang di ranah dewa. Karena itu, bakan jika Lin Feng mengatakan kalau dia sangat kaut, Yun Tianxie tidak akan bisa membayngkannya.


Dari sudut pandang Yun Tianxie, kekuatan ranah dewa akhir sudah sangat kuat. Lalu seperti apa kekuatan Lin Feng? Apakah itu cukup untuk mengahancurkan dunia? Selama dia tidak melihatnya secara langsung itu masig merupakan bayangan yang samar samar.


Yun Tianxie mengerti apa yang Lin Feng maksud. Tidak ada gunanya memikirkan apa yang tidak dia ketahui.


Yun Tianxie memejamkan matanya, dia berlatih seperti sebelumnya. Mencoba untuk memasuki datiannya. Kali ini sudah ada sedikit perkembangan, meski jiwanya belim terbentuk sepenuhnya Yun Tianxie bisa melihat apa yang ada di dalam dantiannya.


Itu adalah tempat kosong yang di isi oleh putaran angin, selain itu Yun Tianxie bisa melihata da sebuah pohon kecil. Pohon itu hanya setinggi satu meter dengan awan hitam di atasnya. Awan itu sekali mengeluarkan petir, tetapi sama seklai tidak mengenai pohon dunia.


Yun Tianxie mencoba untuk menggerakkan tubunya, tetapi dia sama sekali tidak bergerak. Itu tidak mengherankan, mengingat dia masih belum sepenuhnya membentuk jiwa didalam dantian itu.

__ADS_1


Disaat Yun Tianxie sedang mencoba membentuk jiwanya, puluhan murid luar sekte bulu ilahi sedang mempersiapkan diri mereka. Hanya tinggal beberapa hari lagi hingga ujian murid dalam. Tentu saja setiap dari mereka akan serius dalam ujian kali ini, karena ujian ini sendiri berbeda dari ujian normal lainnya.


__ADS_2