Pendewaan

Pendewaan
#14 Pertajam Jiwa


__ADS_3

Tempat itu seperti sebuah ruang dicelah dimensi, satu satunya penerangan ditempat itu adalah sebuah cahaya dari pedang emas yang besar. Pedang itu terlihat cukup dekat, tetapi pada kenyataanya sangatlah jauh.


Tempat itu cukup ramai, bisa dibilang semua orang yang ada di dalam Menara pedang ada disana, beberapa dari mereka ada yang bermeditasi, beberapa dari mereka juga ada yang melakukan sesuatu yang lain.


Tekanan jiwa ditempat ini sangatlah kuat, Yun Tianxie sendiri kesulitan untuk menahannya. Namun itulah yang membuat tempat ini menjadi tempat yang cocok untuk berlatih. Meski tekanan jiwa disini kuat, tetapi bukan pada tahap yang bisa menghancurkan jiwa seseorang.


Tekanan jiwa itu dapat melatih ketajaman jiwa seseorang, bagi seorang cultivator pengguna pedang, ketajaman jiwa adalah Sesuatu yang cukup penting.


Yun Tianxie sedikit tersenyun, sebelumnya dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk bisa mempertajam jiwanya. Sekarang dia bisa melatihnya, juga tidak ada batas waktu disini. Meski begitu terlalu lama disini bukanlah hal yang baik.


Karena hal itu Yun Tianxie ingin mendapatkan hasil yang terbaik dalam waktu yang singkat. Tentu saja itu bisa disebut sebagai hal yang gila, tidak ada hasil besar yang bisa didapatkan tanpa usaha. Namun apa yang Yun Tianxie inginkan itu bukanlah hal yang buruk, bagaimanapun banyak orang dengan keberuntungan bagus yang bisa mendapatkan hasil terbaik dengan usaha yang minim.


Yun Tunaxie Kembali bermeditasi, sama seperti sebelumnya meski dia sedang memejamkan matanya, Yun Tianxie bisa melihat pedang pedang emas yang kecil. Jumlah pedang ini jauh lebih banyak dari pada yang sebelumnya.


Ada sekitar ribuan pedang kecil, salah satu pedang menusuk jiwa Yun Tianxie. Rasanya sudah pasti menyakitkan, tetapi jika dibandingkan dengan ketika dia melakukan penerobosan paksa hal ini bukanlah sebuah masalah.


1 jam telah berlalu, sekitar 200 pedang telah menusuk jiwa Yun Tianxie. 3 jam kemudian 400 pedang telah menusuk jiwanya. Semakin lama melakukan meditasi ditempat ini maka akan semakin lambat pedang bergerak, hanya saja rasa sakit yang ditimbulkan menjadi lebih kuat.


Yun Tianxie telah mencapai batasnya, dia memang masih bisa menahan rasa sakitnya, hanya saja jiwanya tidak kuat lagi. Jika Yun Tianxie memaksanya lebih lama lagi maka jiwanya mungkin akan terluka.


Cukup sulit untuk menyembuhkan jiwa yang terluka, sebisa mungkin Yun Tianxie ingin menghindari hal itu. Yun Tianxie lalu memikirkan cara untuk keluar dari tempat ini, selagi dia memikirkannya ketika dia membuka matanya, Yun Tianxie telah berada di tempat awal.


'Sekarang mari keluar'


Pintu masuk dan pintu keluar Menara berada di tempat yang berbeda, Yun Tianxie segera pergi ke pintu keluar. Begitu Yun Tianxie keluar dia sedikit terkejut, tempat itu cukup ramai. Ada sebuah arena disana dan ada yang sedang bertarung.


Karena ini adalah arena Menara pedang, tentu saja semuanya menggunakan pedang. Diatas arena itu terdapat 2 orang perempuan yang sedang bertarung. Keduanya sama sama berada diranah bencana tingkat awal.


"Sejujurnya aku sama sekali tidak mengerti, mengapa kau terus menerus ingin bertanding denganku. Aku cukup yakin dengan daya ingatku, dan aku yakin tidak pernah mengaggumu."

__ADS_1


Salah satu perempuan terlihat seperti sangat tidak tertarik dengan pertarungan ini


"Biasakah kau memberitahuku, Lu Yao. Mengapa kau begitu ingin mengalahkanku?" Perempuan itu bertanya kepada perempuan Bernama Lu Yao yang ada dihadapannya


"Bukankah itu sudah jelas, Ji Qianfan. Harus ada seseorang yang ada didekatmu, kau sudah pergi terlalu jauh."


Perempuan Bernama Lu Yao mengatakan hal itu dengan begitu tenangnya.


Ji Qianfan menjadi diam, dia mengerti apa yang Lu Yao katakan, hanya saja dia tidak ingin mengerti hal itu.


"Apa kau akan menjadi seperti ini selamanya?"


Lu Yao itu memiliki temperamen yang tenang. Karena ketenangannya itu dia bisa membuat sebuah senyuman kecil yang sangat menawan. Meski itu hanyalah senyuman kecil yang dipenuhi oleh ketulusan, hampir semua orang terpikat oleh senyuman itu.


"Aku mengaku kalah dalam pertarungan ini"


Ji Qianfan menyimpan pedangnya dan segera turun dari arena itu. kebanyakan orang disana menjadi kecewa, mereka ingin melihat pertarungan antara kedua perempuan itu, tetapi pada akhirnya sama seperti sebelumnya, Ji Qianfan selalu mengundurkan diri


Lu Yao Kembali tersenyum. Ji Qianfan memang terlihat tenang, tetapi jauh dialam hatinya dia sedang marah. Bukan marah kepada Lu Yao, melainkan marah kepada dirinya sendiri


'Ada apa dengan kedua perempuan itu?'


Yun Tianxie tidak tau dengan pasti, hanya saja dia berfikir kalau kedua perempuan itu pasti memiliki hubungan yang cukup rumit.


"Apa ini pertama kalinya kau kesini?"


Tiba tiba seorang pria berbicara kepada Yun Tianxie. Pria itu terlihat berwibawa, tidak terlihat seperti orang yang akan melakukan hal licik. Namun Yun Tianxie terlahir sebagai keluarga kerajaan, dia tidak bisa menilai seseorang dari penampilan luarnya saja


"Iya, namaku Yun Tianxie. Jika tidak keberatan, maukah saudara memberitahu ku tempat apa ini?"

__ADS_1


Meski Yun Tianxie tidak sepenuhnya mempercayai pria itu, tetapi bagi Yun Tianxie tidak ada salahnya bertanya


"Saudara Yun terlalu sopan. Nama saya adalah Xie Yan. Tempat ini disebut sebagai aula pertarungan, semua pintu keluar Menara akan menuju ketempat ini."


"Apa itu berarti mereka yang dilantai atas juga akan keluar melalui tempat ini?"


"Iya, seperti yang kau lihat ada banyak murid luar dan dalam yang bercampur ditempat ini."


Seperti yang Xie Yan katakan, para murid dalam dan luar bercampur ditempat ini.


"Karena semua orang akan keluar melalui tempat ini, apa itu berarti akan ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan ditempat ini?"


Xie Yan sedikit tersenyum "Saudara Yun memiliki pengamatan yang bagus. Tempat ini memang bisa memberikan keuntungan tersediri. Seperti aula pertandigan yang lainnya, di tempat ini bisa melakukan taruhan, dan tentu saja ada sistem peringkat disini"


Xie Yan lalu mengeluarkan sebuah token giok, pada token itu terdapat angka 190.


"Seperti yang kau lihat, aku berada di peringkat ke 190. Jika kau ingin mendapatkan token ini kau bisa mendaftar terlebih dahulu, lalu melakukan pertarungan. Dengan begitu kau akan langsung mendapatkan token dan tau berada di peringkat berapa"


"Begitu"


'Ini sedikit menarik' pikir Yun Tianxie


Berbeda dari aula pertarungan yang lainnya, di aula ini para murid luar bisa melawan murid dalam dengan begitu mudahnya, begitu juga sebaliknya.


"Jika Saudara Yun tertarik, saya bisa menjadi lawan pertamamu."


"Itu sangat membantu, terima kasih saudara Xie"


Yun Tianxie segera mendaftar, seperti yang Xie Yan katakan, Yun Tianxie harus melakukan pertarungan terlebih dahulu untuk medapatkan tokennya.

__ADS_1


Yun Tianxie dan Xie Yan menaiki aula petarungan, pada saat ini mereka menarik perhatian kebanyakan orang yang ada disana.


__ADS_2